Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah 1 Muharram Jadi Tahun Baru Islam, Ternyata Bukan Ditetapkan pada Masa Nabi

Kompas.com, 10 Juni 2026, 18:41 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Tanggal 1 Muharram dikenal sebagai awal Tahun Baru Islam sekaligus penanda dimulainya kalender Hijriah yang digunakan umat Muslim di seluruh dunia.

Namun, banyak yang belum mengetahui bahwa penetapan 1 Muharram sebagai awal tahun Islam tidak dilakukan pada masa Nabi Muhammad SAW.

Penetapan itu dilakukan pada era Khalifah Umar bin Khattab sebagai bagian dari kebutuhan administrasi pemerintahan.

Baca juga: Sejarah 1 Muharram sebagai Awal Kalender Hijriah dan Keistimewaannya

Awal Mula Penetapan Kalender Hijriah

Sejarah kalender Islam bermula pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, tepatnya pada tahun ke-17 Hijriah.

Saat itu, Gubernur Basrah Abu Musa Al-Asy'ari mengirimkan surat kepada Khalifah Umar untuk menyampaikan kesulitan yang dihadapi dalam mengelola administrasi pemerintahan.

Baca juga: Sederet Amalan dan Larangan di Bulan Muharram, Umat Islam Wajib Tahu

Banyak surat dan dokumen resmi tidak mencantumkan tahun sehingga menyulitkan proses pencatatan serta pengarsipan.

Pada masa tersebut, umat Islam masih menggunakan tradisi penanggalan Arab pra-Islam yang hanya mencantumkan tanggal dan bulan tanpa menyebutkan tahunnya.

Kondisi itu kemudian mendorong Khalifah Umar untuk menyusun sistem kalender resmi bagi umat Islam.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Umar membentuk tim yang beranggotakan sejumlah sahabat terkemuka, yakni Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqas, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Mengapa Peristiwa Hijrah Dipilih Sebagai Awal Tahun Islam?

Pembahasan pertama yang dilakukan tim adalah menentukan peristiwa yang akan dijadikan titik awal kalender Islam.

Sejumlah usulan muncul, mulai dari tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Tahun Gajah, tahun diangkatnya beliau menjadi rasul, hingga tahun wafatnya Nabi.

Namun, usulan Ali bin Abi Thalib yang menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai awal penanggalan Islam akhirnya disepakati.

Peristiwa hijrah dipandang sebagai tonggak penting dalam sejarah Islam karena menjadi simbol perubahan dari masa jahiliyah menuju kehidupan masyarakat Islam yang berperadaban.

Alasan Muharram Dipilih Sebagai Bulan Pertama

Setelah tahun pertama ditetapkan berdasarkan peristiwa hijrah, para sahabat kemudian membahas bulan yang akan dijadikan awal tahun dalam kalender Hijriah.

Sebagian sahabat mengusulkan bulan Rabiul Awwal karena hijrah Nabi Muhammad SAW berlangsung pada bulan tersebut. Namun, usulan itu tidak diterima.

Khalifah Umar justru memilih Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah dan keputusan tersebut mendapat dukungan dari Utsman bin Affan.

Alasannya, meskipun hijrah secara fisik terjadi pada Rabiul Awwal, persiapan hijrah telah dimulai sejak Muharram setelah terjadinya Baiat Aqabah pada penghujung Dzulhijjah.

Karena Muharram merupakan bulan yang datang setelah Dzulhijjah, bulan tersebut dianggap paling tepat menjadi pembuka tahun dalam kalender Islam.

Sejak saat itu, 1 Muharram disepakati sebagai awal tahun Hijriah dan digunakan oleh umat Islam hingga sekarang.

Mengapa 1 Muharram Menjadi Hari Penting bagi Umat Islam?

Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena termasuk salah satu dari empat bulan suci atau al-asyhur al-hurum.

Bulan-bulan tersebut merupakan periode yang dimuliakan dan sejak dahulu dikenal sebagai waktu yang diharamkan untuk peperangan.

Selain menjadi awal tahun Hijriah, Muharram juga memiliki banyak keutamaan dalam ajaran Islam.

Nabi Muhammad SAW menempatkan Muharram sebagai bulan paling utama setelah Ramadhan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa Asyura pada 10 Muharram.

Muharram juga diyakini sebagai bulan yang penuh rahmat dan menjadi momentum untuk memperbanyak amal saleh serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Dengan memahami sejarah penetapan 1 Muharram sebagai awal Tahun Baru Islam, umat Muslim dapat memaknai pergantian tahun Hijriah tidak sekadar sebagai perubahan kalender, tetapi juga sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar