Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY

Kompas.com, 29 Mei 2026, 20:47 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Takmir Masjid Fatahillah Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan sapi kurban jumbo berinisial “TIW” telah selesai disembelih pada Idul Adha 2026.

Sapi berbobot 1,1 ton yang dikirim dari Jakarta itu menghasilkan sekitar 700 kilogram daging bersih untuk dibagikan kepada warga.

Proses penyembelihan dilakukan pada Rabu (27/5/2026) dengan melibatkan pengurus masjid dan warga sekitar.

Baca juga: Sapi Jumbo 1,2 Ton Dipilih Prabowo sebagai Hewan Kurban di Lamongan

Daging kurban tidak hanya disalurkan kepada masyarakat sekitar Sleman, tetapi juga dikirim ke sejumlah daerah di luar DIY karena jumlahnya melimpah.

Ketua Takmir Masjid Fatahillah Gejayan Muhani di Sleman, Jumat, mengatakan proses penyembelihan sapi TIW dilakukan pada hari pertama kurban.

Baca juga: Sapi Jumbo 1 Ton Lebih Milik Peternak Sukoharjo Dibeli Prabowo untuk Kurban

"Bobot sapi TIW saat hidup itu 1,1 ton, jenisnya metal jumbo," katanya.

Masjid Fatahillah berada di Padukuhan Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, tidak jauh dari kediaman tokoh nasional Amien Rais.

Daging Kurban Dibagikan hingga Luar DIY

Muhani menjelaskan dari berat hidup sapi sekitar 1,1 ton, panitia mendapatkan daging bersih seberat 700 kilogram untuk dibagikan kepada masyarakat.

Menurut dia, melimpahnya jumlah daging membuat distribusi kurban tidak hanya dilakukan di wilayah sekitar masjid, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain di luar DIY.

"Ada yang dibagi ke Kulon Progo, Magelang, Wonosari, Wonosobo, terutama jemaah masjid yang punya saudara di sana atau saat ini tinggal di sana," ujarnya.

Muhani mengaku baru pertama kali menerima bantuan hewan kurban sapi dengan ukuran sebesar itu, terlebih dari sosok yang identitasnya masih dirahasiakan.

"Teman-teman juga heran, kok bisa sampai ke masjid sini, tapi kita bersyukur alhamdulillah rezeki kita ada tambahan sapi yang sebesar itu, pada senang semua," kata Muhani.

Sosok TIW Masih Dirahasiakan

Muhani menjelaskan sapi jumbo itu tiba di Masjid Fatahillah pada Rabu (27/5/2026) pagi.

Informasi yang diterima pengurus masjid menyebutkan nama sohibul kurban hanya ditulis dengan inisial “TIW”, sama seperti tulisan yang tertera pada tubuh sapi.

"Nah kalau (TIW) itu rahasia e, saya nggak berani. Nggak boleh disebutkan namanya," katanya.

Sepengetahuan Muhani, pengirim memang ingin berkurban di masjid wilayah Sleman hingga akhirnya sapi tersebut diberikan ke Masjid Fatahillah yang lokasinya dekat dengan rumah Amien Rais.

"Dekat banget dengan rumah Pak Amien Rais, bahkan beliau juga salah satu pendiri masjid ini dulu," kata Muhani.

Sapi Jumbo Didatangkan dari Boyolali

Sebelumnya, warga Padukuhan Gejayan sempat dihebohkan dengan kedatangan sapi kurban berbobot 1,1 ton dari pengirim misterius berinisial TIW menjelang Hari Raya Idul Adha.

Muhani mengatakan sapi berjenis Simental tersebut dikirim dari Jakarta dan dibeli dari peternak di Boyolali, Jawa Tengah.

"Yang kami terima informasinya sapi ini merupakan kiriman untuk kurban Idul Adha,” kata Muhani.

Ia menegaskan pihak takmir belum mengetahui identitas pasti sosok di balik inisial TIW. Meski memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat, pengurus masjid tetap menyambut baik niat ibadah pengirim.

"Kami tidak mengetahui secara langsung siapa pengirimnya. Yang jelas kami menyampaikan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada warga,” katanya.

Seluruh Warga Dapat Pembagian Daging Kurban

Muhani mengatakan informasi pengiriman sapi pertama kali diterima dari kepala dukuh setempat.

Setelah mendapat kabar tersebut, pengurus masjid langsung menyiapkan kebutuhan logistik dan teknis penyembelihan.

Menurut dia, perwakilan pengirim hanya menyampaikan bahwa hewan kurban tersebut diniatkan atas nama TIW untuk warga sekitar agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Pada Idul Adha tahun ini, Masjid Fatahillah mengelola total lima ekor sapi dan 14 ekor kambing untuk dikurbankan.

Sementara itu, Ketua RT 01 Gejayan Lilik Prabowo mengatakan seluruh paket daging kurban telah dibagikan merata kepada warga tanpa membedakan latar belakang agama.

"Semua warga mendapatkan bagian, baik Muslim maupun non-Muslim. Untuk di RT 01, masing-masing kepala keluarga menerima sekitar dua kilogram daging. Jumlahnya sekitar 150 kepala keluarga,” kata Lilik.

Ia menambahkan jumlah daging kurban tahun ini sangat melimpah sehingga sebagian distribusi juga dilakukan ke sejumlah daerah di luar DIY, termasuk Kebumen dan Magelang di Jawa Tengah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Aktual
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Aktual
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Aktual
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Aktual
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
Aktual
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Aktual
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Aktual
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Aktual
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Aktual
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Aktual
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Aktual
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Aktual
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
Aktual
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Aktual
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com