Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Cita Rasa Makanan Jemaah Haji, Ada Koki Indonesia yang Jadi Andalan Dapur di Makkah

Kompas.com, 16 Mei 2026, 15:05 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkap peran penting juru masak asal Indonesia dalam menjaga kualitas konsumsi jemaah calon haji di Arab Saudi.

Kehadiran koki Indonesia dinilai menjadi faktor utama dalam menghadirkan makanan bercita rasa khas nusantara selama musim haji berlangsung.

Puluhan dapur katering di Makkah kini mempekerjakan tenaga kerja terampil dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah.

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makanan Siap Santap saat Puncak Armuzna

Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya pengembangan ekosistem ekonomi haji melalui penyerapan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi.

Koki Indonesia Jadi Kunci Cita Rasa Makanan Jemaah Haji

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj Jaenal Effendi mengatakan mayoritas penyedia layanan katering di Arab Saudi saat ini menggunakan jasa juru masak asal Indonesia.

Baca juga: Terminal Ajyad Sediakan Jalur Khusus Lansia, Jemaah Haji Tak Perlu Berdesakan

Kehadiran mereka bertujuan menghadirkan sajian autentik khas Indonesia bagi jamaah calon haji.

"Alhamdulillah dapur di Saudi ini welcome. Mayoritas mereka punya chef dari Indonesia, bahkan ada yang separuh tenaga kerjanya berasal dari Indonesia," ujar Jaenal usai menggelar rapat dengan para penyedia layanan konsumsi di Makkah, Jumat (15/5) malam.

Puluhan Dapur di Makkah Layani Konsumsi Jamaah

Jaenal menjelaskan terdapat sekitar 51 dapur di Makkah yang bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah calon haji Indonesia.

Seluruh dapur tersebut dipastikan memenuhi standar yang ditetapkan otoritas terkait dari Indonesia maupun Arab Saudi.

Menurut dia, dapur-dapur katering itu juga telah memenuhi ketentuan dari Otoritas Makanan dan Obat Arab Saudi atau Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Serapan Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi

Kemenhaj menilai tingginya penyerapan tenaga kerja Indonesia di sektor katering haji menjadi capaian positif dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji.

Para tenaga kerja terampil tersebut dinilai mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Indonesia di Arab Saudi.

"Sehingga memang tujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi haji, di mana ada serapan tenaga-tenaga kerja baru di Saudi ini, bisa tercapai dengan baik," ujar Jaenal.

Menu Nusantara untuk Obati Rindu Tanah Air

Melalui tangan para koki Indonesia, berbagai menu siap santap atau Ready to Eat (RTE) bercita rasa khas nusantara dapat disajikan bagi jamaah calon haji. Salah satu menu yang dipastikan tersedia adalah rendang.

Kehadiran makanan khas Indonesia tersebut diharapkan mampu mengurangi kerinduan jamaah terhadap kampung halaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dengan demikian, jamaah dapat melaksanakan puncak ibadah haji dengan lebih tenang, nyaman, dan bahagia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
 Operasional Haji Gelombang Pertama di Madinah Resmi Berakhir, 3 Kloter Terakhir Diberangkatkan ke Makkah
Operasional Haji Gelombang Pertama di Madinah Resmi Berakhir, 3 Kloter Terakhir Diberangkatkan ke Makkah
Aktual
Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar Minggu 17 Mei, Kemenag Minta Masyarakat Tunggu Keputusan Resmi
Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar Minggu 17 Mei, Kemenag Minta Masyarakat Tunggu Keputusan Resmi
Aktual
Tugas dan Nama Musyrif Diny Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Tugas dan Nama Musyrif Diny Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Aktual
Arab Saudi Siapkan 33.000 Bus dan 5.000 Taksi untuk Layani Jemaah Haji 2026
Arab Saudi Siapkan 33.000 Bus dan 5.000 Taksi untuk Layani Jemaah Haji 2026
Aktual
Skema Murur Haji 2026: Jamaah Wajib Lewati Tengah Malam di Muzdalifah
Skema Murur Haji 2026: Jamaah Wajib Lewati Tengah Malam di Muzdalifah
Aktual
Sidang Isbat Penetapan Kapan Idul Adha 2026 Digelar Minggu Sore
Sidang Isbat Penetapan Kapan Idul Adha 2026 Digelar Minggu Sore
Aktual
292 Jamaah Haji Maros Pilih Haji Ifrad, Kenakan Ihram Lebih Lama Dibanding Haji Tamattu
292 Jamaah Haji Maros Pilih Haji Ifrad, Kenakan Ihram Lebih Lama Dibanding Haji Tamattu
Aktual
Tujuan Edukasi Niat Isytirath untuk Jemaah Haji Lansia dan Risti di Arab Saudi
Tujuan Edukasi Niat Isytirath untuk Jemaah Haji Lansia dan Risti di Arab Saudi
Aktual
Rahasia Cita Rasa Makanan Jemaah Haji, Ada Koki Indonesia yang Jadi Andalan Dapur di Makkah
Rahasia Cita Rasa Makanan Jemaah Haji, Ada Koki Indonesia yang Jadi Andalan Dapur di Makkah
Aktual
Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makanan Siap Santap saat Puncak Armuzna
Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makanan Siap Santap saat Puncak Armuzna
Aktual
Terminal Ajyad Sediakan Jalur Khusus Lansia, Jemaah Haji Tak Perlu Berdesakan
Terminal Ajyad Sediakan Jalur Khusus Lansia, Jemaah Haji Tak Perlu Berdesakan
Aktual
Revano, Siswa Katolik di SMK Muhammadiyah Pekalongan yang Lulus Berprestasi dan Siap ke Jepang
Revano, Siswa Katolik di SMK Muhammadiyah Pekalongan yang Lulus Berprestasi dan Siap ke Jepang
Aktual
Jemaah Haji Bisa Kekurangan Vitamin D meski Cuaca Panas di Tanah Suci, Ini Saran Dokter
Jemaah Haji Bisa Kekurangan Vitamin D meski Cuaca Panas di Tanah Suci, Ini Saran Dokter
Aktual
Rendang hingga Soto Disiapkan untuk Jemaah Selama Puncak Ibadah Haji
Rendang hingga Soto Disiapkan untuk Jemaah Selama Puncak Ibadah Haji
Aktual
Kapan Idul Adha 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Mei
Kapan Idul Adha 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Mei
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com