Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah

Kompas.com, 18 Mei 2026, 15:30 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Jamaah haji bergerak menuju Muzdalifah setelah melaksanakan wukuf di Arafah dalam rangkaian puncak ibadah haji.

Di Muzdalifah, jamaah bermalam atau mabit dan mengambil kerikil untuk persiapan melempar jumrah di Mina.

Sebagian ulama menyebutkan mabit di Muzdalifah dapat dilakukan meski hanya sebentar melalui skema murur atau sekadar melintas.

Dilansir dari MUI, selain menjadi tempat singgah, Muzdalifah juga merupakan tempat mulia untuk memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah SWT.

Baca juga: Skema Murur Haji 2026: Jamaah Wajib Lewati Tengah Malam di Muzdalifah

Muzdalifah termasuk Masy’aril Haram

Muzdalifah termasuk bagian dari Masy’aril Haram, yaitu pelataran yang dimuliakan karena berada di Tanah Suci.

Kedudukan Muzdalifah disebutkan dalam Alquran melalui firman Allah SWT:

فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَٰتٍ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ عِندَ ٱلْمَشْعَرِ ٱلْحَرَامِ

Artinya: “Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy‘aril Haram.” (QS. Al-Baqarah: 198)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Muzdalifah bukan sekadar tempat singgah setelah Arafah.

Tempat ini juga menjadi ruang bagi jamaah haji untuk berdzikir dan bermunajat kepada Allah SWT.

Baca juga: Hukum Mabit di Muzdalifah dan Mina, Apakah Wajib saat Haji?

Makna Muzdalifah

Secara bahasa, kata Muzdalifah berasal dari makna al-izdilaf yang berarti al-ijtima’ atau berkumpul.

Oleh karena itu, Muzdalifah dimaknai sebagai tempat pertemuan dan tempat berkumpul.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, tempat ini dinamakan Muzdalifah karena Nabi Adam dan Sayyidatuna Hawa ‘alaihimassalam dipertemukan kembali setelah diturunkan ke bumi.

Terlepas dari penafsiran filosofis tersebut, para ulama menjelaskan bahwa mabit di Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijjah merupakan momentum memperbanyak doa dan mengingat Allah.

Momen ini datang setelah jamaah melewati puncak ibadah haji di Padang Arafah.

Doa di Muzdalifah dalam riwayat ulama

Dalam sebuah riwayat disebutkan, orang Arab pada masa Jahiliyyah juga berdoa ketika berada di Masy’aril Haram.

Namun, doa mereka hanya berkisar pada kepentingan duniawi, seperti meminta unta, kambing, harta, dan kemewahan hidup.

Allah SWT kemudian menurunkan ayat untuk mengoreksi cara pandang tersebut.

Seorang mukmin tidak semestinya hanya mengejar dunia, tetapi juga memohon keselamatan akhirat.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang dibawakan Imam Thabrani dalam kitab Ad-Du’a:

وَكَانَ النَّاسُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ إِذَا وَقَفُوا عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ دَعَوْا، فَقَالَ أَحَدُهُمُ: اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي إِبِلًا، اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي غَنَمًا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Dahulu manusia pada masa Jahiliyyah apabila berdiri di Masy‘aril Haram mereka berdoa. Salah seorang dari mereka berkata: ‘Ya Allah, berilah aku unta, ya Allah, berilah aku kambing.’ Maka Allah menurunkan ayat: ‘Di antara manusia ada yang berdoa: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia,’ dan dia tidak memperoleh bagian di akhirat. Dan di antara mereka ada yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.’” (Ad-Du‘a [Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah], h. 275)

Baca juga: Doa Mabit di Muzdalifah: Arab, Latin & Arti, Amalan Mustajab Puncak Malam Haji

Doa yang dianjurkan saat di Muzdalifah

Dari riwayat tersebut, para ulama menyebutkan bahwa salah satu doa yang sangat dianjurkan dibaca ketika berada di Muzdalifah adalah doa yang termaktub dalam ayat tersebut.

Doa ini menghimpun permohonan kebaikan dunia dan akhirat dalam lafaz yang ringkas, tetapi memiliki makna luas.

Berikut lafaz doa di Muzdalifah yang dapat dibaca jamaah haji:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Doa ini tidak hanya berisi permintaan rezeki atau kenikmatan hidup.

Para mufassir menjelaskan, hasanah fid-dunya mencakup ilmu yang bermanfaat, ibadah yang diterima, keluarga saleh, kesehatan, rezeki halal, dan kehidupan yang penuh keberkahan.

Adapun hasanah fil-akhirah meliputi ampunan Allah, kemudahan hisab, dan surga-Nya yang abadi.

Doa memohon pertolongan Allah

Selain doa tersebut, terdapat riwayat lain yang berkaitan dengan dzikir dan doa Nabi SAW dalam rangkaian ibadah haji, tepatnya pada Hari Nahr atau Hari Raya Idul Adha.

Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca dzikir atau doa berikut:

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ فَاكْفِنِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus seluruh makhluk, tiada Tuhan selain Engkau. Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Maka cukupilah seluruh urusanku dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata.’” (HR Thabrani)

Dalam riwayat lengkapnya, doa tersebut dibaca Nabi SAW ketika beliau berada di al-Qarn ats-Tsa’alib, yaitu tempat di luar Muzdalifah.

Namun, apabila dilihat dari sisi momentum, doa ini juga dapat dibaca ketika berada di Muzdalifah.

Hal itu karena mabit di Muzdalifah masih termasuk rangkaian momentum Hari Nahr atau Hari Raya Idul Adha.

Makna doa di Muzdalifah

Doa tersebut menunjukkan puncak ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW yang ma’shum atau terjaga dari dosa tetap memohon agar seluruh urusannya dicukupkan oleh Allah.

Beliau juga memohon agar tidak diserahkan kepada dirinya sendiri walau hanya sekejap mata.

Doa ini menjadi pengingat bahwa jamaah haji sangat membutuhkan pertolongan Allah dalam setiap urusan.

Karena itu, jamaah haji dianjurkan memperbanyak doa di Muzdalifah, baik memohon kebaikan dunia dan akhirat maupun memohon perlindungan serta pertolongan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Aktual
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Aktual
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Aktual
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Aktual
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Aktual
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Aktual
Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi
Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi
Aktual
Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Aktual
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Aktual
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Aktual
Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Doa dan Niat
Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Aktual
Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026
Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026
Aktual
Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com