Editor
KOMPAS.com - Cara unik dilakukan seorang kreator konten asal Arab Saudi untuk memperkenalkan budaya kepada masyarakat dunia.
Alih-alih hanya membagikan tradisi secara konvensional, ia menjadikan unta sebagai bintang utama dalam konten media sosial yang menghibur sekaligus edukatif.
Video-video tersebut menarik jutaan penonton dan menghadirkan citra baru tentang unta sebagai hewan yang lembut serta dekat dengan manusia.
Baca juga: Arab Saudi Mulai Susun Layanan Jemaah Haji 2027
Melalui pendekatan kreatif ini, Mizna bint Oqab berhasil mengangkat salah satu ikon budaya Arab Saudi ke panggung digital global.
Mizna bint Oqab menjadi sorotan setelah video-video yang menampilkan kesehariannya bersama kawanan unta ditonton jutaan kali di media sosial.
Baca juga: Arab Saudi Luncurkan Visa Umrah yang Izinkan Jemaah Masuk Berkali-kali
Melalui kontennya, ia memperlihatkan hubungan dekat dengan hewan yang selama ini menjadi simbol budaya Arab Saudi.
Berbagai video yang diunggah Oqab menampilkan aktivitas ringan, seperti membuat latte dari susu unta, memasak menu sarapan, hingga mengikuti tren media sosial.
Cara tersebut menjadi upayanya mengenalkan tradisi ini kepada generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang melekat.
"Saya ingin menyampaikan pesan kepada seluruh dunia bahwa unta adalah makhluk yang lembut dan indah, serta layak untuk dicintai," ujarnya kepada Arab News.
Setiap kali berada di kandang, Oqab tidak hanya memeriksa kondisi kawanan untanya. Ia mengamati perilaku setiap hewan, mulai dari yang sedang makan, menjauh dari kelompok, hingga perubahan ekspresi yang menunjukkan kondisi kesehatannya.
Menurut Oqab, unta bukan sekadar ternak yang memiliki nilai ekonomi atau dikenal tangguh hidup di padang pasir. Baginya, setiap unta memiliki karakter, emosi, dan kebiasaan yang berbeda.
"Saya memperlakukan mereka seperti anak-anak kecil yang dimanja. Dan ketika saya mengatakan dimanja, saya benar-benar memaksudkannya," katanya.
Video-videonya juga menampilkan unta dalam berbagai situasi yang akrab bagi pengguna media sosial, seperti membuat kopi, mencoba makanan, hingga mengikuti tren viral. Mahkota emas yang selalu dikenakannya menjadi ciri khas yang, menurutnya, melambangkan "kepercayaan diri, kekuatan, dan martabat."
Sejumlah konten yang diunggah melalui Snapchat Spotlight bahkan telah meraih antara 1 juta hingga 8,4 juta penayangan.
"Saya berusaha membuat orang melupakan anggapan bahwa unta dapat mengeraskan hati. Tidak, itu tidak benar. Saya ingin menampilkan mereka dengan cara yang lebih lembut dan artistik agar semua orang bisa mencintainya, baik yang muda maupun yang tua," jelasnya.
Oqab mengaku telah mengenal kehidupan penggembalaan unta sejak kecil karena berasal dari keluarga nomaden. Keluarga ayahnya berpindah-pindah di wilayah barat Arab Saudi untuk mencari padang rumput sesuai musim.
Perjalanan mereka meliputi kawasan sekitar Jeddah, Makkah, Al-Jumum, Al-Juhfah, hingga desa-desa di sekitar Madinah dengan mengikuti curah hujan dan pertumbuhan vegetasi.
"Saya sangat mencintai kehidupan Bedouin, bahkan sejak kecil saya sudah begitu dekat dengannya. Saya jatuh cinta pada kehidupan ini karena saya mencintai masa kecil saya," tuturnya.
Sejak kecil, ayahnya mempercayakan seekor anak unta untuk dirawat. Pengalaman memberi makan, menyediakan minum, hingga merawat unta yang sakit membuat ikatan emosionalnya semakin kuat.
"Saya tidak mungkin bisa membangun hubungan seperti ini dengan unta jika dahulu saya tidak mengalami semua pengalaman itu," katanya.
Meski kini banyak keluarga menggunakan jasa penggembala, Oqab tetap menghabiskan sebagian besar waktunya bersama kawanan untanya. Saat suhu meningkat, ia memindahkan mereka ke lokasi yang lebih teduh dan nyaman.
"Kami selalu berusaha mencarikan tempat yang nyaman bagi mereka. Setelah cuaca ekstrem berlalu, kami mengembalikan mereka ke lokasi biasanya," ujarnya.
Oqab menilai penyampaian tradisi Bedouin perlu mengikuti perkembangan zaman agar tetap menarik bagi generasi muda. Karena itu, ia memilih mengemas budaya tersebut dalam format konten yang ringan dan mudah dinikmati.
"Kita perlu menyegarkan kembali adat dan tradisi kita. Jika tidak, anak-anak muda akan terus terpaku pada iPad mereka dan melupakan dunia serta segala sesuatu di sekitarnya," katanya.
Dalam salah satu videonya, seekor unta terlihat mengikuti perintah untuk mundur dan kembali maju, yang menurut Oqab menunjukkan kedekatan antara manusia dan hewan tersebut.
"Kami saling memahami dengan cara yang istimewa. Ini menunjukkan bahwa unta adalah hewan yang sangat mudah disayangi dan sangat dekat dengan manusia," ujarnya.
Selain melalui aktivitas sehari-hari, Oqab juga memperkenalkan budaya unta lewat berbagai olahan susu unta. Ia mengombinasikan bahan tersebut ke dalam kopi, teh karak, kue, hingga menu sarapan agar lebih akrab dengan masyarakat.
"Saat saya menggunakan susu unta bersama Nutella, saya tidak hanya menarik perhatian orang yang menyukai unta. Saya juga menjangkau seluruh penggemar Nutella," katanya.
Ia menilai rasa penasaran masyarakat terhadap menu tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya Arab Saudi lebih dekat.
"Susu unta tidak asin seperti yang dibayangkan sebagian orang. Rasanya seimbang," tambahnya.
Dalam setiap kontennya, Oqab juga memperkenalkan karakter unik masing-masing unta. Sheihana dikenal sebagai "bintang yang manja", sementara Salem memiliki sifat mudah merajuk.
Ada pula beberapa unta lain yang dijadikan bahan candaan karena rambutnya tampak berantakan.
"Saya menghadirkan mereka ke dalam konten dengan cara yang lucu agar orang-orang menyukai mereka dan menikmati setiap videonya," ujarnya.
Menurut Oqab, ekspresi para unta yang muncul di video bukan sekadar hiburan. Ia pernah memberi Sheihana biskuit saat Salem melihat, sehingga Salem memilih menjauh dan menghindarinya sepanjang hari.
"Dia datang melalui jalan lain. Dia benar-benar menolak berbicara dengan saya," kenangnya.
Oqab juga sering membuat aktivitas tambahan bagi unta-untanya, mulai dari memberikan camilan, membantu mereka tetap sejuk saat cuaca panas, hingga meluangkan lebih banyak waktu bersama mereka.
"Manusia membuat berbagai aktivitas untuk dirinya sendiri, tetapi unta juga akan merasa senang jika kita menciptakan sesuatu yang berbeda untuk mereka," katanya.
Oqab berharap dapat membawa sebagian untanya mengikuti kompetisi kecantikan unta atau Mazayen di Arab Saudi.
Menurutnya, ajang tersebut membutuhkan persiapan yang matang serta pengalaman, namun ia menargetkan dapat ikut berkompetisi dalam waktu sekitar satu tahun ke depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang