Editor
KOMPAS.com – Memasuki bulan Safar 1448 Hijriah, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan amal saleh. Berbeda dengan anggapan sebagian masyarakat yang mengaitkan Safar dengan kesialan, Islam justru mengajarkan agar setiap Muslim memperkuat tawakal kepada Allah SWT dan tidak mempercayai mitos yang tidak memiliki dasar syariat.
Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar.
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ
Artinya: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada hamah, dan tidak ada (kesialan pada) bulan Safar." (HR Bukhari dan Muslim).
Karena itu, bulan Safar menjadi momentum untuk memperbanyak doa memohon perlindungan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Amalan Sunnah di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Berikut lima doa yang dianjurkan dibaca sepanjang bulan Safar.
Doa ini dibaca ketika melihat hilal atau memasuki bulan Hijriah, termasuk awal Safar.
Arab
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Latin
Allahu akbar. Allahumma ahillahu 'alaina bil-amni wal-iman, was-salamati wal-islam, wat-taufiqi lima tuhibbu wa tardha, rabbuna wa rabbukallah.
Artinya
"Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkanlah bulan ini kepada kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, Islam, serta taufik untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan ridai. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah."
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan.
Arab
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin
Bismillahil ladzi la yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa la fis sama', wa huwas sami'ul 'alim.
Artinya
"Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Doa ini dianjurkan dibaca tiga kali pada pagi dan petang.
Ini merupakan salah satu doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW.
Arab
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar.
Artinya
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka."(QS Al-Baqarah: 201)
Saat menghadapi berbagai persoalan, umat Islam dianjurkan membaca doa berikut.
Arab
اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
Latin
Allahumma la sahla illa ma ja'altahu sahla, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahla.
Artinya
"Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Engkau dapat menjadikan kesulitan menjadi mudah apabila Engkau menghendakinya."
Istighfar menjadi amalan yang sangat dianjurkan sepanjang waktu, termasuk di bulan Safar.
Arab
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ،
وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin
Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'udzu bika min syarri ma shana'tu, abu'u laka bini'matika 'alayya, wa abu'u bidzanbi faghfirli, fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.
Baca juga: Doa Awal Bulan Safar 1448 H, Arab, Latin, dan Artinya
Artinya
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada janji kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."
Islam tidak mengenal keyakinan bahwa bulan Safar membawa kesialan atau bencana. Sebaliknya, setiap bulan dalam kalender Hijriah adalah kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal saleh.
Selain membaca doa-doa di atas, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, bersedekah, melaksanakan puasa sunnah Senin-Kamis, serta Puasa Ayyamul Bidh yang pada bulan Safar 1448 H diperkirakan jatuh pada 28–30 Juli 2026.
Dengan memperbanyak doa dan amal saleh, seorang Muslim akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menumbuhkan keyakinan bahwa segala kebaikan dan ujian datang atas kehendak-Nya, bukan karena waktu atau bulan tertentu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang