Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model “Gamis Bini Orang” hingga Warna Earth Tone Jadi Favorit

Kompas.com, 4 Maret 2026, 20:04 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri, tren baju gamis Lebaran 2026 mulai terlihat di berbagai pusat perbelanjaan busana muslim. Di Pasar Tanah Abang, Jakarta, para pedagang dan produsen mulai memamerkan koleksi terbaru dengan model yang lebih inovatif, bahan premium, serta pilihan warna yang menenangkan.

Tahun ini, tren gamis tidak hanya menonjolkan kesan anggun, tetapi juga menawarkan desain yang lebih fleksibel dan nyaman dipakai saat silaturahmi Lebaran.

Mulai dari model viral di media sosial hingga inovasi bahan anti-UV, berikut beberapa tren gamis Lebaran 2026 yang diprediksi akan populer.

Baca juga: Gamis “Bini Orang” Viral! Ini Tren Busana Lebaran 2026, dari Rompi Lepas hingga Gaya Old Money

Model “Gamis Bini Orang” Jadi Tren Viral

Salah satu model yang paling banyak dibicarakan adalah “Gamis Bini Orang”, yaitu gamis dengan desain rompi lepas atau detachable vest.

Model ini menarik perhatian karena menawarkan dua tampilan dalam satu pakaian. Saat rompinya dipakai, gamis terlihat lebih formal dan elegan. Namun ketika rompi dilepas, tampilannya menjadi lebih simpel dan santai.

Tak hanya itu, produsen busana muslim juga menghadirkan berbagai seri dengan nama unik seperti:

  • Gamis Bini Sultan
  • Idaman Mertua Series
  • Kebanggaan Mertua
  • Kesayangan Mertua

Selain model tersebut, gamis bergaya Hanbok ala Korea juga mulai dilirik, terutama oleh anak muda yang ingin tampil berbeda namun tetap sopan saat Lebaran.

Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model ?Gamis Bini Orang? Jadi Tren Viral.Ilustrasi dibuat AI Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model ?Gamis Bini Orang? Jadi Tren Viral.

Bahan Premium Jadi Pilihan Utama

Selain model, material gamis Lebaran 2026 juga mengalami perkembangan. Banyak produsen kini memilih bahan yang nyaman sekaligus terlihat mewah.

Beberapa bahan yang sedang populer antara lain:

  • Tensel Crepe Premium dengan tekstur lembut dan jatuh elegan
  • Cerutty Baby Doll yang ringan dan flowy
  • Semi Sutra Impor untuk kesan glamor

Inovasi menarik lainnya adalah penggunaan bahan anti-UV, yang mampu memberikan perlindungan ekstra saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika bersilaturahmi dari rumah ke rumah saat Lebaran.

Untuk detail, tren terbaru menonjolkan payet jahit manual serta bordir sulam halus, yang memberi kesan eksklusif seperti busana butik.

Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Bahan Premium Jadi Pilihan Utama.Ilustrasi dibuat AI Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Bahan Premium Jadi Pilihan Utama.

Warna Earth Tone Mendominasi Lebaran 2026

Dalam hal warna, earth tone menjadi tema besar yang diprediksi mendominasi tren gamis tahun ini.

Beberapa warna yang paling banyak muncul di koleksi terbaru antara lain:

  • Cloud Dancer (putih gading dengan sentuhan vanila)
  • Beige, moka, krem, dan sage green
  • Cokelat muda dan warna alam lainnya

Selain itu, warna-warna mewah juga tetap diminati, seperti:

  • Emerald green
  • Mauve dengan aksen gold
  • Burgundy dan mahogany

Untuk segmen anak muda, warna yang lebih lembut seperti ice blue, butter, dan lilac juga menjadi favorit.

Baca juga: Penyebab “Gamis Bini Orang” Viral Jelang Lebaran 2026, Tampil Classy dengan harga Terjangkau

Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai:Warna Earth Tone Mendominasi Lebaran 2026.Ilustrasi dibuat AI Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai:Warna Earth Tone Mendominasi Lebaran 2026.

Potongan Baju Bikin Siluet Terlihat Ramping

Desain gamis tahun ini juga banyak menonjolkan potongan yang membuat tubuh terlihat lebih jenjang.

Beberapa teknik yang digunakan antara lain:

  • Pola oval pada bagian tubuh
  • Motif garis vertikal
  • Belt mutiara atau tali pinggang terpisah

Selain gamis panjang klasik, model midi dress dengan panjang sekitar 125 cm juga mulai populer, terutama bagi wanita dengan tinggi badan tidak terlalu tinggi.

Model ini membuat gamis tetap terlihat elegan tanpa perlu memotong bagian bawah pakaian.

Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Potongan Baju Bikin Siluet Terlihat Ramping.Ilustrasi dibuat AI Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Potongan Baju Bikin Siluet Terlihat Ramping.

Harga Gamis Lebaran 2026 Masih Terjangkau

Meski tampil dengan desain yang lebih modern dan bahan premium, harga gamis Lebaran di Pasar Tanah Abang masih relatif terjangkau.

Untuk kategori harga:

  • Gamis harian: mulai sekitar Rp 100.000
  • Gamis Lebaran premium: Rp 220.000 – Rp 450.000
  • Set sarimbit keluarga: bisa mencapai Rp 600.000 atau lebih

Harga tersebut tergantung bahan, detail bordir, serta kerumitan desain.

Lebaran 2026: Anggun, Nyaman, dan Tetap Stylish

Tren baju gamis Lebaran 2026 menunjukkan perpaduan menarik antara gaya modern dan kesopanan khas busana muslim.

Baca juga: Model Baju Lebaran 2026 Wanita Terbaru: Dari “Gamis Bini Orang” hingga Minimalis Elegan

Dengan model fleksibel seperti gamis rompi lepas, bahan premium yang nyaman, serta warna-warna lembut bernuansa alam, gamis tahun ini menawarkan pilihan yang cocok untuk berbagai usia.

Tak heran jika menjelang Ramadan hingga Idulfitri, pusat grosir busana muslim mulai ramai oleh pemburu gamis yang ingin tampil anggun saat merayakan hari kemenangan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar