Editor
KOMPAS.com - Takmir Masjid Fatahillah Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan sapi kurban jumbo berinisial “TIW” telah selesai disembelih pada Idul Adha 2026.
Sapi berbobot 1,1 ton yang dikirim dari Jakarta itu menghasilkan sekitar 700 kilogram daging bersih untuk dibagikan kepada warga.
Proses penyembelihan dilakukan pada Rabu (27/5/2026) dengan melibatkan pengurus masjid dan warga sekitar.
Baca juga: Sapi Jumbo 1,2 Ton Dipilih Prabowo sebagai Hewan Kurban di Lamongan
Daging kurban tidak hanya disalurkan kepada masyarakat sekitar Sleman, tetapi juga dikirim ke sejumlah daerah di luar DIY karena jumlahnya melimpah.
Ketua Takmir Masjid Fatahillah Gejayan Muhani di Sleman, Jumat, mengatakan proses penyembelihan sapi TIW dilakukan pada hari pertama kurban.
Baca juga: Sapi Jumbo 1 Ton Lebih Milik Peternak Sukoharjo Dibeli Prabowo untuk Kurban
"Bobot sapi TIW saat hidup itu 1,1 ton, jenisnya metal jumbo," katanya.
Masjid Fatahillah berada di Padukuhan Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, tidak jauh dari kediaman tokoh nasional Amien Rais.
Muhani menjelaskan dari berat hidup sapi sekitar 1,1 ton, panitia mendapatkan daging bersih seberat 700 kilogram untuk dibagikan kepada masyarakat.
Menurut dia, melimpahnya jumlah daging membuat distribusi kurban tidak hanya dilakukan di wilayah sekitar masjid, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain di luar DIY.
"Ada yang dibagi ke Kulon Progo, Magelang, Wonosari, Wonosobo, terutama jemaah masjid yang punya saudara di sana atau saat ini tinggal di sana," ujarnya.
Muhani mengaku baru pertama kali menerima bantuan hewan kurban sapi dengan ukuran sebesar itu, terlebih dari sosok yang identitasnya masih dirahasiakan.
"Teman-teman juga heran, kok bisa sampai ke masjid sini, tapi kita bersyukur alhamdulillah rezeki kita ada tambahan sapi yang sebesar itu, pada senang semua," kata Muhani.
Muhani menjelaskan sapi jumbo itu tiba di Masjid Fatahillah pada Rabu (27/5/2026) pagi.
Informasi yang diterima pengurus masjid menyebutkan nama sohibul kurban hanya ditulis dengan inisial “TIW”, sama seperti tulisan yang tertera pada tubuh sapi.
"Nah kalau (TIW) itu rahasia e, saya nggak berani. Nggak boleh disebutkan namanya," katanya.
Sepengetahuan Muhani, pengirim memang ingin berkurban di masjid wilayah Sleman hingga akhirnya sapi tersebut diberikan ke Masjid Fatahillah yang lokasinya dekat dengan rumah Amien Rais.
"Dekat banget dengan rumah Pak Amien Rais, bahkan beliau juga salah satu pendiri masjid ini dulu," kata Muhani.
Sebelumnya, warga Padukuhan Gejayan sempat dihebohkan dengan kedatangan sapi kurban berbobot 1,1 ton dari pengirim misterius berinisial TIW menjelang Hari Raya Idul Adha.
Muhani mengatakan sapi berjenis Simental tersebut dikirim dari Jakarta dan dibeli dari peternak di Boyolali, Jawa Tengah.
"Yang kami terima informasinya sapi ini merupakan kiriman untuk kurban Idul Adha,” kata Muhani.
Ia menegaskan pihak takmir belum mengetahui identitas pasti sosok di balik inisial TIW. Meski memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat, pengurus masjid tetap menyambut baik niat ibadah pengirim.
"Kami tidak mengetahui secara langsung siapa pengirimnya. Yang jelas kami menyampaikan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan kepada warga,” katanya.
Muhani mengatakan informasi pengiriman sapi pertama kali diterima dari kepala dukuh setempat.
Setelah mendapat kabar tersebut, pengurus masjid langsung menyiapkan kebutuhan logistik dan teknis penyembelihan.
Menurut dia, perwakilan pengirim hanya menyampaikan bahwa hewan kurban tersebut diniatkan atas nama TIW untuk warga sekitar agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pada Idul Adha tahun ini, Masjid Fatahillah mengelola total lima ekor sapi dan 14 ekor kambing untuk dikurbankan.
Sementara itu, Ketua RT 01 Gejayan Lilik Prabowo mengatakan seluruh paket daging kurban telah dibagikan merata kepada warga tanpa membedakan latar belakang agama.
"Semua warga mendapatkan bagian, baik Muslim maupun non-Muslim. Untuk di RT 01, masing-masing kepala keluarga menerima sekitar dua kilogram daging. Jumlahnya sekitar 150 kepala keluarga,” kata Lilik.
Ia menambahkan jumlah daging kurban tahun ini sangat melimpah sehingga sebagian distribusi juga dilakukan ke sejumlah daerah di luar DIY, termasuk Kebumen dan Magelang di Jawa Tengah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang