Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertanyaan tentang Isra Miraj yang Sering Ditanyakan, dari Makna hingga Hikmah bagi Umat Islam

Kompas.com, 15 Januari 2026, 09:44 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Isra Miraj Nabi Muhammad SAW selalu menjadi peristiwa penting yang memunculkan banyak pertanyaan di tengah umat Islam.

Setiap tahun, terutama menjelang 27 Rajab, topik ini kembali ramai dibahas, baik di masjid, sekolah, media, maupun ruang digital.

Beragam pertanyaan tentang Isra Miraj muncul, mulai dari aspek sejarah hingga makna spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Khutbah Jumat Isra Miraj: Meneladani Hikmah Isra Miraj dalam Kehidupan Sehari-hari

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan adalah, apa itu Isra Miraj? Isra Miraj merupakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW yang terjadi dalam satu malam.

Isra adalah perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, sementara Miraj adalah kenaikan Rasulullah SAW ke langit hingga Sidratul Muntaha. Dalam peristiwa inilah Nabi menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT.

Pertanyaan berikutnya, kapan Isra Miraj terjadi? Secara umum, umat Islam memperingatinya setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah.

Namun, tanggal tersebut berbeda-beda dalam kalender Masehi setiap tahunnya. Nah, untuk tahun 2026 ini, Isra Miraj jatuh pada 16 Januari 2026.

Meski terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai tanggal pasti kejadiannya, mayoritas sepakat bahwa Isra Miraj merupakan peristiwa nyata yang dialami Rasulullah SAW sebagai mukjizat dari Allah.

Banyak pula yang bertanya, apakah Isra Miraj benar-benar terjadi secara fisik atau hanya secara ruhani? Mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jamaah berpendapat bahwa Isra Miraj terjadi dengan jasad dan ruh Nabi Muhammad SAW.

Pendapat ini didasarkan pada ayat pertama Surah Al-Isra yang menyebutkan bahwa Allah “memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam”, yang menunjukkan keistimewaan mukjizat tersebut.

Pertanyaan penting lainnya adalah, mengapa shalat diwajibkan dalam peristiwa Isra Miraj? Shalat menjadi satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah tanpa perantara malaikat.

Hal ini menunjukkan kedudukan shalat yang sangat mulia dalam Islam. Salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya, serta penopang utama keimanan seorang Muslim.

Selain aspek ibadah, banyak yang ingin memahami hikmah Isra Miraj bagi kehidupan modern. Peristiwa ini mengajarkan keteguhan iman di tengah ujian berat.

Isra Miraj terjadi pada masa sulit Rasulullah SAW, setelah wafatnya orang-orang terdekat beliau.

Dari sini, umat Islam belajar bahwa pertolongan Allah selalu datang setelah kesabaran dan keikhlasan.

Pertanyaan lain yang tak kalah sering muncul adalah, bagaimana cara memperingati Isra Miraj yang benar? Pada dasarnya, peringatan Isra Miraj dapat diisi dengan kegiatan positif seperti pengajian, ceramah, memperbanyak shalawat, dan memperbaiki kualitas salat.

Esensi peringatan bukan pada seremoni semata, melainkan pada pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Apakah Isra Miraj Tanggal Merah? Ini Penjelasan Hari Libur yang Wajib Kamu Tahu

Pada akhirnya, berbagai pertanyaan tentang Isra Miraj menunjukkan bahwa peristiwa ini bukan sekadar sejarah, melainkan sumber refleksi spiritual yang terus relevan.

Isra Miraj mengingatkan umat Islam akan pentingnya salat, kesabaran, dan keimanan dalam menghadapi tantangan zaman.

Dengan memahami maknanya secara utuh, Isra Miraj dapat menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar