Editor
KOMPAS.com - Sebanyak 33 jemaah haji asal Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi menerima bantuan dari Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation.
Masing-masing penerima memperoleh santunan berupa uang tunai sebesar Rp20 juta.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap jemaah yang tetap menunaikan ibadah haji meskipun baru saja mengalami musibah.
Program ini juga menjadi wujud solidaritas kemanusiaan dan ukhuwah Islamiah lintas negara.
Baca juga: Oleh-oleh Haji: Memori Kolektif dan Transmisi Nilai Budaya Desa
Dilansir dari Antara, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat M. Rifki mengatakan sebanyak 33 haji asal provinsi itu menerima bantuan dari Zayed Foundation.
"Sebanyak 33 haji asal Sumatera Barat yang terdampak bencana menerima bantuan dari Zayed Foundation masing-masing uang tunai Rp20 juta," kata M. Rifki di Padang, Minggu (21/6/2026).
Baca juga: Air Mata Nek Sania, Utang demi Berhaji hingga Dapat Bantuan Pelunasan
Rifki menjelaskan, bantuan dari Uni Emirat Arab dilatarbelakangi kegigihan dan semangat jemaah haji Indonesia, khususnya dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang tetap menunaikan Rukun Islam kelima meskipun baru saja dilanda bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
"Mereka tetap mempertahankan niat dan berjuang menunaikan Rukun Islam kelima. Keteguhan itulah yang kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation," ujarnya.
Secara keseluruhan, Zayed Foundation menyalurkan bantuan kepada 162 jemaah haji asal tiga provinsi yang terdampak bencana.
Khusus di Sumatera Barat, puluhan penerima santunan berasal dari Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Padang.
Sebelum bantuan disalurkan, pihak Uni Emirat Arab terlebih dahulu meminta Kemenhaj mendata calon penerima santunan tersebut.
Dari sejumlah usulan yang diajukan, sebanyak 33 jemaah dinyatakan memenuhi kriteria untuk menerima bantuan.
"Di balik musibah ada hikmah yang Allah berikan. Ketika terjadi bencana di Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara Uni Emirat Arab menunjukkan kepeduliannya kepada jemaah haji yang terdampak," ucap dia.
Rifki mengatakan bantuan dari Uni Emirat Arab tidak hanya menghadirkan dukungan secara materi, tetapi juga menunjukkan kuatnya solidaritas kemanusiaan dan ukhuwah Islamiah lintas negara.
Program tersebut juga tidak lepas dari gebrakan besar pemerintahan Presiden Prabowo yang menginginkan kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji melalui Kementerian Haji dan Umrah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang