Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag Bilang Masyarakat Ingin ASN Kemenag Seperti Malaikat

Kompas.com, 15 Januari 2026, 15:35 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama sangatlah tinggi. Bahkan, publik kerap berharap para pegawai Kemenag memiliki sikap nyaris tanpa cela.

“Masyarakat menghendaki kita seperti malaikat. Tidak gampang menjadi pegawai Kemenag, harus tahan uji,” ujar Menag Nasaruddin Umar saat memberikan arahan kepada ASN di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kamis (15/1/2026).

Dalam suasana yang penuh perenungan, Menag menekankan pentingnya penguatan mental dan spiritual sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pelayanan publik, khususnya di Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan persoalan keimanan, ibadah, dan kehidupan beragama masyarakat.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Kemenag Pastikan Layanan Ibadah Warga Aceh Pulih

Menurut Nasaruddin, bekerja di Kemenag bukan sekadar menjalankan administrasi negara, tetapi juga memikul tanggung jawab moral dan spiritual.

Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran ASN Kemenag Kepri untuk mendalami makna ikhlas, syukur, dan sabar secara lebih mendalam.

Menag kemudian membedah filosofi slogan Kementerian Agama, Ikhlas Beramal. Ia menegaskan bahwa ASN tidak cukup hanya menjadi mukhlis (orang yang ikhlas), tetapi perlu naik kelas menjadi mukhlas.

“Kalau mukhlis itu masih bisa tergoda iblis. Tapi kalau mukhlas, iblis sendiri bersumpah tidak akan mampu menggoda hamba-hamba yang sudah sampai pada derajat itu,” ungkap Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.

Tak hanya soal keikhlasan, Menag juga mengulas makna syukur. Ia membedakan antara syukur dan syakur.

Menurutnya, syakur adalah tingkatan spiritual yang lebih tinggi, yakni kemampuan mensyukuri segala keadaan, termasuk situasi sulit dan musibah.

“Jadilah as-syakur. Tuhan itu Maha Baik, maka tidak mungkin ada sesuatu yang buruk dari-Nya. Zona sulit justru sering kali menjadi jalan terdekat untuk kembali kepada Tuhan,” kata Nasaruddin Umar.

Dalam konteks kesabaran, Menag mendorong ASN Kemenag untuk memiliki kualitas as-shobur, yakni kesabaran tingkat tinggi. Ia mengibaratkan sikap ini seperti membalas perlakuan buruk dengan kebaikan.

“Meski difitnah atau dimaki, tetaplah bilang terima kasih, tetap berdakwah, dan tetap membantu. Itulah as-shobur,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Menag memberikan pesan tegas terkait integritas dan kebersihan jiwa. Ia mengingatkan ASN Kemenag untuk menjauhi konsumsi barang haram, karena hal tersebut berdampak langsung pada kebersihan hati dan pikiran.

Baca juga: Mengapa Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag dan BRIN

“Tidak mungkin bersih pikiran, jiwa, dan hati seseorang jika yang dikonsumsi adalah barang haram. Semua daging yang tumbuh dari yang haram, akan dicuci oleh api neraka,” tegas Menag.

Pesan-pesan spiritual tersebut diharapkan menjadi penguat moral ASN Kemenag dalam menjalankan tugas pelayanan publik, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap institusi keagamaan negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar