Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lamine Yamal dan Aksi Solidaritasnya untuk Palestina yang Sempat Tuai Pujian

Kompas.com, 20 Juli 2026, 16:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Al Jazeera

KOMPAS.com - Keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 turut mengangkat nama Lamine Yamal sebagai salah satu bintang muda paling bersinar di dunia sepak bola.

Jauh sebelum sukses di panggung dunia, pemain Barcelona itu juga menjadi sorotan karena menunjukkan solidaritas kepada Palestina dalam perayaan gelar La Liga.

Peristiwa ini terjadi saat Lamine Yamal tampil impresif sepanjang musim yang berakhir dengan keberhasilan Barcelona menjuarai La Liga.

Baca juga: Lamine Yamal: Saya Seorang Muslim, Alhamdulillah

Gelar ke-29 itu dipastikan setelah Barcelona mengalahkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor 2-0 dalam laga El Clasico.

Keberhasilan tersebut disambut meriah oleh puluhan ribu suporter yang memadati jalan-jalan Kota Barcelona untuk menyambut para pemain dalam parade juara.

Baca juga: Momen Lamine Yamal Berdoa usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Viral

Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina

Dilansir dari Al-Jazeera, dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial pada Senin (11/5/2026), Yamal yang saat itu berusia 18 tahun terlihat mengibarkan bendera Palestina dari atas bus terbuka yang membawa skuad Barcelona.

Saat parade berlangsung, Yamal berdiri santai di sisi kanan bus sambil memegang bendera Palestina berukuran besar.

Ia diketahui tidak tampil dalam laga El Clasico karena mengalami cedera, tetapi tetap bergabung bersama rekan-rekannya pada parade kemenangan sehari setelah pertandingan.

Aksi solidaritasnya yang terbilang berani itu langsung mendapat sorakan dan tepuk tangan dari para pendukung.

Aksi Lamin Yamal mengibarkan bendera Palestina yang sempat menuai pujian.Tangkapan layar Instagram @lamineyamal Aksi Lamin Yamal mengibarkan bendera Palestina yang sempat menuai pujian.

Aksi Solidaritas Lamine Yamal untuk Palestina Tuai Pujian

Gestur Yamal menuai banyak pujian dari penggemar sepak bola di berbagai negara. Banyak pihak menilai tindakannya sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Pemain asal Spanyol itu disebut sebagai sosok pemberani karena berani mengangkat bendera Palestina di tengah perayaan gelar juara Barcelona.

Video aksinya dengan cepat menjadi viral dan mendapat respons positif dari penggemar sepak bola, pengamat, aktivis, hingga sesama pemain.

Sejumlah aktivis bahkan menilai satu tindakan sederhana yang dilakukan Yamal mampu meningkatkan perhatian dunia terhadap isu Palestina.

Aktivis politik dan penulis asal Lebanon, Dyab Abou Jahjah, memberikan apresiasi melalui media sosial.

"Ketika Anda memiliki panggung, gunakanlah. Ketika Anda memiliki suara, bersuaralah. Bravo, Lamine Yamal."

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengungkapkan dirinya sempat berbicara dengan Yamal terkait aksinya tersebut.

"Saya berbicara dengannya (Yamal) dan mengatakan: 'Kalau memang itu yang ingin kamu lakukan, itu keputusanmu. Kamu sudah cukup dewasa.'"

Usai parade, Yamal juga mengunggah foto dirinya membawa bendera Palestina di akun Instagram bersama sejumlah momen perayaan lainnya.

Unggahan tersebut mendapat perhatian luar biasa. Dengan lebih dari 44,2 juta pengikut di Instagram, postingan Yamal memperoleh sekitar 5,3 juta tanda suka, lebih dari 100.000 kali dibagikan, serta dibanjiri komentar.

Penulis dan penyair Palestina, Mosab Abu Toha, turut meninggalkan komentar.

"Kami mencintaimu, dari Gaza."

Rekan setimnya di Barcelona, Marcus Rashford, serta pesepak bola Belanda Anwar El Ghazi juga termasuk di antara lebih dari 166.000 akun yang memberikan komentar.

Seorang mahasiswa Palestina di Gaza, Muhammed Akram, mengaku tersentuh dengan aksi Yamal.

"Bagi sebagian orang ini mungkin hanya gestur sederhana, tetapi di Gaza, tindakan itu menyentuh hati dengan cara yang sulit diungkapkan dengan kata-kata."

"Terima kasih, Lamine Yamal. Dari Gaza, Anda dicintai lebih dari yang Anda bayangkan."

Barcelona Jadi Simbol Solidaritas untuk Palestina

Selama lebih dari dua tahun terakhir, bendera Palestina kerap dikibarkan dalam berbagai aksi solidaritas di ratusan kota di dunia.

Simbol tersebut dipandang sebagai bentuk dukungan kepada warga Palestina di Gaza yang terdampak perang sejak Oktober 2023.

Barcelona sendiri menjadi salah satu pusat utama gerakan solidaritas Palestina di Spanyol.

Kota tersebut rutin menggelar demonstrasi pro-Palestina dan menjadi titik keberangkatan kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) juga mengapresiasi aksi Yamal.

"Terima kasih atas gestur yang penuh kemanusiaan ini. Olahraga memiliki kekuatan untuk membuat dunia melihat apa yang tidak boleh dilupakan."

Pakar sepak bola Palestina, Bassil Mikdadi, menilai tindakan Yamal mencerminkan nilai-nilai yang selama ini melekat pada Barcelona.

"Selama dua dekade terakhir, FC Barcelona semakin menjadi entitas yang sangat dikomersialkan. Mulai dari sponsor di jersey, hak penamaan stadion, hingga berbagai kebijakan finansial. Lamine Yamal menunjukkan seperti apa jati diri klub dan para suporternya."

Aksi Lamine Yamal Sempat Tuai Kritik dari Pendukung Israel

Meski mendapat banyak dukungan, aksi Yamal juga menuai kritik dari sebagian pengguna media sosial yang pro-Israel.

Mereka menilai Yamal tidak pantas lagi mengenakan seragam Timnas Spanyol dan bahkan menyebut aksinya seharusnya menjadi alasan dirinya tidak layak meraih penghargaan Ballon d'Or.

Namun, banyak pihak justru memuji keberanian pemain muda tersebut.

Akademisi dan aktivis asal Barcelona, Neus Torbisco Casals, menyebut tindakan Yamal sebagai simbol solidaritas dan kemanusiaan.

"Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina adalah gestur solidaritas dan martabat kemanusiaan yang sangat kuat."

"Ini menjadi pengingat bahwa olahraga juga dapat menjadi suara untuk menentang genosida, penindasan, dan mendukung kebebasan suatu bangsa."

Ia juga memuji keberanian Yamal menyampaikan sikapnya di tengah berbagai tekanan.

"Seorang pemuda Catalan yang sangat berani karena bersuara ketika ada begitu banyak tekanan untuk tetap diam. Gestur seperti ini dapat menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia."

Lamine Yamal Pernah Kecam Islamofobia di Spanyol

Yamal sebelumnya juga pernah menyuarakan penolakannya terhadap rasisme dan Islamofobia di sepak bola Spanyol.

Pada laga uji coba Spanyol melawan Mesir, ia mengecam nyanyian anti-Muslim yang dilontarkan sebagian suporter.

"Saya seorang Muslim. Kemarin di stadion terdengar nyanyian 'Siapa yang tidak melompat adalah seorang Muslim'."

"Saya tahu saya bermain untuk tim lawan dan itu bukan ditujukan secara pribadi kepada saya. Namun, sebagai seorang Muslim, hal itu tetap merupakan tindakan yang tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi."

Hingga kini, Yamal telah mencetak 30 gol dalam lebih dari 100 penampilan bersama Barcelona serta enam gol dari 25 pertandingan bersama Timnas Spanyol.

Aksi solidaritasnya juga terus mendapat apresiasi dari warga Palestina. Salah satunya datang dari mahasiswa asal Gaza, Haitham el-Masri.

"Hanya 14 detik, tetapi itu sudah cukup membuat saya menangis."

"Satu momen yang akan dikenang sepanjang sejarah sebagai salah satu momen paling manusiawi yang pernah disaksikan dunia."

"Saya tidak bisa sepenuhnya menggambarkan apa yang kami rasakan ketika melihat masih ada orang yang berani menyuarakan kebenaran dan berdiri bersama rakyat yang sedang mengalami salah satu genosida paling mengerikan dalam sejarah modern."

"Terima kasih kepada semua orang yang mendukung kami, yang bersuara untuk kami, yang menolak diam dan memilih kemanusiaan."

"Anda tidak dapat membayangkan betapa besar arti cinta, kepedulian, dan solidaritas itu bagi kami. Perasaan bahwa kami masih berarti bagi dunia ini."

"Dari hati Gaza... Terima kasih dari lubuk hati kami yang paling dalam. Terima kasih telah membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian."

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Hukum Makmum Masbuk Menjadi Imam untuk Jamaah Baru, Apakah Boleh? Ini Penjelasannya
Hukum Makmum Masbuk Menjadi Imam untuk Jamaah Baru, Apakah Boleh? Ini Penjelasannya
Aktual
BPKH Investasikan 70 Persen Dana Haji ke Sukuk Negara
BPKH Investasikan 70 Persen Dana Haji ke Sukuk Negara
Aktual
Kisah Abdurrahman bin Auf, Saudagar Kaya yang Tak Silau oleh Harta
Kisah Abdurrahman bin Auf, Saudagar Kaya yang Tak Silau oleh Harta
Aktual
Jadwal Libur Lebaran 2027: Potensi Libur Panjang 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Jadwal Libur Lebaran 2027: Potensi Libur Panjang 10 Hari, Ini Rangkaian Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Aktual
H20 2026 Diikuti 48 Negara, BPJPH Dorong Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia
H20 2026 Diikuti 48 Negara, BPJPH Dorong Indonesia Jadi Pusat Halal Dunia
Aktual
Bukan Bersamaan, Ini Cara Mengikuti Gerakan Imam dalam Shalat Berjamaah yang Makmum Harus Tahu
Bukan Bersamaan, Ini Cara Mengikuti Gerakan Imam dalam Shalat Berjamaah yang Makmum Harus Tahu
Aktual
Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat, Rekaman Adzannya Beredar di Media Sosial
Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat, Rekaman Adzannya Beredar di Media Sosial
Aktual
Sheikh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram, Wafat Setelah Kumandangkan Adzan Subuh
Sheikh Ibrahim Al Madani, Muazin Masjidil Haram, Wafat Setelah Kumandangkan Adzan Subuh
Aktual
Mengapa Rasulullah Bersiwak Sebelum Shalat? Ini Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Bersiwak Sebelum Shalat? Ini Hikmahnya
Aktual
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70 Persen Ditempatkan di Sukuk Negara
Aktual
Mengapa Rasulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan? Ini Hikmahnya
Mengapa Rasulullah Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan? Ini Hikmahnya
Aktual
Apa Bedanya Sabar, Ridha, dan Tawakal? Jangan Sampai Tertukar
Apa Bedanya Sabar, Ridha, dan Tawakal? Jangan Sampai Tertukar
Aktual
Jelang Wajib Halal Produk Sandang, Begini Tips Memilih Baju Anak
Jelang Wajib Halal Produk Sandang, Begini Tips Memilih Baju Anak
Aktual
Ketegasan Kiai Miftah dan Masa Depan NU di Abad Kedua
Ketegasan Kiai Miftah dan Masa Depan NU di Abad Kedua
Aktual
Bolehkah Minum Sambil Berdiri? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Bolehkah Minum Sambil Berdiri? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar