Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu

Kompas.com, 25 Mei 2026, 21:26 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - PPIH Arab Saudi menyiapkan pengaturan khusus jalur lempar jumrah bagi jamaah haji Indonesia selama fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026.

Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi kepadatan jamaah di kawasan Mina dan Jamarat yang setiap tahun dipadati jutaan jamaah dari berbagai negara.

Jamaah haji Indonesia diprioritaskan menggunakan Jamarat lantai 3 saat melaksanakan lempar jumrah.

Baca juga: Panduan Lempar Jumrah di Mina: Urutan, Waktu, dan Bacaannya

Pengaturan arus tersebut juga didukung petugas khusus yang disiagakan di sejumlah titik strategis selama fase Armuzna.

Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026

Dilansir dari laman MUI, Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) serta Pelindungan Jamaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, mengatakan pengaturan jalur dilakukan demi memperlancar pergerakan jamaah saat prosesi lempar jumrah berlangsung.

“Bagi jamaah kita yang tinggal di tenda Mina, diprioritaskan melaksanakan lempar jumrah di lantai 3,” ujar Harun saat meninjau jalur pergerakan jamaah dari Mina menuju Jamarat di Makkah, Ahad (18/5/2026) sore.

Baca juga: Bacaan Doa saat Melempar Jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah dalam Ibadah Haji

1. Jamaah Masuk Lewat Terowongan Muaisim

Harun menjelaskan, skema tersebut berlaku bagi jamaah yang bermalam di tenda Mina dan tidak mengikuti program tanazul.

Jamaah nantinya diarahkan masuk menuju area Jamarat lantai 3 melalui terowongan Muaisim.

2. Jamaah Tetap Berada di Lantai 3 dan Tunggu Arahan 

Setelah selesai melontar jumrah Aqabah, jamaah diminta tetap berada di lantai 3 dan tidak turun ke area bawah untuk menghindari percampuran arus dengan jamaah lain.

“Setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke bawah. Nanti petugas akan mengarahkan apakah jamaah kembali ke tenda atau menuju hotel,” katanya.

PPIH Arab Saudi juga mengatur alur kepulangan jamaah menuju tenda Mina agar arus pergerakan tetap tertib.

3. Jamaah Memutar untuk Kembali ke Terowongan Muaisim

Jamaah yang kembali ke tenda diarahkan memutar melalui jalur keluar Jamarat sebelum kembali memasuki terowongan Muaisim menuju area Mina.

Seluruh proses pergerakan jamaah dilakukan tetap di lantai 3 guna meminimalkan potensi kepadatan ekstrem saat puncak ibadah haji berlangsung.

“Jadi setelah selesai lempar jumrah, jamaah langsung diarahkan kembali masuk ke terowongan Muaisim menuju tenda Mina,” ujar Harun.

Tim Khusus Mina Disiagakan Selama Armuzna

Selain pengaturan jalur, PPIH Arab Saudi juga membentuk Tim Khusus Mina yang terdiri dari petugas berpengalaman.

Tim tersebut akan bersiaga di kawasan Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga Jamarat selama fase Armuzna untuk membantu pelayanan dan perlindungan jamaah haji Indonesia.

PPIH mengimbau jamaah agar selalu mematuhi arahan petugas, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri saat menjalani prosesi ibadah di Mina.

Pengaturan jalur lempar jumrah melalui Jamarat lantai 3 diharapkan mampu mengurangi risiko kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan jamaah selama puncak haji 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia saat Wukuf di Arafah
Kiai Cholil Nafis Ajak Jemaah Haji Doakan Indonesia saat Wukuf di Arafah
Aktual
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Alur Lempar Jamarat Saat Puncak Haji 2026, Jemaah Wajib Tahu
Aktual
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Cak Imin Minta Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Aktual
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
PPIH Arab Saudi Siagakan Pos Kesehatan di Arafah dan Mina Saat Puncak Haji
Aktual
PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit
PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit
Aktual
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Jamaah Asal Sidrap Tempati Tenda Maktab 60 Mina Jelang Puncak Ibadah Haji
Aktual
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji
Aktual
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan
Aktual
Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi
Tujuh Calon Haji Asal Riau Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Hak Jamaah Dipenuhi
Aktual
Shalat Idul Adha 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Penjelasan MUI
Shalat Idul Adha 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Penjelasan MUI
Aktual
Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna
Timwas Haji DPR Minta Petugas Waspadai Situasi Tak Terduga di Armuzna
Aktual
Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah
Aktual
PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
PPIH Arab Saudi Bagikan Paket Vitamin untuk Jaga Stamina Jamaah Haji Lansia
Aktual
Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com