Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makanan Siap Santap saat Puncak Armuzna

Kompas.com, 16 Mei 2026, 13:17 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Kementerian Haji dan Umrah memastikan ketersediaan makanan siap santap atau Ready to Eat bagi jemaah calon haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji 2026.

Setiap jemaah akan mendapatkan 15 porsi makanan siap santap bercita rasa nusantara untuk menunjang kebutuhan konsumsi saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Makanan tersebut disiapkan dengan menu khas Indonesia, termasuk rendang, agar jemaah tetap merasa nyaman selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Kemenhaj menyatakan distribusi makanan siap santap ke hotel-hotel jemaah calon haji Indonesia akan dilakukan mulai 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.

Baca juga: Terminal Ajyad Sediakan Jalur Khusus Lansia, Jemaah Haji Tak Perlu Berdesakan

Makanan siap santap bercita rasa nusantara

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj Jaenal Effendi mengatakan, menu khas nusantara disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah calon haji Indonesia.

Menurut dia, makanan seperti rendang diharapkan dapat mengobati kerinduan jemaah terhadap cita rasa Tanah Air.

Menu tersebut juga disiapkan agar jemaah merasa lebih nyaman dan tenang selama menjalankan ibadah haji.

"Dari dapur akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jamaah calon haji kita bisa tenang dalam melakukan ibadah," kata Jaenal usai rapat dengan para penyedia layanan konsumsi di Makkah, Arab Saudi, Jumat (15/5) malam, seperti ditulis Antara.

Baca juga: Jemaah Haji Bisa Kekurangan Vitamin D meski Cuaca Panas di Tanah Suci, Ini Saran Dokter

Didistribusikan mulai 23 Mei 2026

Jaenal menjelaskan, pendistribusian makanan siap santap ke seluruh hotel jemaah calon haji Indonesia akan dilakukan pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.

Distribusi tersebut dilakukan sebelum jemaah memasuki fase puncak haji di Armuzna.

Selama rangkaian puncak haji, kebutuhan konsumsi jemaah akan menjadi salah satu layanan penting yang terus dipantau Kemenhaj.

Ketersediaan makanan siap santap diharapkan membantu jemaah menjaga kondisi tubuh saat menjalani aktivitas ibadah yang padat.

Konsumsi Armuzna ditangani syarikah

Selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, pasokan makanan jemaah calon haji akan ditangani oleh syarikah atau perusahaan penyelenggara layanan haji Arab Saudi.

Fase Armuzna berlangsung mulai 8 Dzulhijjah siang hingga 13 Dzulhijjah pagi.

Jaenal menyebut penyedia layanan yang menangani konsumsi jemaah adalah Rakeen Mashariq dan Albait Guest.

"Ini (makanan yang disediakan syarikah) sudah selesai, sudah siap untuk didistribusikan," ujar Jaenal.

Baca juga: Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi

Kualitas makanan dipantau ketat

Kemenhaj melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi terus menjaga standar kualitas masakan untuk jemaah haji Indonesia.

Pemantauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengolahan makanan di dapur penyedia layanan.

Kemenhaj juga memastikan keterlibatan juru masak asal Indonesia di dapur-dapur tersebut.

Langkah ini dilakukan agar cita rasa makanan tetap sesuai dengan selera jemaah Indonesia.

Tiga indikator layanan terpenuhi

Jaenal mengatakan, penyedia dapur sejauh ini telah memenuhi tiga indikator utama pelayanan konsumsi jemaah haji.

Tiga indikator tersebut meliputi kualitas cita rasa Indonesia, takaran porsi atau gramasi yang sesuai standar, serta ketepatan waktu pengiriman ke hotel-hotel jemaah calon haji.

Ia bersyukur layanan konsumsi berjalan sesuai target hingga menjelang fase puncak haji.

Kemenhaj akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi berkala untuk memastikan pelayanan konsumsi tetap optimal bagi para tamu Allah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sidang Isbat Penetapan Kapan Idul Adha 2026 Digelar Minggu Sore
Sidang Isbat Penetapan Kapan Idul Adha 2026 Digelar Minggu Sore
Aktual
292 Jamaah Haji Maros Pilih Haji Ifrad, Kenakan Ihram Lebih Lama Dibanding Haji Tamattu
292 Jamaah Haji Maros Pilih Haji Ifrad, Kenakan Ihram Lebih Lama Dibanding Haji Tamattu
Aktual
Tujuan Edukasi Niat Isytirath untuk Jemaah Haji Lansia dan Risti di Arab Saudi
Tujuan Edukasi Niat Isytirath untuk Jemaah Haji Lansia dan Risti di Arab Saudi
Aktual
Rahasia Cita Rasa Makanan Jemaah Haji, Ada Koki Indonesia yang Jadi Andalan Dapur di Makkah
Rahasia Cita Rasa Makanan Jemaah Haji, Ada Koki Indonesia yang Jadi Andalan Dapur di Makkah
Aktual
Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makanan Siap Santap saat Puncak Armuzna
Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makanan Siap Santap saat Puncak Armuzna
Aktual
Terminal Ajyad Sediakan Jalur Khusus Lansia, Jemaah Haji Tak Perlu Berdesakan
Terminal Ajyad Sediakan Jalur Khusus Lansia, Jemaah Haji Tak Perlu Berdesakan
Aktual
Revano, Siswa Katolik di SMK Muhammadiyah Pekalongan yang Lulus Berprestasi dan Siap ke Jepang
Revano, Siswa Katolik di SMK Muhammadiyah Pekalongan yang Lulus Berprestasi dan Siap ke Jepang
Aktual
Jemaah Haji Bisa Kekurangan Vitamin D meski Cuaca Panas di Tanah Suci, Ini Saran Dokter
Jemaah Haji Bisa Kekurangan Vitamin D meski Cuaca Panas di Tanah Suci, Ini Saran Dokter
Aktual
Rendang hingga Soto Disiapkan untuk Jemaah Selama Puncak Ibadah Haji
Rendang hingga Soto Disiapkan untuk Jemaah Selama Puncak Ibadah Haji
Aktual
Kapan Idul Adha 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Mei
Kapan Idul Adha 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Mei
Aktual
Doa Tawaf Wada’ saat Perpisahan dengan Ka’bah, Lengkap Arab dan Artinya
Doa Tawaf Wada’ saat Perpisahan dengan Ka’bah, Lengkap Arab dan Artinya
Doa dan Niat
Kiai Imjaz, Gus Yahya, dan Gus Yusuf Hadir di PMKNU Cirebon, Sinyal Panas Menuju Muktamar NU 2026
Kiai Imjaz, Gus Yahya, dan Gus Yusuf Hadir di PMKNU Cirebon, Sinyal Panas Menuju Muktamar NU 2026
Aktual
Arab Saudi Ajak Muslim Pantau Hilal 17 Mei, Penentu Awal Zulhijah dan Jadwal Idul Adha 2026
Arab Saudi Ajak Muslim Pantau Hilal 17 Mei, Penentu Awal Zulhijah dan Jadwal Idul Adha 2026
Aktual
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com