Editor
KOMPAS.com - Wilayah Madinah, Arab Saudi, diperkirakan masih dilanda gelombang panas ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) memperkirakan suhu udara di sejumlah wilayah, termasuk kawasan pesisir, dapat mencapai 47 derajat Celsius.
Kondisi cuaca panas ini diprediksi berlangsung mulai Minggu hingga Rabu atau bertepatan dengan 6-9 Muharram.
Baca juga: Presiden Jeddah Astronomical Society Ungkap Kemunculan Fenomena Summer Solstice
Otoritas setempat pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti langkah-langkah pencegahan selama periode suhu tinggi berlangsung.
Dilansir dari Saudi Gazette, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menyebut gelombang panas ekstrem masih akan melanda wilayah Madinah dari Minggu (21/6/2026) hingga Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Jangan Anggap Sepele Cuaca Panas, Heat Stroke Bisa Mengancam Saat Kemarau
Dalam periode 21-24 Juni atau bertepatan dengan 6-9 Muharram, suhu udara diperkirakan berkisar antara 45 hingga 47 derajat Celsius di sejumlah wilayah Madinah, termasuk kawasan pesisir.
Kondisi tersebut menjadikan Madinah sebagai salah satu wilayah yang menghadapi suhu sangat tinggi pada awal musim panas tahun ini.
Pusat Meteorologi Nasional mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan yang dikeluarkan otoritas terkait selama gelombang panas berlangsung.
Masyarakat juga diminta memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui situs resmi Pusat Meteorologi Nasional maupun aplikasi "Anwaa".
Selain itu, warga diimbau mematuhi langkah-langkah pencegahan guna mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan akibat suhu tinggi.
Gelombang panas ekstrem yang melanda Madinah kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang semakin panas.
Kepatuhan terhadap imbauan otoritas dan pemantauan informasi cuaca secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan selama periode suhu ekstrem berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang