Editor
KOMPAS.com - Hari Asyura atau 10 Muharram diperingati dengan berbagai tradisi di sejumlah daerah di Indonesia.
Bagi masyarakat Bugis Makassar, momen tersebut identik dengan kebiasaan membeli peralatan dapur dan perabotan rumah tangga.
Tradisi turun-temurun ini selalu menghadirkan keramaian di pusat-pusat penjualan perabot setiap memasuki 10 Muharram.
Baca juga: Makna dan Amalan Utama Hari Asyura 10 Muharram
Di balik kebiasaan itu, tersimpan keyakinan masyarakat bahwa membeli perabot pada Hari Asyura dapat mendatangkan rezeki, keselamatan, dan berbagai hal baik di tahun yang baru.
Dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber, berikut penjelasan terkait tradisi membeli peralatan dapur pada Hari Asyura.
Baca juga: Peristiwa Sejarah Hari Asyura 10 Muharram dan Anjuran Puasa dalam Ajaran Islam
Bagi sebagian masyarakat Bugis Makassar, Hari Asyura identik dengan tradisi membeli perabotan rumah tangga.
Berbagai peralatan diborong, mulai dari piring, panci, wajan, sendok, ember, hingga baskom.
Pada momen ini, ibu-ibu biasanya terlihat membeli berbagai perlengkapan dapur dan perabot untuk dibawa pulang.
Agar tidak kehabisan barang yang diinginkan, banyak warga bahkan sengaja datang lebih pagi ke tempat penjualan perabot.
Di sisi lain, para pedagang juga ikut sibuk melayani antusiasme pembeli yang ingin mendapatkan peralatan rumah tangga incarannya.
Tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun setiap tahun dengan harapan datangnya berbagai hal baik pada tahun yang baru.
Masyarakat percaya membeli peralatan dapur dan perabot rumah tangga saat Hari Asyura dapat mendatangkan tambahan rezeki dan keselamatan bagi keluarga.
Sebagian warga bahkan meyakini tradisi tersebut dapat membantu memperlancar jodoh.
Dilansir dari Antara, sejarah tradisi ini masih menjadi perbincangan. Salah satunya, ada yang mengisyaratkan kebiasaan tersebut bermula dari Suku Bugis di Sulawesi Selatan.
Namun, ada pula yang meragukan anggapan itu karena tradisi serupa juga ditemukan di Kabupaten Bulungan dan Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Pemahaman masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya terkait tradisi membeli barang-barang berbahan plastik dan alat-alat dapur pada 10 Muharram, diyakini dapat menghadirkan berkah berupa tambahan rezeki selama satu tahun ke depan.
Karena keyakinan tersebut, menjelang pergantian tahun Hijriah, banyak warga mulai mempersiapkan keuangannya dengan menyisihkan sebagian uang belanja untuk membeli berbagai perabot rumah tangga pada 10 Muharram.
Tradisi membeli alat dapur saat Hari Asyura menunjukkan bahwa peringatan 10 Muharram tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga diperkaya oleh budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi masyarakat Bugis Makassar, kebiasaan ini menjadi simbol harapan akan datangnya keberkahan, rezeki, dan keselamatan bagi keluarga pada tahun yang baru.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang