Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Warga Memborong Alat Dapur pada 10 Muharram? Ini Makna Tradisi Unik di Hari Asyura

Kompas.com, 23 Juni 2026, 15:43 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Hari Asyura atau 10 Muharram diperingati dengan berbagai tradisi di sejumlah daerah di Indonesia.

Bagi masyarakat Bugis Makassar, momen tersebut identik dengan kebiasaan membeli peralatan dapur dan perabotan rumah tangga.

Tradisi turun-temurun ini selalu menghadirkan keramaian di pusat-pusat penjualan perabot setiap memasuki 10 Muharram.

Baca juga: Makna dan Amalan Utama Hari Asyura 10 Muharram

Di balik kebiasaan itu, tersimpan keyakinan masyarakat bahwa membeli perabot pada Hari Asyura dapat mendatangkan rezeki, keselamatan, dan berbagai hal baik di tahun yang baru.

Dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber, berikut penjelasan terkait tradisi membeli peralatan dapur pada Hari Asyura.

Baca juga: Peristiwa Sejarah Hari Asyura 10 Muharram dan Anjuran Puasa dalam Ajaran Islam

Mengenal Tradisi Membeli Peralatan Dapur pada Hari Asyura

Bagi sebagian masyarakat Bugis Makassar, Hari Asyura identik dengan tradisi membeli perabotan rumah tangga.

Berbagai peralatan diborong, mulai dari piring, panci, wajan, sendok, ember, hingga baskom.

Pada momen ini, ibu-ibu biasanya terlihat membeli berbagai perlengkapan dapur dan perabot untuk dibawa pulang.

Agar tidak kehabisan barang yang diinginkan, banyak warga bahkan sengaja datang lebih pagi ke tempat penjualan perabot.

Di sisi lain, para pedagang juga ikut sibuk melayani antusiasme pembeli yang ingin mendapatkan peralatan rumah tangga incarannya.

Tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun setiap tahun dengan harapan datangnya berbagai hal baik pada tahun yang baru.

Masyarakat percaya membeli peralatan dapur dan perabot rumah tangga saat Hari Asyura dapat mendatangkan tambahan rezeki dan keselamatan bagi keluarga.

Sebagian warga bahkan meyakini tradisi tersebut dapat membantu memperlancar jodoh.

Asal-usul Tradisi Membeli Perabot pada 10 Muharram

Dilansir dari Antara, sejarah tradisi ini masih menjadi perbincangan. Salah satunya, ada yang mengisyaratkan kebiasaan tersebut bermula dari Suku Bugis di Sulawesi Selatan.

Namun, ada pula yang meragukan anggapan itu karena tradisi serupa juga ditemukan di Kabupaten Bulungan dan Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Pemahaman masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya terkait tradisi membeli barang-barang berbahan plastik dan alat-alat dapur pada 10 Muharram, diyakini dapat menghadirkan berkah berupa tambahan rezeki selama satu tahun ke depan.

Karena keyakinan tersebut, menjelang pergantian tahun Hijriah, banyak warga mulai mempersiapkan keuangannya dengan menyisihkan sebagian uang belanja untuk membeli berbagai perabot rumah tangga pada 10 Muharram.

Tradisi membeli alat dapur saat Hari Asyura menunjukkan bahwa peringatan 10 Muharram tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga diperkaya oleh budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi masyarakat Bugis Makassar, kebiasaan ini menjadi simbol harapan akan datangnya keberkahan, rezeki, dan keselamatan bagi keluarga pada tahun yang baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo: Kekayaan Negara Terlalu Banyak Hilang, Pemerintah Bertekad Hentikan Kebocoran
Aktual
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Prabowo Ungkap Kedekatan dengan NU Sejak Kecil, Sebut Organisasi Paling Nasionalis dan Patriotik
Aktual
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Bolehkah Puasa Asyura Tanpa Puasa Tasua? Simak Hukumnya Menurut Ulama
Aktual
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Prabowo Hadiri Penutupan Munas dan Konbes NU 2026, Gus Yahya Tegaskan Kesetiaan NU untuk Bangsa
Aktual
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Kemenhaj Bakal Evaluasi City Tour Haji, Menhaj Irfan: Banyak Jamaah Kelelahan Usai Armuzna
Aktual
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
DPR Minta BPKH Kaji Kebijakan Haji Arab Saudi yang Berdampak pada Biaya Haji Tahun Depan
Aktual
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji yang Dinilai Picu Kelelahan Jemaah
Kemenhaj Akan Evaluasi Program City Tour Haji yang Dinilai Picu Kelelahan Jemaah
Aktual
Kemenhaj Seragamkan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah untuk Tingkatkan Layanan di 2027
Kemenhaj Seragamkan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah untuk Tingkatkan Layanan di 2027
Aktual
Kemenhaj: Sebanyak 120 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Kemenhaj: Sebanyak 120 Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Aktual
BPKH: Kenaikan Setoran Awal Haji Belum Diterapkan, Tambahan Dana Rp 5,65 Triliun Tertahan
BPKH: Kenaikan Setoran Awal Haji Belum Diterapkan, Tambahan Dana Rp 5,65 Triliun Tertahan
Aktual
Mengapa Warga Memborong Alat Dapur pada 10 Muharram? Ini Makna Tradisi Unik di Hari Asyura
Mengapa Warga Memborong Alat Dapur pada 10 Muharram? Ini Makna Tradisi Unik di Hari Asyura
Aktual
Makna dan Amalan Utama Hari Asyura 10 Muharram
Makna dan Amalan Utama Hari Asyura 10 Muharram
Aktual
Peristiwa Sejarah Hari Asyura 10 Muharram dan Anjuran Puasa dalam Ajaran Islam
Peristiwa Sejarah Hari Asyura 10 Muharram dan Anjuran Puasa dalam Ajaran Islam
Aktual
Munas-Konbes NU 2026 Dorong Dapur Pesantren Jadi Mitra MBG, Sahkan 6 Rekomendasi untuk Pemerintah
Munas-Konbes NU 2026 Dorong Dapur Pesantren Jadi Mitra MBG, Sahkan 6 Rekomendasi untuk Pemerintah
Aktual
Munas-Konbes NU 2026 Desak Pemerintah Tetapkan Dana Abadi Pesantren, Ini 5 Rekomendasinya
Munas-Konbes NU 2026 Desak Pemerintah Tetapkan Dana Abadi Pesantren, Ini 5 Rekomendasinya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com