Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PSM UMY Borong 3 Emas di Malaysia, Lolos Grand Prix MCE 2026

Kompas.com, 1 September 2026, 14:29 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Sunshine Voice Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) meraih tiga medali emas dalam ajang Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival (MCE ICF) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Prestasi tersebut diraih oleh 40 delegasi UMY dalam kompetisi yang berlangsung pada 19-23 Agustus 2026.

Tiga medali emas tersebut diperoleh dari tiga kategori berbeda, yakni Folk & Indigenous Music, Mixed Youth Category, dan Equal Voices SA Category.

Baca juga: EMT Muhammadiyah Sebut Korban Gempa NTT Mulai Alami Infeksi Saluran Pernapasan

Pada kategori Folk & Indigenous Music, PSM Sunshine Voice UMY menempati posisi ketiga. Sementara pada Mixed Youth Category, tim berada di posisi kedua.

Adapun hasil terbaik diraih pada kategori Equal Voices SA. PSM Sunshine Voice UMY memperoleh penilaian tertinggi dan menjadi juara pertama pada kategori tersebut.

Selain meraih tiga medali emas, PSM Sunshine Voice UMY juga melaju sebagai Grand Prix Finalist.

Babak tersebut menjadi tahap puncak MCE 2026 yang mempertemukan paduan suara terbaik dari para pemenang kategori.

Diikuti Peserta dari Berbagai Negara

Pelatih PSM Sunshine Voice UMY, Tri Setyo Mutiara, mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para anggota untuk belajar dari paduan suara lain di tingkat internasional.

Menurut Tri Setyo, peserta kompetisi tidak hanya berasal dari kawasan Asia, tetapi juga Eropa. Kondisi tersebut membuat para peserta dapat melihat kemampuan paduan suara dari berbagai negara.

“Karena pesertanya gak cuma dari Asia tapi Eropa juga,” ujar Tri Setyo dalam rilisnya, Selasa (1/9/2026).

Ia mengatakan, persaingan yang kompetitif menjadi pengalaman berharga bagi PSM Sunshine Voice UMY.

Salah satu bagian yang memberikan pengalaman tersebut adalah Friendship Concert, yang memungkinkan para peserta melihat penampilan satu sama lain.

Menurut Tri Setyo, skema tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk saling belajar dan melakukan evaluasi.

MCE ICF 2026 diikuti kurang lebih 200 peserta. Para peserta dinilai oleh juri yang berasal dari sejumlah negara, antara lain Italia, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Belgia, Denmark, Malaysia, Filipina, Spanyol, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia.

Baca juga: Muhammadiyah Ucapkan Selamat ke Pimpinan Baru PBNU, Haedar: Perkuat Ukhuwah

40 Delegasi UMY Ikuti Kompetisi

Sebanyak 40 delegasi UMY mengikuti kompetisi tersebut. Berdasarkan informasi UMY, delegasi terdiri atas 38 penyanyi, satu konduktor sekaligus pelatih, dan satu official.

Kepala Subdirektorat Minat, Bakat, dan Kepemimpinan UMY Muhammad Muttaqien mengaku bangga atas capaian tersebut.

Menurutnya, prestasi PSM Sunshine Voice tidak hanya membawa nama UMY, tetapi juga Indonesia di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, sangat bangga dan bahagia. Adik-adik tidak hanya membawa nama UMY, tetapi juga negeri ini di ranah internasional melalui perpaduan suara yang harmonis dan mampu bersaing dengan paduan suara dari negara-negara lain,” ujar Muhammad Muttaqien.

Ia mengatakan, capaian tersebut menunjukkan komitmen UMY dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat di luar bidang akademik.

Saat ini, UMY memiliki 29 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan tiga lembaga mahasiswa sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa. PSM Sunshine Voice menjadi salah satu UKM yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni.

Persiapan Kompetisi Berlangsung Panjang

Ketua Umum PSM Sunshine Voice UMY Fajri Trias Fauzi Muhammad mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses yang telah dimulai sejak 2024.

Menurut Fajri, keinginan mengikuti kembali kompetisi internasional muncul dari semangat meneruskan prestasi yang sebelumnya diraih generasi PSM Sunshine Voice.

Tim tersebut sebelumnya pernah mengikuti kompetisi internasional di Pattaya, Thailand, pada 2015 dan Taipei, Taiwan, pada 2018.

Namun, rencana untuk kembali mengikuti kompetisi internasional menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persoalan pendanaan, kesiapan sumber daya manusia, dan penyesuaian jadwal kompetisi.

Setelah melalui proses persiapan, PSM Sunshine Voice akhirnya mengikuti MCE ICF 2026.

Sebelum berangkat ke Malaysia, tim juga menggelar konser pra-kompetisi bertajuk Ayodhya Resonare pada Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi tersebut.

Fajri mengatakan, persiapan tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga mencakup proses membangun tim, mempersiapkan anggota, mencari pendanaan, hingga memastikan kebutuhan keberangkatan dapat terpenuhi.

Latihan Intensif Sejak 2025

Persiapan PSM Sunshine Voice UMY juga dilakukan melalui latihan intensif. Berdasarkan keterangan UMY, latihan tersebut telah berlangsung sejak Juni 2025.

Latihan rutin dilakukan Senin hingga Jumat, sekitar pukul 15.30 hingga 22.00 WIB. Pada waktu tertentu, latihan tambahan juga dilakukan pada hari Minggu.

Persiapan tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan vokal dan musikalitas. Para anggota juga dipersiapkan untuk memiliki mental, disiplin, ketahanan fisik, serta kekompakan sebagai satu tim.

Fajri mengatakan, salah satu tantangan dalam proses latihan adalah banyaknya anggota baru yang perlu dibentuk dari dasar agar dapat mencapai standar kompetisi internasional.

Latihan mencakup teknik vokal, musikalitas, pemahaman materi, hingga penyatuan karakter suara setiap anggota.

Selain persoalan musikalitas, pendanaan juga menjadi tantangan karena keberangkatan puluhan anggota ke kompetisi internasional membutuhkan biaya besar.

Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, tim melakukan berbagai upaya, termasuk penggalangan dana, melibatkan alumni, dan mencari dukungan dari berbagai pihak.

Target Grand Prix Winner

Tiga medali emas dan status Grand Prix Finalist menjadi capaian yang disyukuri PSM Sunshine Voice UMY.

Namun, tim tersebut masih menargetkan prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi internasional berikutnya.

Fajri mengatakan PSM Sunshine Voice ingin melangkah lebih jauh dengan menjadi Grand Prix Winner.

“Kalau sebelumnya kami berhasil menjadi Grand Prix Finalist, target berikutnya tentu kami ingin bisa melangkah lebih jauh dan menjadi Grand Prix Winner,” ujar Fajri.

Ia juga mengajak mahasiswa UMY untuk tidak membatasi prestasi hanya pada bidang akademik. Menurutnya, mahasiswa dapat mengembangkan potensi melalui bidang yang sesuai dengan minat masing-masing.

Prestasi PSM Sunshine Voice UMY di Kuala Lumpur menjadi capaian mahasiswa Indonesia di kompetisi paduan suara tingkat internasional. Tiga medali emas yang diraih sekaligus membawa tim UMY melaju sebagai Grand Prix Finalist dalam MCE ICF 2026.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar