Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju

Kompas.com, 11 Agustus 2026, 19:07 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Tampil stylish dengan busana modest tidak selalu membutuhkan banyak koleksi pakaian.

Kuncinya justru memilih sejumlah fashion item yang fleksibel sehingga dapat dipadupadankan untuk menghasilkan beberapa tampilan berbeda.

Marketing Manager Zalmore Jonathan Febrian mengatakan, salah satu fashion item yang relatif mudah dikombinasikan untuk perempuan berhijab adalah atasan lengan panjang atau long sleeve.

Baca juga: Rawdah Mohamed Buktikan Hijab Bisa Stylish di Dunia Denim, Tampil Edgy hingga High Fashion

Selain dapat digunakan sebagai atasan utama, long sleeve bisa difungsikan sebagai inner untuk menciptakan gaya layering.

“Dengan karakter produk yang versatile, koleksi ini bisa digunakan untuk berbagai gaya, mulai dari casual, modest, hingga smart casual, tanpa harus memiliki terlalu banyak fashion item,” ujar Jonathan kepada Kompas.com, Selasa (11/8/2026).

Menurut Jonathan, ada beberapa cara sederhana untuk memadupadankan modest wear agar menghasilkan tampilan berbeda.

1. Mulai dari basic item

Jonathan menyarankan perempuan berhijab memulai padu padan pakaian dari basic item yang mudah dikombinasikan.

Atasan lengan panjang dengan desain sederhana, misalnya, bisa dipadukan dengan jeans, wide-leg pants, maupun rok panjang.

Pilihan basic item juga memudahkan penggunanya mengubah penampilan hanya dengan menambahkan fashion item lain.

Zalmore, misalnya, memiliki Longsleeve Loose Tee LUMA Cotton dengan potongan longgar dan Longsleeve Regular Tee LUMA Cotton yang memiliki desain lebih sederhana.

Keduanya dapat dikenakan sebagai atasan maupun inner di balik outer, cardigan, vest, atau kemeja oversized.

Baca juga: Mengintip Tren Fesyen Muslim Gen Z 2026, Terinspirasi Gaya Korea

2. Jadikan satu item sebagai fokus

Jika ingin menggunakan pakaian bermotif, Jonathan menyarankan hanya menjadikan satu fashion item sebagai pusat perhatian.

Cara tersebut dapat membuat penampilan lebih seimbang dan tidak terlihat berlebihan.

“Misalnya, jika menggunakan atasan bermotif seperti Bold Stripe Series, pilih bawahan dan hijab dengan warna yang lebih sederhana agar outfit tetap terlihat balance,” kata Jonathan.

Prinsip serupa dapat diterapkan ketika mengenakan pakaian dengan detail yang cukup menonjol. Item tersebut sebaiknya dikombinasikan dengan pakaian lain yang lebih sederhana.

3. Manfaatkan teknik layering

Layering bisa menjadi salah satu cara menghasilkan beberapa gaya dari koleksi pakaian yang sama.

Jonathan mengatakan, atasan lengan panjang dapat dijadikan inner kemudian dipadukan dengan outer, cardigan, vest, ataupun kemeja oversized.

Untuk teknik ini, kenyamanan inner menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena pakaian akan dikenakan dalam beberapa lapisan.

“Untuk tampilan layering, gunakan inner yang nyaman dan pilih outer dengan warna yang mudah dipadukan,” ujarnya.

4. Seimbangkan detail feminin

Detail seperti ruffle dapat menjadi pilihan bagi perempuan berhijab yang menginginkan tampilan lebih feminin.

Namun, atasan dengan detail semacam ini sebaiknya dipadukan dengan bawahan yang lebih sederhana agar penampilan tidak terlalu ramai.

Jonathan mencontohkan LongSleeve Top with Ruffle yang dapat dikombinasikan dengan rok panjang ataupun celana bahan.

Untuk tampilan sehari-hari yang lebih sederhana, kombinasi long sleeve, celana atau rok panjang, dan hijab sudah cukup menghasilkan gaya yang praktis.

5. Utamakan kenyamanan

Terlepas dari tren ataupun pilihan padu padan, Jonathan mengatakan kenyamanan tetap menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih pakaian.

Busana sebaiknya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendukung aktivitas pemakainya sepanjang hari.

“Yang paling penting, pilih pakaian yang membuat kita nyaman bergerak dan percaya diri, karena outfit yang baik bukan hanya soal tampilan, tetapi juga bagaimana pakaian tersebut mendukung aktivitas sehari-hari,” tutur Jonathan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar