Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Puncak Haji 2026, Satgas Armuzna Cek Kesiapan Layanan di Arafah

Kompas.com, 4 Mei 2026, 11:33 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah melalui Satuan Tugas Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mulai mengintensifkan berbagai persiapan di lapangan.

Salah satu langkah krusial dilakukan dengan meninjau langsung kesiapan markas dan layanan jemaah di wilayah Arafah.

Peninjauan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh skema pelayanan berjalan optimal saat jutaan jemaah, termasuk dari Indonesia, melaksanakan puncak ibadah haji, yakni wukuf.

Peninjauan Langsung di Arafah

Dilansir dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj RI), kegiatan peninjauan dilakukan pada Minggu (3/5/2026) dan dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna, Surnadi, bersama tim Satgas Arafah.

Fokus utama kegiatan ini mencakup pengecekan titik koordinat markas, pemetaan rute murur (pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina), hingga simulasi sistem evakuasi di 10 sektor Adhoc yang telah disiapkan.

“Fokus kami hari ini memastikan posisi-posisi atau kedudukan-kedudukan markas, rute murur, dan sistem evakuasi di 10 sektor Adhoc. Jangan sampai ada yang terlewat,” tegas Surnadi.

Langkah ini menunjukkan bahwa setiap detail teknis menjadi perhatian serius, mengingat kompleksitas pergerakan jemaah pada fase puncak haji.

Baca juga: Nekat Haji Tanpa Izin, 5 Orang Ditangkap Saat Masuk Makkah Lewat Gurun

Temuan di Lapangan dan Koordinasi Lanjutan

Dalam proses peninjauan, tim menemukan sejumlah titik markas yang dinilai masih perlu disempurnakan.

Koordinasi lanjutan dengan pihak syarikah (penyedia layanan haji di Arab Saudi) pun menjadi agenda penting.

Selain itu, kesiapan jalur transportasi, khususnya bus taraddudi yang akan mengangkut jemaah, serta kesiapan petugas murur menjadi perhatian utama.

Hal ini berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas jemaah pada 9 Zulhijah, saat seluruh rangkaian ibadah mencapai puncaknya.

586 Personel Disiagakan di 10 Sektor

Untuk mendukung operasional di lapangan, Satgas Arafah mengerahkan total 586 personel yang akan ditempatkan di 10 sektor Adhoc. Setiap sektor dirancang sebagai pusat layanan terpadu bagi jemaah Indonesia.

Para petugas dijadwalkan mulai menempati pos masing-masing pada 7 Zulhijah pukul 15.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Mereka akan bertugas memastikan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan berjalan optimal.

Dalam sistem ini, sektor Adhoc menjadi ujung tombak pelayanan, sekaligus titik koordinasi utama dalam mengatasi berbagai potensi kendala di lapangan.

Baca juga: Tak Perlu Bawa Paspor Fisik, Jemaah Haji Bisa Gunakan ID Digital di Arab Saudi

Menjamin Wukuf yang Aman dan Khusyuk

Menurut Surnadi, peninjauan ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab besar dalam menjamin kenyamanan jemaah.

“Ini bukan sekadar peninjauan, tapi ini keharusan kami dalam meyakinkan dan memastikan jemaah Indonesia dapat menempati tenda-tenda, sehingga jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ungkapnya.

Wukuf di Arafah sendiri merupakan rukun haji yang paling utama. Dalam perspektif fikih, ibadah haji tidak sah tanpa pelaksanaan wukuf.

Oleh karena itu, kesiapan fasilitas di Arafah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji.

Tahapan Persiapan Menuju Puncak Haji

Peninjauan ini merupakan bagian dari tahap perencanaan dan persiapan Satgas Armuzna yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 Mei 2026.

Setelah tahap ini, akan dilakukan sosialisasi kepada jemaah di sektor-sektor Makkah, apel gelar pasukan, hingga rapat koordinasi akhir.

Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji karya M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa pengelolaan haji modern memerlukan integrasi antara aspek ibadah dan manajemen logistik.

Mulai dari transportasi, kesehatan, hingga pengaturan massa, semuanya harus dirancang secara sistematis.

Hal ini sejalan dengan langkah Satgas Armuzna yang menekankan kesiapan teknis dan koordinasi lintas pihak.

Baca juga: Arab Saudi Terapkan Sensor Pintar di Mina, Terhubung dengan Kartu Nusuk Jemaah Haji

Kompleksitas Armuzna: Tantangan dan Strategi

Wilayah Armuzna yang mencakup Arafah, Muzdalifah, dan Mina merupakan titik paling krusial dalam seluruh rangkaian ibadah haji. Dalam waktu singkat, jutaan jemaah bergerak secara bersamaan di area yang relatif terbatas.

Kondisi ini menuntut strategi pengelolaan yang presisi, termasuk pengaturan rute murur, distribusi tenda, hingga sistem evakuasi darurat. Kesalahan kecil dalam perencanaan dapat berdampak besar terhadap keselamatan jemaah.

Karena itu, langkah peninjauan langsung seperti yang dilakukan Satgas menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko.

Refleksi: Antara Ibadah dan Manajemen Modern

Persiapan haji di era modern menunjukkan bahwa ibadah tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga manajemen yang kompleks.

Di balik kekhusyukan wukuf, terdapat kerja besar yang melibatkan ribuan petugas dan perencanaan matang.

Upaya Satgas Armuzna dalam menyisir kesiapan markas di Arafah menjadi gambaran bagaimana pelayanan haji terus berkembang, menyesuaikan dengan jumlah jemaah yang semakin besar.

Pada akhirnya, semua langkah ini bermuara pada satu tujuan, yaitu memastikan setiap jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan di Tanah Suci.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar