Editor
KOMPAS.com – Prosesi tahunan pencucian Ka'bah kembali digelar di Masjidil Haram, Makkah. Rangkaian persiapan dimulai dengan mengangkat kiswah yang menutupi pintu Ka'bah sebagai penanda dimulainya salah satu tradisi paling bersejarah dalam Islam.
Ritual pencucian Ka'bah dilaksanakan setiap tahun pada 15 Muharram dan menjadi salah satu tradisi yang telah berlangsung sejak lama sebagai bentuk penghormatan terhadap bangunan paling suci bagi umat Islam.
Atas nama Raja Salman bin Abdulaziz, prosesi tahun ini dipimpin oleh Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, Wakil Gubernur Wilayah Makkah.
Dalam prosesi tersebut, bagian dalam Ka'bah dibersihkan menggunakan air Zamzam yang dicampur dengan air mawar serta campuran oud (gaharu) premium, menghasilkan aroma khas yang menyelimuti interior bangunan suci tersebut.
Baca juga: Raja Salman Tunjuk Pangeran Saud Pimpin Prosesi Pencucian Kabah, Ini Tahapannya
Tak hanya dinding bagian dalam, kain pembersih yang digunakan dalam prosesi juga dibasahi dengan campuran air Zamzam dan air mawar tersebut. Tiga tiang penyangga di dalam Ka'bah serta lantainya turut dibersihkan secara menyeluruh.
Setelah proses pencucian selesai, seluruh permukaan bagian dalam Ka'bah dikeringkan sebelum diberi wewangian, sehingga rangkaian ritual tahunan itu berakhir dengan suasana yang harum dan khidmat.
Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjelaskan bahwa tradisi pencucian Ka'bah merupakan bagian dari komitmen Kerajaan Arab Saudi dalam merawat dua masjid suci. Tradisi tersebut telah berlangsung sejak masa pemerintahan Raja Abdulaziz dan terus dilestarikan hingga era Raja Salman bin Abdulaziz serta Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Prosesi tahunan itu juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, anggota korps diplomatik negara-negara Islam yang bertugas di Arab Saudi, serta para penjaga Ka'bah.
Baca juga: Tahun Baru Islam 1448 H Dimulai, Kiswah Kabah Resmi Diganti 1 Muharram
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, otoritas terkait mengerahkan tim teknis, pelayanan, dan rekayasa yang bertugas menyiapkan seluruh kebutuhan prosesi sejak tahap awal hingga selesai.
Tradisi pencucian Ka'bah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi simbol penghormatan umat Islam terhadap Baitullah sekaligus mencerminkan perhatian berkelanjutan Kerajaan Arab Saudi dalam menjaga dan merawat situs paling suci dalam Islam.
Meta Deskripsi:
Tag:
Ka'bah, Pencucian Ka'bah, Masjidil Haram, Makkah, Air Zamzam, Air Mawar, 15 Muharram 1448 H, Raja Salman, Mohammed bin Salman, Pangeran Saud bin Mishaal, Arab Saudi, Kiswah Ka'bah, Baitullah, Tradisi Islam, Haji, Umrah.