Editor
KOMPAS.com - Isra Miraj Nabi Muhammad SAW selalu menjadi peristiwa penting yang memunculkan banyak pertanyaan di tengah umat Islam.
Setiap tahun, terutama menjelang 27 Rajab, topik ini kembali ramai dibahas, baik di masjid, sekolah, media, maupun ruang digital.
Beragam pertanyaan tentang Isra Miraj muncul, mulai dari aspek sejarah hingga makna spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Khutbah Jumat Isra Miraj: Meneladani Hikmah Isra Miraj dalam Kehidupan Sehari-hari
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan adalah, apa itu Isra Miraj? Isra Miraj merupakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW yang terjadi dalam satu malam.
Isra adalah perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, sementara Miraj adalah kenaikan Rasulullah SAW ke langit hingga Sidratul Muntaha. Dalam peristiwa inilah Nabi menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT.
Pertanyaan berikutnya, kapan Isra Miraj terjadi? Secara umum, umat Islam memperingatinya setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah.
Namun, tanggal tersebut berbeda-beda dalam kalender Masehi setiap tahunnya. Nah, untuk tahun 2026 ini, Isra Miraj jatuh pada 16 Januari 2026.
Meski terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai tanggal pasti kejadiannya, mayoritas sepakat bahwa Isra Miraj merupakan peristiwa nyata yang dialami Rasulullah SAW sebagai mukjizat dari Allah.
Banyak pula yang bertanya, apakah Isra Miraj benar-benar terjadi secara fisik atau hanya secara ruhani? Mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jamaah berpendapat bahwa Isra Miraj terjadi dengan jasad dan ruh Nabi Muhammad SAW.
Pendapat ini didasarkan pada ayat pertama Surah Al-Isra yang menyebutkan bahwa Allah “memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam”, yang menunjukkan keistimewaan mukjizat tersebut.
Pertanyaan penting lainnya adalah, mengapa shalat diwajibkan dalam peristiwa Isra Miraj? Shalat menjadi satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah tanpa perantara malaikat.
Hal ini menunjukkan kedudukan shalat yang sangat mulia dalam Islam. Salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya, serta penopang utama keimanan seorang Muslim.
Selain aspek ibadah, banyak yang ingin memahami hikmah Isra Miraj bagi kehidupan modern. Peristiwa ini mengajarkan keteguhan iman di tengah ujian berat.
Isra Miraj terjadi pada masa sulit Rasulullah SAW, setelah wafatnya orang-orang terdekat beliau.
Dari sini, umat Islam belajar bahwa pertolongan Allah selalu datang setelah kesabaran dan keikhlasan.
Pertanyaan lain yang tak kalah sering muncul adalah, bagaimana cara memperingati Isra Miraj yang benar? Pada dasarnya, peringatan Isra Miraj dapat diisi dengan kegiatan positif seperti pengajian, ceramah, memperbanyak shalawat, dan memperbaiki kualitas salat.
Esensi peringatan bukan pada seremoni semata, melainkan pada pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Baca juga: Apakah Isra Miraj Tanggal Merah? Ini Penjelasan Hari Libur yang Wajib Kamu Tahu
Pada akhirnya, berbagai pertanyaan tentang Isra Miraj menunjukkan bahwa peristiwa ini bukan sekadar sejarah, melainkan sumber refleksi spiritual yang terus relevan.
Isra Miraj mengingatkan umat Islam akan pentingnya salat, kesabaran, dan keimanan dalam menghadapi tantangan zaman.
Dengan memahami maknanya secara utuh, Isra Miraj dapat menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang