MAKKAH, KOMPAS.com - Jemaah haji Indonesia berangsur-angsur bergeser ke Madinah dan kembali ke Tanah Air.
Operasional bus Shalawat yang biasa mengantar jemaah ke Masjidil Haram pun dihentikan mulai Senin, 22 Juni 2026 pukul 12.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kepala Bidang Layanan Transportasi Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Syarif Rahman mengatakan bus tetap beroperasi pada 21 Juni selama 24 jam ditambah setengah hari pada 22 Juni.
"Sampai hari terakhir kami sediakan sebanyak 52 unit untuk kloter terakhir yang pulang (didorong ke Madinah) pada 21 Juni 2026," katanya kepada Tim Media Center Haji (MCH) pada Minggu (21/6/2026).
Baca juga: Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Dalam beberapa hari terakhir, seiring dengan menyusutnya populasi jemaah di beberapa sektor, penyesuaian operasional di lapangan pun dilakukan.
Posisi halte pun disesuaikan dengan titik-titik hotel yang masih berpenghuni.
Misalnya pada rute 14 (Hotel Al-Hidayah Tower menuju Terminal Jabal Ka'bah) dan rute 22 (kawasan Syisyah menuju Terminal Syib Amir) dihentikan lebih awal karena sudah tidak ada jemaah. "Tetapi petugasnya dipindah ke halte lain," kata Syarif.
Selama penyelenggaraan haji tahun ini, kehadiran bus Shalawat sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh jemaah.
Semua jemaah haji mendapat layanan transportasi gratis ke Masjidil Haram tanpa memandang seberapa dekat lokasi penginapannya.
Pada masa puncaknya, armada yang dikerahkan tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai 452 unit bus dengan usia operasional mesin yang dibatasi maksimal lima tahun.
Dikelola oleh enam perusahaan bus berbeda, moda transportasi ini sukses melayani lima zona penginapan jemaah.
Lima zona tersebut yaitu Misfalah, Jarwal, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah.
Baca juga: Fase Armuzna Selesai, Bus Shalawat Kembali Beroperasi 24 Jam Layani Jemaah Haji Indonesia
Kemudian ada 21 rute khusus yang dipecah ke tiga terminal utama, yaitu Ajyad, Jabal Ka'bah, dan Syib Amir.
Tidak hanya itu, selaras dengan semangat "Haji Ramah Lansia", turut disiagakan 52 unit bus lower deck atau berlantai rendah khusus bagi jemaah berkursi roda atau lanjut usia yang penempatannya disesuaikan dengan dinamika kebutuhan di lapangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang