Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah Galang Gerakan Nasional Bantu Penyintas Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut

Kompas.com, 16 Desember 2025, 14:13 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Muhammadiyah memperkuat persaudaraan dan ukhuwah kebangsaan melalui konsolidasi gerakan nasional penghimpunan bantuan bagi penyintas bencana alam di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut).

Gerakan ini menjadi wujud nyata kepedulian Persyarikatan Muhammadiyah terhadap masyarakat yang terdampak banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya.

Dalam rilis yang disampaikan di Jakarta pada Selasa, Muhammadiyah menjelaskan bahwa pada tahap awal bantuan difokuskan pada respons tanggap darurat.

Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan oleh Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU).

Baca juga: Ulama Aceh Desak Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional

Setelah melakukan asesmen awal di lapangan, tim MDMC menyusun peta wilayah terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak para penyintas.

Berdasarkan hasil asesmen tersebut, Muhammadiyah kemudian mengerahkan ratusan relawan serta menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, seperti obat-obatan, makanan siap saji, tenda, selimut, dan berbagai perlengkapan darurat lainnya.

Selain bantuan logistik, Muhammadiyah juga memberikan bantuan nonmaterial dengan mengerahkan relawan kesehatan yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah.

Tak hanya itu, relawan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) turut dilibatkan untuk memberikan layanan psikososial bagi para penyintas, sementara tenaga medis dari Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) dikerahkan dari Pulau Jawa dan Sumatera.

Relawan Muhammadiyah bahkan menembus sejumlah lokasi bencana yang terisolasi di Aceh, Sumbar, dan Sumut.

Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Lampung, Bengkulu, dan wilayah lainnya. Seluruh relawan ini dikoordinasikan langsung oleh MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Respons tanggap darurat Muhammadiyah telah dimulai sejak 27 November 2025. Aksi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur Persyarikatan, antara lain MDMC, LazisMu, MPKU, Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang), Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS), Majelis Tabligh, dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK).

Setelah masa tanggap darurat, Muhammadiyah akan memasuki tahap transisi dari darurat menuju pemulihan. Pada fase ini, keterlibatan Majelis Dikdasmen, LazisMu, Diktilitbang, MPKS, Majelis Tabligh, dan LDK menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan pendampingan bagi masyarakat terdampak.

Selanjutnya, pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Muhammadiyah melibatkan lebih banyak unsur, termasuk Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), organisasi otonom (Ortom), serta Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) ’Aisyiyah.

Infak Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir telah menginstruksikan agar infak Shalat Jumat di seluruh masjid Persyarikatan Muhammadiyah dialihkan untuk membantu korban bencana alam.

Instruksi tersebut juga ditujukan kepada seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta para takmir masjid di lingkungan Persyarikatan.

Haedar Nashir menyampaikan bahwa kebijakan ini didasarkan pada Surat Keputusan Muhammadiyah tentang penghimpunan dana infak Shalat Jumat sebagai respons atas bencana yang tengah melanda berbagai daerah di Indonesia, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penghimpunan infak tersebut dijadwalkan pada Jumat, 12, 19, dan 26 Desember 2025.

Pelaksanaan dan penyaluran dana infak dikoordinasikan melalui LazisMu dan MDMC di seluruh tingkatan kepemimpinan Muhammadiyah, sehingga dapat berjalan secara terpadu dan akuntabel.

Haedar juga menekankan pentingnya pelaporan penghimpunan serta penyaluran dana kepada pimpinan Persyarikatan di tingkat yang lebih tinggi.

Melalui gerakan ini, Haedar Nashir mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai wujud persaudaraan dan kepedulian sosial.

Baca juga: Kemenag Lelang Helm Band Wali untuk Donasi Korban Bencana Sumatera

Ia menegaskan bahwa solidaritas dan gotong royong merupakan nilai utama dalam meringankan beban saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah.

“Kepada seluruh anggota Persyarikatan Muhammadiyah mari kita fastabiqul khairat mengeluarkan dana infak tersebut seoptimal mungkin. Karena itulah yang dapat kita lakukan sebagai bagian dari wujud persaudaraan kita terhadap saudara-saudara yang tertimpa dan terdampak musibah banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya,” kata Haedar Nashir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
UI Bangun Zona Halal di Kampus, Seluruh Tenan Kantin Vokasi Kini Bersertifikat Halal
UI Bangun Zona Halal di Kampus, Seluruh Tenan Kantin Vokasi Kini Bersertifikat Halal
Aktual
Perdebatan Panjang soal Hukum Khitan Perempuan, dari Fikih hingga Isu HAM
Perdebatan Panjang soal Hukum Khitan Perempuan, dari Fikih hingga Isu HAM
Aktual
Enam Faktor Ini Bisa Merusak Nilai Ibadah dalam Bekerja
Enam Faktor Ini Bisa Merusak Nilai Ibadah dalam Bekerja
Aktual
Manfaat Medis Khitan Laki-laki dan Kedudukan Hukumnya dalam Islam
Manfaat Medis Khitan Laki-laki dan Kedudukan Hukumnya dalam Islam
Aktual
Menag Dukung Rumah Ibadah 6 Agama di UI, Kampus Disiapkan Jadi Etalase Kerukunan Indonesia
Menag Dukung Rumah Ibadah 6 Agama di UI, Kampus Disiapkan Jadi Etalase Kerukunan Indonesia
Aktual
PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Qatar, Buka Peluang untuk Lulusan Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
PP Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Qatar, Buka Peluang untuk Lulusan Kampus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah
Aktual
Cara Mengunduh 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah
Cara Mengunduh 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Siswa Madrasah
Aktual
Rahasia Fattah Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Kuliah dan Organisasi
Rahasia Fattah Menjaga Hafalan 30 Juz di Tengah Kuliah dan Organisasi
Aktual
Kemenhaj Ancam Tutup Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah
Kemenhaj Ancam Tutup Travel Umrah yang Telantarkan Jemaah
Aktual
Menag Sebut Jawa Timur Layak Jadi Laboratorium Kerukunan Dunia
Menag Sebut Jawa Timur Layak Jadi Laboratorium Kerukunan Dunia
Aktual
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Catatan MUI Tentang Tradisi Rebo Wekasan, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Rebo Wekasan 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Aktual
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Empat Syarat Agar Pekerjaan Bernilai Ibadah
Aktual
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Kepemimpinan NU Dinilai Perlu Meneladani Kyai Idham Chalid dan Gus Dur
Aktual
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Baznas Ajak Bangsa Pererat Persatuan lewat Zakat, Infak, Sedekah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar