Penulis
KOMPAS.com - Peristiwa Isra Mi'raj memberikan banyak sekali pelajaran bagi manusia. Selain perintah untuk sholat dan bukti Kebesaran Allah SWT, peristiwa Isra Mi'raj memberikan pelajaran tentang bagaimana akhir kehidupan manusia yang banyak melakukan dosa.
Salah satu Kebesaran yang Allah SWT tunjukkan adalah gambaran siksaan bagi orang-orang yang banyak melakukan dosa di dunia. Dikutip dari kitab Dardir Bainama karya Syaikh Najmuddin Al Ghaithi, berikut beberapa gambaran siksaan di neraka.
Nabi Muhammad melihat sekelompok orang yang kepalanya pecah berantakan. Setelah itu kepala itu menjadi utuh kembali. Lantas pecah lagi. Hal itu berlangsung berulang-ulang.
Melihat kondisi tersebut, kemudian Nabi bertanya tentang apa sebab ia mendapat siksaan tersebut. Jibril menjawab bahwa orang tersebut adalah orang-orang yang berat mengerjakan sholat.
Baca juga: Keteguhan Bilal bin Rabah, Muazin Pertama, di Tengah Siksaan
Nabi melihat sekelompok orang yang memakan dhari‘ (pohon kering dan berduri), zaqqum (tumbuhan yang rasanya pahit) dan batu yang panas. Ketika ditanyakan kepada Malaikat Jibril, itu adalah siksaan bagi orang yang kikir dan enggan bersedekah.
Gambaran siksaan orang yang berzina padahal sudah punya suami istri adalah seperti disediakan dua daging dihadapannya. Satu daging segar dan satu daging busuk.
Namun sekelompok pezina ini lebih memilih memakan daging busuk.
Gambaran siksaan orang yang suka merampas harta orang lain seperti kayu bakar di tengah jalan. Ketika ada orang lewat, sekelompok orang tersebut terbakar tanpa sisa.
Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Menyakiti Tetangga Bisa Berujung Masuk Neraka
Orang-orang yang memakan harta riba siksaannya adalah berenang di genangan darah. Ini karena semasa hidupnya ia menghisap darah orang lain dengan mengambil harta dengan cara memungut bunga yang tinggi.
Gambaran siksaan orang yang rakus jabatan seperti orang yang memikul kayu bakar dan terus ditambah jumlah kayu bakar dalam pikulannya meskipun ia sudah tidak kuat. Beban yang terus bertumpuk itu akhirnya menggencetnya hingga binasa.
Bagi para ulama yang mengajar manusia tetapi ia sendiri tidak mengamalkan ilmunya, maka siksaan yang didapatkan adalah ia menjulurkan lidahnya kemudian lidah itu digunting dengan gunting besi dari api neraka.
Lidah itu tumbuh lagi dan digunting lagi sepanjang waktu. Ini menjadi catatan penting bagi para penceramah yang seperti lilin. Ia mengajarkan ilmunya tetapi tidak mengamalkannya.
Baca juga: Fakta Malaikat Malik Sang Penjaga Neraka yang Jarang Diketahui
Orang yang suka mengumpat dan menjelek-jelekkan orang lain, siksaannya adalah ditumbuhkan kukunya dari tembaga kemudian ia mencakar-cakar wajahnya sendiri.
Siksaan di akhirat bagi orang-orang yang banyak melakukan dosa itu nyata. Di dunia, orang-orang yang melakukan banyak dosa sudah merasakan sedikit akibat dari perbuatannya. Sedangkan di akhirat, semua akan dibalas sepenuhnya.
Kisah di atas menjadi pelajaran bagi manusia untuk tidak melakukan dosa-dosa dan kemaksiatan yang dapat menyengsarakannya di akhirat kelak.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang