Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kereta Cepat Haramain Tambah 2,2 Juta Kursi untuk Haji 2026, Ini Rutenya

Kompas.com, 5 Mei 2026, 11:48 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat layanan transportasi untuk menyambut musim haji 1447 H/2026 M.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas Haramain High-Speed Railway yang kini mencapai lebih dari 2,2 juta kursi.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan jemaah antar kota suci yang setiap tahunnya semakin padat, terutama pada fase puncak ibadah haji.

Lonjakan Kapasitas untuk Antisipasi Jemaah Membludak

Dilansir dari Arab News, Operator Saudi Arabia Railways (SAR) menambah sekitar 210.000 kursi dibandingkan musim haji sebelumnya.

Peningkatan ini menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi dalam mengelola arus jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Kereta cepat ini menghubungkan sejumlah titik vital, mulai dari Makkah, Madinah, Jeddah, hingga King Abdulaziz International Airport dan King Abdullah Economic City.

Jalur ini menjadi tulang punggung transportasi modern yang memudahkan jemaah berpindah antar kota tanpa harus menghadapi kemacetan darat yang padat.

Baca juga: Jual Artefak Ilegal, 11 Orang di Arab Saudi Didenda hingga Rp 60 Juta

Ribuan Perjalanan dan Teknologi Kereta Modern

Melalui laporan Saudi Gazette, Selama musim haji 2026, diperkirakan lebih dari 5.300 perjalanan akan dioperasikan. Layanan ini didukung oleh 35 rangkaian kereta listrik berteknologi tinggi.

Setiap kereta mampu mengangkut hingga 417 penumpang dalam satu perjalanan. Dengan kecepatan maksimal mencapai 300 km/jam di jalur sepanjang 453 kilometer, Haramain menjadi salah satu sistem transportasi tercepat di kawasan Timur Tengah.

Kecepatan ini secara signifikan memangkas waktu tempuh. Perjalanan antara Makkah dan Madinah yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam saja.

Sejarah dan Peran Strategis Kereta Haramain

Kereta cepat Haramain mulai beroperasi secara komersial pada 2018 dan sejak itu menjadi bagian penting dari transformasi infrastruktur transportasi Arab Saudi.

Dalam konteks haji, kehadiran moda ini tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga berkaitan dengan manajemen kerumunan (crowd management).

Dalam buku Hajj and the Umrah: From A to Z karya A.H. Mathkour dijelaskan bahwa pengelolaan mobilitas jemaah merupakan salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji modern.

Transportasi cepat dan terintegrasi seperti Haramain dinilai mampu mengurangi kepadatan di jalan raya serta meningkatkan keselamatan jemaah.

Baca juga: Saudi Genjot Jalan Super Canggih untuk Haji 2026, Target Nol Macet dan Tekan Angka Kematian

Digitalisasi Layanan: Jemaah Kini Gunakan ID Digital

Selain peningkatan kapasitas transportasi, Arab Saudi juga memperkenalkan inovasi lain berupa identitas digital bagi jemaah.

Melalui platform Absher yang dikelola Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia, jemaah kini dapat menggunakan ID digital sebagai pengganti dokumen fisik saat bepergian di dalam negeri.
Identitas ini diakui secara resmi oleh pemerintah Saudi dan memungkinkan jemaah:

  • Bepergian tanpa membawa paspor fisik
  • Mengakses layanan publik dengan lebih mudah
  • Mempercepat proses pemeriksaan di berbagai titik

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital yang sejalan dengan visi besar Arab Saudi dalam modernisasi layanan haji.

Dampak bagi Kenyamanan dan Kualitas Ibadah

Peningkatan kapasitas kereta cepat dan digitalisasi layanan memiliki dampak langsung terhadap pengalaman ibadah jemaah.

Dalam perspektif sosiologi agama, kemudahan akses dan efisiensi transportasi berkontribusi pada kekhusyukan ibadah.

Seperti dijelaskan dalam buku The Sociology of Religion karya Max Weber, faktor eksternal seperti kenyamanan dan keteraturan sosial dapat memengaruhi kualitas pengalaman spiritual seseorang.

Dengan perjalanan yang lebih cepat, aman, dan terorganisir, jemaah memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk fokus pada rangkaian ibadah haji.

Baca juga: Cara Tarik Uang Tunai di ATM Arab Saudi dengan Kartu dari Indonesia, Jemaah Haji Wajib Tahu

Upaya Berkelanjutan Arab Saudi dalam Layanan Haji

Langkah peningkatan kapasitas Kereta Cepat Haramain menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu Allah.

Modernisasi transportasi, integrasi teknologi digital, serta peningkatan kapasitas secara signifikan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi jumlah jemaah yang terus meningkat setiap tahun.

Ke depan, sistem transportasi seperti Haramain diperkirakan akan semakin berperan penting dalam menciptakan penyelenggaraan haji yang lebih tertib, efisien, dan manusiawi.

Ibadah Jadi Lebih Mudah

Kereta Cepat Haramain bukan sekadar moda transportasi, melainkan simbol transformasi layanan haji di era modern.

Dengan kapasitas mencapai 2,2 juta kursi pada musim haji 2026, mobilitas jemaah diharapkan semakin lancar dan nyaman.

Di tengah jutaan manusia yang berkumpul untuk satu tujuan spiritual, kehadiran teknologi dan infrastruktur yang andal menjadi jembatan penting antara ibadah dan kemudahan, membantu jemaah menjalankan rukun Islam kelima dengan lebih tenang dan khusyuk.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar