Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelajaran Hidup dari Isra’ Mi’raj: Iman, Shalat, dan Kesabaran

Kompas.com, 12 Januari 2026, 19:37 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Isra dan Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam. Melalui peristiwa ini, Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, lalu mengangkat beliau hingga Sidratul Muntaha untuk menghadap Sang Pencipta.

Perjalanan yang melampaui batas nalar manusia ini bukan sekadar mukjizat kenabian, tetapi juga sarat dengan pesan spiritual, moral, dan peradaban bagi umat Islam sepanjang zaman.

Allah SWT menegaskan peristiwa Isra’ dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Isra dan Mi’raj adalah kehendak langsung Allah untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya kepada Rasul-Nya.

Karena itu, peristiwa ini tidak cukup dipahami sebagai kisah luar biasa, tetapi sebagai sumber pelajaran iman dan kehidupan.

Perjalanan Mulia Bersama Jibril

Dalam Shahih Bukhari, Imam Bukhari meriwayatkan bahwa sebelum memulai perjalanan Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mengalami penyucian hati.

Malaikat datang membedah dada Nabi, membersihkannya, lalu mengisinya dengan iman. Peristiwa ini menandai kesiapan spiritual Rasulullah untuk menerima amanah besar dari Allah SWT.

Nabi kemudian melakukan perjalanan dengan mengendarai Buraq, ditemani Malaikat Jibril, dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha. Dari sanalah Mi’raj dimulai, menembus lapisan-lapisan langit.

Baca juga: Peringatan Isra Miraj 2026: Jadwal, Makna, dan Pesan Spiritual bagi Umat Islam

Bertemu Para Nabi di Langit-Langit

Dalam perjalanan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW bertemu para nabi terdahulu di setiap lapisan langit.

Di langit pertama, Rasulullah bertemu Nabi Adam AS, bapak seluruh manusia. Jibril meminta Nabi Muhammad memberi salam, dan Nabi Adam membalas salam dengan penuh penghormatan.

Di langit kedua, Nabi bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS. Langit ketiga mempertemukan Rasulullah dengan Nabi Yusuf AS yang dikenal dengan ketampanan dan keteguhan imannya. Di langit keempat, Nabi bertemu Nabi Idris AS, disusul Nabi Harun AS di langit kelima.

Pertemuan paling menyentuh terjadi di langit keenam ketika Nabi Muhammad SAW bertemu Nabi Musa AS.

Dalam riwayat disebutkan, Nabi Musa menangis karena mengetahui umat Nabi Muhammad akan lebih banyak masuk surga dibanding umatnya. Di sinilah pula Nabi Musa kelak memberi nasihat penting terkait kewajiban shalat.

Di langit ketujuh, Rasulullah bertemu Nabi Ibrahim AS, yang bersandar di Baitul Makmur, tempat ibadah para malaikat.

Setiap hari, tujuh puluh ribu malaikat bertawaf di sana dan tidak kembali lagi hingga hari kiamat.

Sidratul Muntaha dan Kewajiban Shalat

Perjalanan dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha, batas tertinggi yang hanya bisa dicapai makhluk tertentu atas izin Allah. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat.

Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa an-Nihayah, menjelaskan bahwa awalnya shalat diwajibkan sebanyak 50 kali sehari.

Atas nasihat Nabi Musa AS, Rasulullah kembali menghadap Allah untuk memohon keringanan hingga akhirnya ditetapkan menjadi lima waktu, namun dengan pahala setara 50 shalat.

Baca juga: Isra Mi’raj hingga Ash-Shiddiq: Kisah Iman Tanpa Keraguan Abu Bakar

Penguatan Hati Nabi di Tengah Masa Sulit

Isra dan Mi’raj terjadi pada fase yang sangat berat dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Beliau baru saja kehilangan dua sosok penopang dakwah, yaitu Khadijah binti Khuwailid dan Abu Thalib. Dukacita personal bercampur dengan tekanan sosial dari kaum Quraisy yang semakin keras.

Dikutip dari buku Sirah Nabawiyah: ‘Irdlu Waqa’i wa Tahlil Ihdats karya Ali Muhammad Ash-Shallabi menjelaskan bahwa Isra dan Mi’raj merupakan bentuk penghiburan ilahi bagi Rasulullah.

Allah menguatkan hati Nabi dengan memperlihatkan kebesaran-Nya secara langsung, agar beliau tetap teguh dalam menyampaikan risalah Islam meskipun menghadapi penolakan dan penderitaan.

Iman yang Diuji dan Keteladanan Abu Bakar

Keesokan hari setelah Isra dan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW menyampaikan peristiwa tersebut kepada masyarakat Makkah.

Mayoritas kaum Quraisy menolak dan mengejek, bahkan sebagian orang yang sebelumnya beriman memilih berpaling karena menganggap kisah itu tidak masuk akal.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah mencatat bahwa dalam situasi ini, Abu Bakar tampil sebagai sosok yang membenarkan Rasulullah tanpa ragu.

Ia berkata bahwa dirinya telah mempercayai kabar dari langit, maka tidak ada alasan untuk meragukan kabar tentang Baitul Maqdis.

Sikap inilah yang membuat Abu Bakar mendapat gelar Ash-Shiddiq. Dari sini umat Islam belajar bahwa iman sejati tidak selalu menuntut pembuktian rasional, tetapi berdiri di atas kepercayaan penuh terhadap kebenaran risalah.

Isyarat Kemajuan Ilmu dan Peradaban

Isra dan Mi’raj juga dapat dibaca sebagai isyarat penting tentang hubungan Islam dengan ilmu pengetahuan.

Perjalanan Nabi Muhammad SAW melintasi langit merupakan perjalanan pertama manusia melampaui batas bumi dan kembali dengan selamat.

Para pemikir Muslim kontemporer melihat peristiwa ini sebagai dorongan agar umat Islam tidak tutup mata terhadap sains dan teknologi.

Jika perjalanan luar angkasa telah diperlihatkan sebagai mukjizat pada masa Nabi, maka umat Islam di kemudian hari dituntut untuk bangkit, belajar, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.

Pesan ini sejalan dengan semangat Islam sebagai agama yang mendorong pencarian ilmu dan kemajuan, tanpa melepaskan dimensi spiritual.

Baca juga: Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 2026: Sejarah Peristiwa dan Makna Pensyariatan Sholat

Masjidil Aqsha dan Tanggung Jawab Umat

Penyebutan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha dalam peristiwa Isra Miraj menegaskan ikatan spiritual umat Islam dengan dua masjid suci tersebut. Masjidil Aqsha bukan sekadar situs sejarah, tetapi bagian dari identitas keimanan umat Islam.

Ali Muhammad Ash-Shallabi menekankan bahwa membela Masjidil Aqsha dan sekitarnya adalah bagian dari pembelaan terhadap agama Islam itu sendiri.

Bentuknya dapat beragam, mulai dari diplomasi, solidaritas kemanusiaan, hingga doa dan dukungan moral sesuai kemampuan masing-masing.

Refleksi bagi Kehidupan Umat

Isra dan Mi’raj mengajarkan bahwa iman, ibadah, ilmu, dan kepedulian sosial merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Peristiwa ini mengajak umat Islam untuk memperkuat hubungan dengan Allah melalui shalat, meneladani kejujuran dan keyakinan Abu Bakar, serta mengambil peran aktif dalam membangun peradaban dan menjaga nilai kemanusiaan.

Bukan sekadar mengenang peristiwa luar biasa, Isra dan Mi’raj adalah panggilan untuk menjadikan iman sebagai kekuatan yang hidup dan membumi dalam kehidupan sehari-hari.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar