Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tergerak Ayat Al-Quran, Pemuda Muslim di AS Hentikan Bus dan Selamatkan 19 Siswa

Kompas.com, 28 Oktober 2026, 08:15 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com — Ebru Ahmed (27) melompat ke dalam bus sekolah yang melaju tak terkendali di Kota Saint Paul, Minnesota, Amerika Serikat, setelah melihat sopirnya mengalami keadaan darurat medis.

Ia berhasil menghentikan kendaraan yang membawa 19 siswa tersebut. Tidak ada penumpang maupun orang di sekitar lokasi yang terluka dalam kejadian itu.

Dikutip dari MUI Digital, Ahmed mengatakan, bagian dari Surat Al-Ma’idah ayat 32 terlintas dalam pikirannya ketika ia memutuskan bertindak.

Baca juga: Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya

Ayat tersebut menegaskan besarnya nilai menyelamatkan kehidupan manusia:

وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

“Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.” (QS Al-Ma’idah [5]: 32).

“Saya orang yang menyukai angka, dan angka-angka ini masuk akal bagi saya,” kata Ahmed, merujuk pada pesan ayat tersebut.

Ia menegaskan bahwa tindakannya bukan untuk mencari ketenaran atau keuntungan pribadi.

“Saya tidak melakukan ini untuk diri saya sendiri, tetapi tindakan ini lahir dari sikap mengutamakan orang lain demi Allah.”

Baca juga: Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya

Melihat sopir mengalami keadaan darurat

Dikutip dari ABC News, peristiwa itu terjadi pada Senin (19/10/2026), di depan toko keluarga tempat Ahmed bekerja di kawasan Dayton’s Bluff, Saint Paul.

Saat itu, Ahmed sedang beristirahat di luar toko sambil menendang-nendang bola dan melihat ponselnya.

Ia kemudian melihat sebuah bus sekolah berwarna kuning melintas dengan pintu terbuka dan lampu peringatan menyala.

Ahmed menyadari ada sesuatu yang tidak beres ketika melihat kondisi sopir. Menurut penuturannya, busa keluar dari mulut pengemudi sehingga ia menduga sopir tersebut mengalami kejang.

Ia segera berlari menuju bus dan melompat masuk. Di dalam kendaraan, anak-anak berteriak karena tidak memahami apa yang sedang terjadi.

Agar kedua tangannya bebas, Ahmed melemparkan ponsel dan kacamatanya ke arah dua anak perempuan yang berada di bagian depan.

Sempat kesulitan menghentikan bus

Dikutip dari MUI Digital, Ahmed belum pernah mengemudikan bus jenis tersebut. Ia sempat kesulitan memahami kendalinya dan mengaku keliru memilih posisi transmisi hingga kendaraan bergerak mundur.

Setelah menyadari kesalahannya, ia memindahkan tuas transmisi ke posisi netral dan menarik rem darurat.

Bus akhirnya berhenti. Ahmed kemudian meminta salah seorang anak menghubungi layanan darurat.

Pihak Sekolah Umum Saint Paul membenarkan adanya keadaan darurat medis di dalam bus tersebut. Petugas medis datang ke lokasi, sementara bus pengganti disiapkan untuk melanjutkan perjalanan mengantar para siswa pulang.

Sopir bus dibawa ke rumah sakit dan kemudian diperbolehkan pulang untuk melanjutkan pemulihan di rumah.

Menjaga ketenangan di tengah kepanikan

Selain dorongan keimanan, Ahmed menyebut kebiasaannya menonton serial medis Grey’s Anatomy membantunya memahami pentingnya tetap tenang dalam keadaan darurat.

Ia mengaku belajar dari penggambaran para dokter yang berusaha berpikir jernih ketika menghadapi situasi sulit.

Dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media Amerika Serikat, Ahmed mengatakan sempat ragu ketika melihat bus tersebut. Namun, keberadaan anak-anak di dalam kendaraan membuatnya merasa harus bertindak.

“Saya benar-benar merasa bahwa itu adalah kewajiban saya. Kita sedang berbicara tentang anak-anak, Anda tahu. Bahkan jika saya meninggal, tindakan itu tetap sepadan,” ujarnya.

Meski mendapat pujian, Ahmed tidak menganggap dirinya sebagai sosok luar biasa. Ia meyakini orang lain yang menghadapi keadaan serupa juga akan berusaha menolong.
Membawa kebanggaan bagi komunitas

Ahmed lahir di Amerika Serikat dari pasangan imigran asal Eritrea. Baginya, peristiwa tersebut juga menjadi kesempatan menghadirkan kisah positif tentang komunitasnya.

Aksinya mendapat sejumlah apresiasi, termasuk sumbangan sebesar 1.000 dollar AS dari perusahaan lokal yang bergerak di bidang pemasaran dan media.

Penyerahan sumbangan itu disertai kunjungan seseorang berkostum Superman yang memberikan cek simbolis kepadanya.

Ahmed juga menerima ucapan selamat dari seorang anggota dewan kota serta undangan untuk mengikuti seminar.

Kerabatnya turut menghubungi setelah mengetahui kisah tersebut, termasuk seorang paman yang tinggal di Eropa.

Namun, hal yang paling membahagiakannya adalah ketika cerita penyelamatan itu menyebar di kalangan diaspora Eritrea. Respons tersebut membuatnya merasa bangga sekaligus semakin dekat dengan komunitasnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Lupa Menambah Rakaat Shalat, Apa yang Harus Dilakukan?
Lupa Menambah Rakaat Shalat, Apa yang Harus Dilakukan?
Aktual
Jenguk Gus Yaqut, Ketum GP Ansor: Bukan Intervensi, Beri Dukungan Moral
Jenguk Gus Yaqut, Ketum GP Ansor: Bukan Intervensi, Beri Dukungan Moral
Aktual
GP Ansor Apresiasi Polri Ungkap 10,5 Ton Narkoba, Desak Sindikat Asing Dibongkar
GP Ansor Apresiasi Polri Ungkap 10,5 Ton Narkoba, Desak Sindikat Asing Dibongkar
Aktual
Daftar Jemaah Berhak Lunas Haji 2027 Diumumkan, Ini Cara Mengeceknya
Daftar Jemaah Berhak Lunas Haji 2027 Diumumkan, Ini Cara Mengeceknya
Aktual
Pahala Sedekah Bisa Gugur, Waspadai Tiga Perilaku Ini
Pahala Sedekah Bisa Gugur, Waspadai Tiga Perilaku Ini
Aktual
Tergerak Ayat Al-Quran, Pemuda Muslim di AS Hentikan Bus dan Selamatkan 19 Siswa
Tergerak Ayat Al-Quran, Pemuda Muslim di AS Hentikan Bus dan Selamatkan 19 Siswa
Aktual
Sekjen Kemenhaj Tegaskan Integritas kepada 477 Pegawai Baru
Sekjen Kemenhaj Tegaskan Integritas kepada 477 Pegawai Baru
Aktual
Di Assisi, Menag Ajak Dunia Rawat Alam dan Hormati Perbedaan demi Perdamaian
Di Assisi, Menag Ajak Dunia Rawat Alam dan Hormati Perbedaan demi Perdamaian
Aktual
244 Aduan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj, Estimasi Kerugian Rp247,65 Miliar
244 Aduan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj, Estimasi Kerugian Rp247,65 Miliar
Aktual
Pelunasan Haji 2027 Rata-rata Rp23 Juta, Nominal Tiap Daerah Berbeda
Pelunasan Haji 2027 Rata-rata Rp23 Juta, Nominal Tiap Daerah Berbeda
Aktual
3 Contoh Teks Pidato Sumpah Pemuda dengan Dalil Al-Qur'an, Cocok untuk Upacara Sekolah
3 Contoh Teks Pidato Sumpah Pemuda dengan Dalil Al-Qur'an, Cocok untuk Upacara Sekolah
Aktual
Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya
Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya
Aktual
Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya
Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya
Aktual
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 di Sekolah, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 di Sekolah, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Aktual
Refleksi Sumpah Pemuda 2026, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Teguh dan Jaga Persatuan
Refleksi Sumpah Pemuda 2026, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Teguh dan Jaga Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar