Editor
DENPASAR, KOMPAS.com — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali masuk ke rantai pasok kebutuhan jemaah agar perputaran uang dari haji dan umrah memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Sabtu (10/10/2026).
Pameran yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 itu diikuti 58 peserta dari berbagai sektor usaha.
“Presiden Prabowo meminta kami agar perputaran uang di haji dan umrah sebagian bisa tertinggal di Indonesia, bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia, terutama para pelaku UMKM,” ujar Irfan.
Baca juga: Menhaj Sebut Punya Uang Saja Tak Cukup untuk Berangkat Haji
Menurut dia, kekuatan budaya, kreativitas, dan inovasi usaha Bali menjadi modal untuk mengisi peluang pasar haji dan umrah.
Kemenhaj mendorong semakin banyak kebutuhan jemaah dipenuhi produk dalam negeri agar belanja haji dan umrah turut menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Bali bukan saja destinasi wisata, tetapi daerah dengan kekuatan budaya, spiritual, keramahan, dan terutama kreativitas di bidang usahanya. Saya berharap para pelaku UMKM di sini bisa cukup kreatif untuk mengisi ceruk-ceruk pasar haji maupun umrah di Indonesia,” katanya.
Untuk memperluas akses pasar, Kemenhaj mengembangkan ekosistem perdagangan melalui platform belanja digital. Kanal ini memungkinkan jemaah membeli kebutuhan dan oleh-oleh tanpa harus membawa langsung barang dari Arab Saudi.
Irfan mencontohkan, boneka unta dan berbagai pakaian yang dijual sebagai oleh-oleh haji ternyata diproduksi UMKM Indonesia, antara lain dari Sidoarjo, Tulungagung, dan Tasikmalaya.
“Kalau kita beli di sini, di Indonesia, tidak ada tambahan biaya pengiriman. Dan yang jelas, uangnya pun tetap berputar di Indonesia. Itulah yang diharapkan oleh Presiden Prabowo,” ujarnya.
Namun, peluang tersebut perlu diikuti kesiapan pelaku usaha. Irfan menekankan pentingnya standar kualitas, kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, dan sertifikasi agar produk UMKM Bali mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“UMKM Bali yang sangat kreatif harus naik kelas, dari lokal menjadi nasional, dan dari nasional menjadi global. Dorong produk-produk Bali memenuhi standar kualitas,” katanya.
Baca juga: Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Dukungan peningkatan daya saing akan didorong melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU), termasuk akses sertifikasi halal.
“Halal menjadi salah satu hal yang insyaallah akan dibantu oleh Dirjen PE2HU. Kita punya hubungan komunikasi yang sangat bagus dengan badan halal,” ujar Irfan.
Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi mengatakan, expo menjadi sarana mempertemukan UMKM dengan dunia usaha, perbankan, dan calon mitra. Pertemuan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama dan transaksi.
“Expo UMKM yang digelar di Bali kali ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk membangun kolaborasi, memperluas kemitraan, dan membuka peluang transaksi. Dengan begitu, ekosistem ekonomi haji dan umrah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan kemaslahatan masyarakat,” ujar Jaenal.
Dari 58 peserta, sebanyak 43 tenant menghadirkan produk dan layanan berupa perlengkapan haji dan umrah, kebutuhan bekal jemaah, jasa penyelenggaraan haji dan umrah, perbankan syariah, busana muslim, serta produk olahan dan unggulan. Adapun 15 peserta lainnya bergerak di bidang makanan dan minuman.
Selain memperkenalkan produk, peserta dapat menjajaki transaksi bisnis, akses pembiayaan, dan investasi. Pameran ini juga memanfaatkan platform digital Haji dan Umrah Store sebagai kanal pemasaran untuk memperluas jangkauan produk.
Jaenal menegaskan, pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, UMKM, komunitas, dan masyarakat.
“Ekosistem ekonomi haji dan umrah harus dibangun melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap dari pameran lahir kemitraan, dari kemitraan tercipta transaksi, dan dari transaksi tumbuh kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Expo kedua ini mengusung tema “Dari Bali, Haji Sukses Ekonomi Tumbuh” dan dirangkaikan dengan Kick Off Manasik Haji Provinsi Bali Tahun 2026.
Rangkaian kegiatan melibatkan calon jemaah haji tahun 2027–2029, Duta Jemaah Haji periode 2024–2026, organisasi kemasyarakatan Islam, pelajar, mahasiswa, dan peserta lomba.
Irfan berharap expo menjadi pintu masuk bagi UMKM Bali untuk memperkuat keterlibatan dalam rantai pasok haji dan umrah.
Upaya tersebut merupakan bagian dari Tri Sukses Haji, khususnya sukses ekosistem ekonomi, agar penyelenggaraan ibadah turut membuka pasar bagi produk Indonesia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.