Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sunnah Sahur yang Dianjurkan Rasulullah di Bulan Ramadhan

Kompas.com, 15 Februari 2026, 14:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sahur bukan sekadar rutinitas makan sebelum fajar. Dalam ajaran Islam, sahur memiliki nilai ibadah dan dimensi spiritual yang membedakan puasa umat Islam dengan umat terdahulu. Di waktu yang sering diliputi kantuk inilah justru tersimpan keberkahan yang besar.

Lalu, bagaimana tuntunan sunnah sahur sesuai ajaran Muhammad? Apa saja adab dan amalan yang dianjurkan agar sahur tidak hanya menjadi aktivitas fisik, melainkan juga sarana meraih pahala di bulan Ramadhan?

Sahur: Sunnah yang Sarat Keberkahan

Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur. Anjuran ini ditegaskan dalam hadits riwayat Imam Bukhari:

“Barang siapa yang ingin berpuasa maka hendaklah ia bersahur.” (HR Bukhari)

Dalam hadits lain disebutkan:

السَّحُوْرُ أَكْلَةٌ فِيْهِ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوْهُ

As-sahûru aklatun fîhi barakah, falâ tada‘ûhu

Artinya: “Sahur adalah makanan yang di dalamnya terdapat keberkahan, maka janganlah kalian meninggalkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dikutip dari buku Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari karya KH Muhammad Habibillah, sahur tidak hanya berfungsi menjaga stamina, tetapi juga menjadi bentuk ittiba’ (mengikuti sunnah) yang mengundang keberkahan Ilahi. Keberkahan inilah yang menjadikan puasa lebih bernilai di sisi Allah.

Baca juga: Berapa Hari Lagi Puasa 2026: Imsak Bukan Sekadar Tanda Sahur

Pembeda Puasa Umat Islam dan Ahli Kitab

Sahur juga menjadi identitas pembeda antara puasa umat Islam dan puasa Ahli Kitab. Rasulullah SAW bersabda:

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Fashlu mâ baina shiyâminâ wa shiyâmi ahlil-kitâbi aklatus-sahar

Artinya: “Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan, makan sahur menjadi syiar penting yang menunjukkan karakter ibadah puasa dalam Islam, tidak memberatkan, namun tetap menjaga semangat spiritual.

1. Tidak Meninggalkan Sahur, Meski Hanya Seteguk Air

Sunnah pertama yang sangat ditekankan adalah tidak meninggalkan sahur, walaupun hanya dengan sedikit makanan atau minuman.

Rasulullah SAW bersabda:

وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ

Walau an yajra‘a ahadukum jar‘atan min mâ’

Artinya: “Walaupun hanya dengan seteguk air.” (HR Ahmad)

Dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW karya Abduh Zulfidar Akaha disebutkan bahwa sikap Rasulullah SAW menunjukkan kesederhanaan dalam sahur.

Tidak ada keharusan menyantap hidangan mewah. Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan beliau menyukai sahur dengan kurma.

Prinsipnya sederhana, jangan sampai melewatkan waktu penuh berkah tersebut.

2. Mengakhirkan Waktu Sahur hingga Mendekati Fajar

Selain menganjurkan sahur, Rasulullah SAW juga mengajarkan agar sahur dilakukan mendekati waktu Subuh.

Dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan:

لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَّرُوا السَّحُورَ

Lâ tazâlu ummatî bikhairin mâ ‘ajjalû al-fithra wa akhkhârû as-suhûr

Artinya: “Umatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”

Riwayat dari Zaid bin Tsabit menjelaskan bahwa jarak antara sahur Rasulullah SAW dan azan Subuh kira-kira sepanjang membaca 50–60 ayat Al-Qur’an (HR Bukhari).

Artinya, sahur tidak dilakukan terlalu awal sehingga tubuh tetap memiliki cadangan energi lebih optimal.

Dalam perspektif fikih, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah az-Zuhaili, mengakhirkan sahur termasuk sunnah muakkadah karena memberikan maslahat jasmani sekaligus mengikuti tuntunan Nabi.

Baca juga: Niat Puasa Ramadhan: Doa Sahur Rasulullah yang Jarang Diketahui

3. Mengisi Waktu Sahur dengan Zikir dan Membaca Al-Qur’an

Waktu antara sahur dan azan Subuh bukanlah waktu kosong. Justru di saat itulah suasana paling tenang untuk bermunajat.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 17:

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Wal mustaghfirîna bil-ashâr

Artinya: “Dan orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur.”

Ayat ini menunjukkan bahwa waktu sahur adalah waktu istighfar dan doa. Para ulama tafsir, seperti Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim, menjelaskan bahwa “bil-ashar” merujuk pada waktu menjelang fajar, saat doa sangat mustajab.

Membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, dan berdoa menjadikan sahur sebagai momen spiritual yang memperkuat kualitas puasa.

4. Niat Puasa di Waktu Malam

Sahur juga menjadi momentum mempertegas niat puasa. Dalam hadits disebutkan:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Man lam yubayyitish-shiyâma qablal-fajr falâ shiyâma lah

Artinya: “Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Abu Dawud)

Meski niat cukup di dalam hati, waktu sahur memudahkan seorang Muslim untuk menghadirkan kesadaran penuh bahwa ibadah puasa dilakukan karena Allah SWT.

5. Menjaga Kesederhanaan dan Tidak Berlebihan

Sunnah sahur bukan tentang memperbanyak menu, tetapi menjaga keseimbangan. Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa makan berlebihan dapat melemahkan semangat ibadah.

Sahur ideal adalah secukupnya, bergizi, dan tidak melalaikan tujuan utama puasa menahan diri dan meningkatkan ketakwaan.

Baca juga: Puasa Ramadhan: Tidur Setelah Sahur, Bolehkah atau Makruh?

Sahur sebagai Awal Kualitas Puasa

Sahur yang dijalankan sesuai sunnah bukan hanya memberi energi fisik, tetapi juga menumbuhkan kesiapan spiritual.

Mengakhirkan sahur, tidak meninggalkannya, memperbanyak istighfar, serta membaca Al-Qur’an menjadikan waktu dini hari penuh makna.

Di tengah rasa kantuk, tersimpan peluang pahala yang besar. Justru di saat banyak orang terlelap, seorang Muslim yang bangun untuk sahur sedang menapaki jejak Rasulullah SAW.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang membangun kesadaran sejak sebelum fajar. Dan semuanya bisa dimulai dari satu langkah sederhana, sahur yang mengikuti sunnah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar