Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Petugas Kesehatan Haji Mulai Petakan Jamaah Risiko Tinggi untuk Murur dan Safari Wukuf

Kompas.com, 22 Mei 2026, 19:37 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu mulai melakukan pemetaan jamaah calon haji yang akan mengikuti skema Murur maupun diusulkan untuk Safari Wukuf menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi risiko kesehatan bagi jamaah, khususnya yang memiliki kondisi kesehatan berisiko tinggi.

Pemetaan dilakukan bersama petugas kloter dan pembimbing ibadah untuk mencegah terjadinya kegawatdaruratan selama pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, edukasi kesehatan terus diperkuat di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.

Baca juga: Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Perkuat Layanan di Dua Miqat Utama

"TKHK bersama ketua kloter dan pembimbing ibadah melakukan pemetaan dan penentuan yang diusulkan untuk fase Armuzna untuk pencegahan kegawatdaruratan,” kata Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Kurniawan Arianto Abdul Gani di Bengkulu, Jumat (22/5/2026).

Kurniawan mengatakan langkah tersebut dilakukan agar jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji sesuai kondisi kesehatan masing-masing, termasuk bagi jamaah kategori risiko tinggi (risti).

Baca juga: Jemaah Haji Kini Bisa Akses Air Dingin di 2.400 Titik Armuzna 2026

Berdasarkan data hingga Jumat (22/5/2026), seluruh jamaah calon haji Kloter PDG 02, PDG 03, PDG 04, dan PDG 05 asal Bengkulu telah tiba di Kota Makkah, Arab Saudi.

Seluruh jamaah tersebut saat ini menempati Kompleks Hotel Al Hidayah dan telah menyelesaikan ibadah umroh wajib.

Edukasi Kesehatan Diberikan Jelang Armuzna

Menjelang pelaksanaan Armuzna yang dijadwalkan dimulai pada 25 Mei 2026, TKHK Bengkulu terus memberikan edukasi kesehatan kepada jamaah untuk mencegah dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas ekstrem.

Petugas mengimbau jamaah mengonsumsi satu bungkus oralit setiap hari, minum air putih sebanyak 200 cc setiap jam, serta menggunakan alat pelindung diri ketika berada di luar hotel.

Data kesehatan haji mencatat sebanyak 697 layanan kesehatan diberikan kepada jamaah pada Jumat, dengan total akumulasi mencapai 2.951 layanan sejak awal penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara itu, visitasi terhadap jamaah prioritas risiko tinggi mencapai 164 orang dengan total akumulasi 3.553 kunjungan.

Menurut Kurniawan, diagnosis kesehatan terbanyak yang ditangani petugas meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, febris, diabetes melitus, dispepsia, myalgia, dan faringitis.

Tiga Jamaah Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi

Dari sisi rujukan kesehatan, terdapat satu calon haji asal Kota Bengkulu yang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Dengan tambahan tersebut, total tiga calon haji Bengkulu masih menjalani perawatan di RSAS. Adapun jumlah total rujukan ke rumah sakit setempat sejak awal penyelenggaraan ibadah haji mencapai 23 orang.

Secara keseluruhan, jumlah jamaah calon haji Bengkulu yang telah berada di Arab Saudi mencapai 1.344 orang.

Sebanyak 1.343 jamaah berada di Makkah, sementara satu jamaah tercatat meninggal dunia pada 29 April 2026 di Madinah.

Pelayanan kesehatan oleh TKHK Bengkulu tetap berlangsung selama 24 jam guna mendukung kelancaran ibadah jamaah calon haji selama berada di Tanah Suci.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Bedakan Mana Ajaran Islam yang Tetap dan Terbuka untuk Berubah
Muhammadiyah Bedakan Mana Ajaran Islam yang Tetap dan Terbuka untuk Berubah
Aktual
Kemenperin Perkuat Sertifikasi Halal untuk Industri Kecil, 12.171 Pelaku Usaha Difasilitasi
Kemenperin Perkuat Sertifikasi Halal untuk Industri Kecil, 12.171 Pelaku Usaha Difasilitasi
Aktual
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama untuk Rencanakan Mudik
Libur Lebaran 2027 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Tanggal Merah dan Cuti Bersama untuk Rencanakan Mudik
Aktual
BPKH Catat Dana Kelolaan Rp180,72 Triliun pada Akhir 2025
BPKH Catat Dana Kelolaan Rp180,72 Triliun pada Akhir 2025
Aktual
Kemendag Tegaskan Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Larangan Impor
Kemendag Tegaskan Wajib Halal Oktober 2026 Bukan Larangan Impor
Aktual
Mengapa Duduk Tenang Sebelum Shalat Termasuk Sunnah? Ini Penjelasannya
Mengapa Duduk Tenang Sebelum Shalat Termasuk Sunnah? Ini Penjelasannya
Aktual
Muktamar NU Usai, GP Ansor: Sudahi Perdebatan, Saatnya Kembali Berkhidmah
Muktamar NU Usai, GP Ansor: Sudahi Perdebatan, Saatnya Kembali Berkhidmah
Aktual
Rezeki Seret, Apakah Istighfar Benar-Benar Membuka Pintu Rezeki?
Rezeki Seret, Apakah Istighfar Benar-Benar Membuka Pintu Rezeki?
Aktual
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS, Apakah Jadi Harta Warisan?
Orang Meninggal Dapat Pesangon dan BPJS, Apakah Jadi Harta Warisan?
Aktual
3,97 Juta Anak Terindikasi Tak Sekolah, Kemenag Integrasikan Data Madrasah
3,97 Juta Anak Terindikasi Tak Sekolah, Kemenag Integrasikan Data Madrasah
Aktual
Menag Tawarkan Diplomasi Agama Indonesia untuk Redam Konflik Global
Menag Tawarkan Diplomasi Agama Indonesia untuk Redam Konflik Global
Aktual
Khutbah Jumat Bulan Rabiul Akhir 25 September 2026: Menjaga Istiqamah
Khutbah Jumat Bulan Rabiul Akhir 25 September 2026: Menjaga Istiqamah
Aktual
Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Belajar Memaafkan Meski Pernah Terluka
Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Belajar Memaafkan Meski Pernah Terluka
Aktual
Teks Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Syukur Bukan Sekadar Ucapan
Teks Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Syukur Bukan Sekadar Ucapan
Aktual
Khutbah Jumat 25 September 2026: Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat
Khutbah Jumat 25 September 2026: Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar