Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama IDM Rute Jakarta–Yogyakarta, Cek Syarat, Cara Daftar dan Kuotanya

Kompas.com, 14 Februari 2026, 18:00 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - InJourney Destination Management (IDM) membuka Program Mudik Gratis BUMN 2026 dari Jakarta dengan tujuan Yogyakarta dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026.

Program ini diumumkan Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan di Yogyakarta, Jumat (13/2/2026).

Mudik gratis tersebut mengusung tema “Mudik Aman Berbagi Harapan” dengan moda transportasi bus.

Baca juga: Mudik Gratis Pelni 2026 Dibuka, Simak Cara Daftar, Syarat, dan Rutenya

Kuota 100 Kursi Bus Rute Jakarta–Yogyakarta

Febrina menjelaskan program reguler yang digelar menjelang Idulfitri ini akan memberangkatkan peserta menggunakan bus dari Jakarta menuju Yogyakarta.

"Program reguler yang diselenggarakan menjelang Hari Raya Idulfitri ini akan membuka kuota 100 kursi mudik dengan menggunakan bus tujuan Jakarta-Yogyakarta," kata Febrina.

Rute perjalanan mudik akan dimulai dari Jakarta melalui Tol Bawen, Jawa Tengah, kemudian melintasi Secang, Magelang, Mungkid, Muntilan, Kabupaten Sleman (DIY), hingga pemberhentian akhir di Terminal Giwangan, Yogyakarta.

"Pemilihan rute ini diharapkan dapat menjangkau titik-titik mayoritas pemudik yang memudahkan peserta sampai ke kediaman masing-masing dengan efisien," katanya.

Syarat dan Prosedur Pendaftaran

Masyarakat yang ingin mengikuti Mudik Gratis BUMN 2026 diwajibkan melakukan registrasi melalui tautan tinyurl.com/mudikgratisIDM2026. 

Selain itu, peserta harus menyiapkan dokumen administrasi digital berupa hasil pindai KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk proses verifikasi.

Calon peserta harus mengisi formulir pendaftaran secara daring dengan ketentuan satu formulir berlaku untuk satu keluarga dalam satu KK yang sama.

"Apabila terdapat pendaftar yang berasal dari KK yang berbeda, maka sistem secara otomatis mewajibkan pendaftaran dilakukan secara terpisah guna memastikan validitas data manifes penumpang," katanya.

Peserta juga wajib mengikuti akun Instagram resmi @idm.impact dan @injourneydestination serta mengunggah tangkapan layar sebagai bukti ke dalam formulir pendaftaran.

"Setelah proses input data selesai, tim verifikator akan melakukan seleksi administratif, dan peserta yang dinyatakan lolos akan diundang secara resmi untuk bergabung ke dalam grup WhatsApp Mudik Gratis IDM Tahun 2026" pada 20 Februari 2026," katanya.

Karena kuota terbatas dan adanya komitmen operasional, peserta yang telah terdaftar tidak diperkenankan membatalkan keberangkatan secara sepihak dan diminta memastikan kesiapan sesuai jadwal.

Kolaborasi BUMN dan Dukungan Logistik

Melalui program ini, pendaftar secara otomatis menyetujui pembagian data kepada PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT TWC), PT Jasa Raharja, Danantara Indonesia, BP BUMN, serta Kementerian Perhubungan sesuai regulasi perlindungan data untuk mendukung koordinasi logistik dan keamanan perjalanan.

Menurut Febrina, program ini diinisiasi oleh Badan Pengaturan BUMN dan Danantara sebagai bentuk kontribusi sektor publik dalam mendukung kelancaran arus mudik nasional.

"Hal ini dilakukan dengan memberikan solusi transportasi yang aman, nyaman, dan terorganisir bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman," katanya.

Ia menambahkan Mudik Bersama BUMN sejalan dengan semangat Bersama Ciptakan Ramadan penuh Makna sebagai bentuk pengabdian berkelanjutan kepada masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah menuju kampung halaman adalah perjalanan yang bermakna, tertib, dan memberikan ketenangan batin. Melalui Mudik Aman Berbagi Harapan, IDM hadir untuk merajut kembali kehangatan keluarga melalui pengadaan transportasi yang layak dan aman, sehingga momen Idul Fitri tahun ini menjadi kenangan yang indah bagi seluruh peserta," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa program ini menjadi bukti bahwa kehadiran BUMN dapat dirasakan publik melalui program yang lebih dekat, menjangkau, lebih peduli, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar