Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Nenek 105 Tahun Menabung di Kaleng dari Jual Bubur Demi Berhaji

Kompas.com, 22 Mei 2026, 21:48 WIB
Add on Google
Pythag Kurniati,
Puspasari Setyaningrum

Tim Redaksi

MAKKAH, KOMPAS.com - Perjalanan panjang ke Tanah Suci akhirnya berbuah manis bagi Marsiyah Salim (105).

Begitu tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, ucapan syukur "Alhamdulillah" bersahutan menyambut kedatangannya, Jumat (22/5/2026).

Nenek dari rombongan kloter SUB 112 itu lantas dibantu berjalan menuju kursi roda.

Baca juga: 5.400 Calon Haji Lansia Berangkat dari Surabaya, Jemaah Tertua 109 Tahun

Raut wajahnya tidak tampak lelah, meski baru saja melewati penerbangan panjang. Marsiyah yang lahir pada 1 Juli 1921 ini justru terlihat tenang dan bersyukur.

"Ayem (sudah tenang)," ucapnya singkat saat ditanya perasaannya setelah tiba di Tanah Suci.

Baca juga: Bukan Langsung Pulang, Jemaah Haji Zaman Kolonial Wajib Dibuang ke Pulau Ini

Siapa sangka, perjalanan suci jemaah tertua se-Indonesia ini bermula dari sebuah kaleng sederhana.

Bertahun-tahun silam, warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini rutin menyisihkan uang hasil berjualan bubur di depan rumahnya. Niatnya hanya satu: bisa melihat Kabah secara langsung.

"Menabung, saya jualan jenang (bubur). Nabung dikit-dikit di kaleng. Kadang Rp 5 ribu, Rp 2 ribu. Setelah terkumpul saya hitung, lalu ditambahi anak saya," kenang Marsiyah saat diwawancarai, Jumat (22/5/2026)

Kondisi fisik Marsiyah memang terbilang sangat baik di usianya yang sudah lebih dari satu abad. Untuk menjaga staminanya sebelum berangkat, ia punya rutinitas olahraga ringan, meski tak lagi bisa memaksakan diri.

"Jalan-jalan saja di rumah, sebentar-sebentar saja, enggak kuat lama,” ungkapnya.

Sehari-hari, saat masih di Tanah Air, Marsiyah lebih banyak menghabiskan waktu beristirahat. "Sekarang tua enggak ada kegiatan. Enggak pernah ke rumah tetangga, di rumah saja," ucap nenek yang gemar minum susu ini.

Tahun ini, Marsiyah menunaikan ibadah haji dengan pendampingan anak keduanya, Muidah (62).

Mereka mendaftar haji pada tahun 2021 dan langsung mendapat prioritas keberangkatan karena faktor usia lansia.

Kini Marsiyah Salim menanti dimulainya ibadah haji yang tinggal menghitung hari. Adapun puncak haji di Arafah akan berlangsung pada 26 Mei 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dari Mustahik ke Muzaki, Program Kurban BAZNAS 2026 Ubah Nasib Peternak Desa
Dari Mustahik ke Muzaki, Program Kurban BAZNAS 2026 Ubah Nasib Peternak Desa
Aktual
Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat, Kemenhaj Siapkan Badal Haji
Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat, Kemenhaj Siapkan Badal Haji
Aktual
Kisah Nenek 105 Tahun Menabung di Kaleng dari Jual Bubur Demi Berhaji
Kisah Nenek 105 Tahun Menabung di Kaleng dari Jual Bubur Demi Berhaji
Aktual
Kapan Puasa Arafah 2026? Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Kapan Puasa Arafah 2026? Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Kapan Puasa Tarwiyah 2026? Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Kapan Puasa Tarwiyah 2026? Ini Tanggal, Niat, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Arab Saudi Siapkan Operasi Terpadu untuk Keamanan Jemaah Haji 2026
Arab Saudi Siapkan Operasi Terpadu untuk Keamanan Jemaah Haji 2026
Aktual
Khutbah Arafah 2026 akan Diterjemahkan ke 35 Bahasa untuk Umat Islam di Seluruh Dunia
Khutbah Arafah 2026 akan Diterjemahkan ke 35 Bahasa untuk Umat Islam di Seluruh Dunia
Aktual
MUI Imbau Imam dan Khatib Shalat Jumat dan Idul Adha Bacakan Qunut Nazilah untuk Gaza
MUI Imbau Imam dan Khatib Shalat Jumat dan Idul Adha Bacakan Qunut Nazilah untuk Gaza
Aktual
BPJS Kesehatan Ingatkan Jamaah Haji Pastikan Status JKN Aktif
BPJS Kesehatan Ingatkan Jamaah Haji Pastikan Status JKN Aktif
Aktual
Petugas Kesehatan Haji Mulai Petakan Jamaah Risiko Tinggi untuk Murur dan Safari Wukuf
Petugas Kesehatan Haji Mulai Petakan Jamaah Risiko Tinggi untuk Murur dan Safari Wukuf
Aktual
DPR Minta Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Pelaku Kavling Tenda Haji di Armunza
DPR Minta Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Pelaku Kavling Tenda Haji di Armunza
Aktual
Kemenhaj Ingatkan KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Armuzna
Kemenhaj Ingatkan KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Armuzna
Aktual
Kemenhaj Copot Penanda KBIHU di Tenda Arafah, Ancam Cabut Izin yang Sengaja Melanggar
Kemenhaj Copot Penanda KBIHU di Tenda Arafah, Ancam Cabut Izin yang Sengaja Melanggar
Aktual
Takut Suaranya Menyakiti Nabi, Tsabit bin Qais Menangis Memohon Ampun
Takut Suaranya Menyakiti Nabi, Tsabit bin Qais Menangis Memohon Ampun
Aktual
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Perkuat Layanan di Dua Miqat Utama
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Perkuat Layanan di Dua Miqat Utama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com