Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ayat Al-Qur'an yang Tentang Perang Badar Diperdengarkan di Pemakaman Ali Khamenei

Kompas.com, 5 Juli 2026, 20:37 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kembali menjadi sorotan setelah pembacaan ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar berkumandang.

Ayat Al-Qur'an yang diperdengarkan saat itu dinilai memiliki pesan simbolis yang berkaitan dengan konflik dan dinamika politik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah media Iran menyebut pemilihan ayat untuk setiap delegasi dilakukan secara khusus, meski panitia penyelenggara tidak memberikan penjelasan resmi mengenai hal tersebut.

Baca juga: Shalat Jenazah untuk Mendiang Ali Khamenei Digelar di Teheran, Ratusan Ribu Pelayat Hadiri Prosesi

Ayat Perang Badar Diperdengarkan saat Delegasi Saudi Beri Penghormatan

Dilansir dari Iran International pada Jumat (3/7/2026), dilaporkan bahwa delegasi Arab Saudi yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Waleed Al-Khereiji memberikan penghormatan kepada jenazah Ali Khamenei.

Baca juga: Kisah Perang Badar, Perang Besar Pertama Umat Islam

Namun, momen yang terjadi pada Jumat (3/7/2026) tersebut justru menarik perhatian setelah panitia memerdengarkan ayat Al-Qur'an yang merujuk pada dua pasukan yang bertempur dalam Perang Badar pada abad ke-7.

Ayat yang dibacakan adalah Surah Ali Imran ayat 13, yang berbunyi "Sungguh telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang bertemu di medan perang. Segolongan berperang di jalan Allah dan segolongan lagi kafir. Mereka melihat dengan mata kepala bahwa lawannya dua kali lipat jumlah mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan."

Ayat tersebut menggambarkan satu kelompok yang berperang di jalan Allah dan kelompok lainnya sebagai orang-orang kafir.

Di dalam ayat itu juga disebutkan bahwa Allah memberikan kemenangan kepada siapa pun yang Dia kehendaki.

Pemilihan ayat tersebut dinilai menempatkan Iran sebagai pihak yang memperoleh pertolongan Allah, sementara lawan-lawannya berada di pihak yang berseberangan.

Karena itu, pembacaan ayat tersebut memicu perdebatan di media sosial.

Media Iran Nilai Pemilihan Ayat Dilakukan Secara Khusus

Iran International pada Minggu (5/7/2026) kemudian mengabarkan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an yang diperdengarkan kepada setiap delegasi asing dalam prosesi pemakaman Ali Khamenei juga menjadi bahan perbincangan di media Iran.

Sejumlah media dan pengguna media sosial menilai ayat-ayat tersebut dipilih secara khusus untuk menyampaikan pesan politik dan diplomatik kepada masing-masing delegasi.

Panitia penyelenggara tidak menjelaskan alasan mengapa setiap delegasi menerima bacaan ayat yang berbeda.

Namun, sejumlah media Iran menggambarkan bahwa pemilihan ayat tersebut dilakukan secara sengaja, bukan sekadar bagian dari rangkaian pembacaan Al-Qur'an.

Situs berita Fararu menulis bahwa ayat-ayat tersebut dipilih "bukan secara acak, melainkan dengan sengaja."

Sementara itu, media konservatif Tabnak menyebut praktik tersebut sebagai "sebuah inovasi dalam diplomasi publik" dan menilai pembacaan ayat yang disesuaikan dapat dimaknai sebagai pesan etis sekaligus politik bagi setiap delegasi.

Ayat yang paling banyak mendapat perhatian dibacakan ketika Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Waleed bin Abdulkarim, mendekati peti jenazah Khamenei.

Ayat tersebut merupakan Surah Ali Imran ayat 13 yang mengisahkan Perang Badar, ketika para pengikut Nabi Muhammad SAW berhasil mengalahkan pasukan yang jumlahnya jauh lebih besar.

Ayat itu ditutup dengan kalimat "Allah memberikan pertolongan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan."

Pemilihan Ayat Dikaitkan dengan Konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat

Sejumlah pihak mengaitkan pemilihan ayat tersebut dengan konflik terbaru antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat.

Dalam konflik itu, Arab Saudi dilaporkan mengizinkan operasi militer Amerika Serikat dilakukan dari wilayahnya, namun di saat yang sama juga mendesak Washington agar tidak memperluas perang di kawasan.

Untuk delegasi Turki, ayat yang diperdengarkan menekankan keutamaan orang-orang beriman yang berjuang di jalan Allah dibandingkan mereka yang memilih tidak ikut berjuang tanpa alasan yang dibenarkan.

Sejumlah pengamat menafsirkan ayat tersebut sebagai sindiran terhadap sikap Ankara yang dinilai berhati-hati selama konflik terbaru maupun dalam berbagai krisis regional.

Beberapa Delegasi Terima Bacaan Ayat Berbeda

Delegasi resmi Lebanon dan delegasi terpisah dari Hizbullah menerima bacaan ayat yang berbeda.

Delegasi pemerintah Lebanon diperdengarkan ayat yang menyiratkan bahwa mengikuti petunjuk Allah dan berkorban di jalan-Nya merupakan pilihan yang lebih baik bagi mereka.

Sementara itu, delegasi Hizbullah—yang secara harfiah berarti "Partai Allah"—disambut dengan ayat yang menjanjikan kemenangan bagi "Partai Allah."

Adapun delegasi Hamas diperdengarkan ayat yang memuji orang-orang beriman "yang tetap setia kepada janji yang telah mereka ikrarkan kepada Allah" dan tidak pernah mengingkari janji tersebut.

Sementara dilansir dari muslimnetwork.tv, saat Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif beserta delegasinya memasuki ruang doa, qari membacakan Surah Al-Isra ayat 80, yang berbunyi "Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku secara keluar yang benar, serta berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong."

Ayat tersebut secara umum dipahami sebagai doa yang memohon keikhlasan, legitimasi, dan pertolongan dari Allah.

Sejumlah pengamat menilai pemilihan ayat itu mencerminkan apresiasi Teheran terhadap keterlibatan diplomatik Pakistan bersama Iran selama konflik terbaru, sekaligus melambangkan keberlanjutan kerja sama antara kedua negara Muslim yang bertetangga.

Adapun saat delegasi India mendekati lokasi upacara, pembacaan Al-Qur'an beralih ke Surah Ali Imran ayat 173 yang berbunyi, "Yaitu orang-orang yang ketika ada orang mengatakan kepadanya, 'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,' ternyata perkataan itu justru menambah keimanan mereka dan mereka berkata, 'Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.'"

Banyak pengamat menilai ayat tersebut menekankan keteguhan dalam menghadapi tekanan dari luar.

Sebagian analis menafsirkan ayat itu sebagai cerminan kekecewaan Iran terhadap sikap India selama konflik terbaru, sekaligus menunjukkan tekad Teheran untuk lebih mengandalkan keimanan daripada dukungan internasional.

Pembacaan Ayat Al-Qur'an Berbeda untuk Delegasi Asing Picu Beragam Tafsir

Pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an yang berbeda untuk setiap delegasi asing dalam upacara kenegaraan pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu perbincangan luas di kalangan analis.

Banyak pihak menilai pemilihan ayat tersebut merupakan bentuk penggunaan simbolisme keagamaan oleh Teheran untuk menyampaikan pesan tertentu kepada negara-negara yang hadir.

Banyak pengguna media sosial juga menilai ayat tersebut merupakan pesan tidak langsung yang mengajak negara-negara Muslim membedakan antara sesama umat Islam dengan pihak-pihak yang dipandang Iran sebagai musuh utamanya, terutama Amerika Serikat dan Israel.

Namun, sebagian pihak mengingatkan agar pemilihan ayat tersebut tidak langsung dimaknai sebagai pesan diplomatik yang pasti.

Hingga kini, otoritas Iran belum menjelaskan apakah ayat-ayat tersebut memang dipilih secara khusus untuk masing-masing negara atau dimaksudkan sebagai pesan politik resmi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar