Editor
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan agar pengangkatan profesor di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) tetap melalui penilaian akademik yang ketat.
Menurut dia, penyederhanaan birokrasi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kompetensi guru besar.
Nasaruddin mengatakan, Kemenag memiliki kewenangan untuk mengangkat profesor bagi dosen yang memenuhi persyaratan. Ia meminta agar kewenangan tersebut dijalankan dengan tetap menjaga standar keilmuan.
“Di lingkungan Kementerian Agama kita bisa otoritas mengangkat profesor orang-orang yang memenuhi syarat. Tapi juga jangan terlalu gampang,” ujar Nasaruddin dikutip dari laman Kemenag, Selasa (3/11/2026).
Baca juga: Menag Sebut Ujian Jadi Momentum Indonesia untuk “Naik Kelas”
Menurut Nasaruddin, standar akademik yang longgar dalam pengangkatan profesor dapat merugikan kredibilitas perguruan tinggi keagamaan.
Ia mencontohkan risiko ketika seorang profesor tidak mampu menjelaskan bidang keilmuannya dengan baik kepada masyarakat maupun rekan sejawat.
“Tetap birokrasi dilonggarkan, tetapi juga jangan sampai nanti terlalu longgar. Itu nanti akan melahirkan bom waktu juga,” katanya.
Baca juga: Menag Sebut Kampus di Italia dan Vatikan Ingin Belajar Keberagaman Indonesia
Dalam rapat yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin meminta perguruan tinggi mengukur dampak bertambahnya jumlah guru besar dan lektor kepala terhadap mutu pendidikan.
Ia menyebut akreditasi program studi dan kualitas lulusan sebagai contoh indikator yang dapat digunakan.
“Peningkatan jumlah guru besar dan lektor kepala perlu diiringi dengan dampak nyata terhadap mutu program studi, peningkatan akreditasi, serta kualitas lulusan. Dampak tersebut juga harus dapat diukur dan dijelaskan,” ujar Kamaruddin.
Ia meminta agar laporan capaian perguruan tinggi keagamaan menyertakan penjelasan kepada masyarakat tentang perubahan yang dihasilkan dari peningkatan jabatan akademik dosen.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.