Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masjid Tan’im Jadi Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia Ambil Miqat Umrah Sunah

Kompas.com, 14 Mei 2026, 19:37 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Masjid Sayyidah Aisyah atau Masjid Tan’im menjadi salah satu lokasi favorit jamaah calon haji Indonesia untuk mengambil miqat umrah sunah di Makkah.

Selain jaraknya dekat dari pusat Kota Makkah, masjid tersebut juga memiliki fasilitas yang dinilai memadai untuk kebutuhan jamaah.

Jamaah Indonesia pun banyak terlihat memadati kawasan masjid, terutama untuk berganti pakaian ihram sebelum melaksanakan umrah sunah.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga mengimbau jamaah tetap menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.

Baca juga: Jangan Panik Jika Tiba-tiba Haid setelah Niat Ihram dari Miqat, Ini yang Harus Dilakukan Jemaah Haji

Masjid Tan’im Jadi Tempat Miqat Favorit Jamaah Haji Indonesia

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Erti Herlina mengatakan Masjid Sayyidah Aisyah di Tan’im menjadi pilihan favorit jamaah Indonesia karena fasilitasnya lengkap dan mendukung kenyamanan beribadah.

Menurutnya, masjid yang dikenal sebagai Masjid Tan’im tersebut menyediakan fasilitas kamar mandi dan tempat berganti pakaian ihram yang cukup memadai.

Baca juga: Masjid Bir Ali Madinah Tempat Miqat Jemaah Haji Indonesia: Lokasi, Sejarah, dan Arsitektur

"Masjid itu menyediakan fasilitas kamar mandi dan tempat berganti pakaian ihram yang cukup memadai. Tak heran jika jamaah calon haji Indonesia sangat mudah ditemukan di sana," ujar Erti, Kamis.

Jarak Masjid Tan’im Dekat dari Kota Makkah

Masjid Tan’im berada di batas tanah haram, tepat di luar wilayah inti Kota Makkah. Lokasinya dapat ditempuh sekitar 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan dengan jarak kurang lebih tujuh kilometer dari pusat kota.

Akses menuju lokasi juga dinilai mudah karena jamaah dapat menggunakan taksi dengan tarif sekitar 40 riyal sekali jalan.

Biaya transportasi tersebut akan terasa lebih ringan apabila digunakan bersama rombongan jamaah.

Jamaah Disarankan Ambil Miqat Setelah Ashar

Sebagai upaya menjaga kenyamanan jamaah, PPIH Arab Saudi menyarankan jamaah Indonesia mengambil miqat di Tan’im pada waktu setelah salat Ashar.

Menurut Erti, waktu sore dinilai lebih nyaman dibandingkan siang hari karena suhu udara tidak terlalu panas.

Selain itu, pemilihan waktu selepas Ashar juga bertujuan menghindari kepadatan jamaah yang biasanya terjadi setelah Maghrib dan Isya.

"Karena habis Maghrib atau Isya semakin ramai di sini," ujar Erti.

Jamaah Lansia Diminta Jaga Kondisi Jelang Puncak Haji

PPIH mengingatkan kepadatan jamaah di kawasan Masjid Tan’im berpotensi menimbulkan risiko, terutama bagi jamaah lanjut usia yang dapat terpisah dari rombongan.

Karena itu, jamaah diminta memperhatikan kondisi sekitar dan menjaga kebersamaan selama berada di lokasi miqat.

Keramaian biasanya terjadi karena jamaah dari berbagai negara datang untuk mengambil miqat umrah sunah pada malam hari saat cuaca lebih sejuk.

Meski umrah sunah menjadi ibadah yang diminati jamaah, Erti mengimbau agar jamaah tetap bijak menjaga kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri terlalu sering melaksanakan umrah.

Hal tersebut penting karena rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan segera dimulai dalam beberapa pekan ke depan.

"Jangan sampai tenaga habis sebelum puncak haji," kata Erti.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar