Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil: Arab, Latin, Artinya

Kompas.com, 21 Agustus 2025, 17:00 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil adalah bacaan dzikir yang paling disukai Allah SWT.

Dalam haditsnya Rasulullah SAW bersabda: "Perkataan yang paling disukai Allah ada empat. Tidak ada mudharat bagimu memulai dari mana saja; Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar." (H.R. Muslim).

Perintah Berdzikir

Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (Q.S. Al-Ahzab: 41-42).

Baca juga: Tata Cara Sujud Sahwi Lengkap dengan Bacaan dan Sebab Pelaksanaannya

Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

Bacaan Tasbih

Arab:

سُبْحَانَ الله

Latin:

Subhaanallah.

Artinya:

Maha Suci Allah.

Bacaan Tahmid

Arab:

الْحَمْدُ للهِ

Latin:

Alhamdulillah.

Artinya:

Segala puji bagi Allah.

Bacaan Takbir

Arab:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin:

Allahu Akbar.

Artinya:

Allah Maha Besar.

Bacaan Tahlil

Arab:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Latin:

Laa ilaaha illallah.

Artinya:

Tidak ada Tuhan selain Allah.

Baca juga: Tahiyat Awal dan Akhir: Lengkap dengan Bacaan dan Tata Caranya

Keutamaan Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

Sebagai dzikir yang paling disukai Allah SWT, bacaan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil mempunyai beberapa keutamaan.

Dzikir Paling Disukai Allah

“Ucapan yang paling dicintai Allah ada empat, tidak mengapa bagimu memulai dari yang mana saja, Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa Ilaaha Illallah, Wallahu Akbar.” (H.R. Muslim).

Ditanamkan Pohon di Surga

"Wahai Abu Hurairah, apa yang sedang kamu tanam? Aku menjawab: Menanam tanamanku. Rasulullah bersabda: Maukah engkau kuberitahukan tentang tanaman yang lebih baik dari ini? Abu Hurairah menjawab: Tentu, wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah bersabda: Bacalah: ‘subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar’, niscaya akan ditanamkan sebuah pohon di surga untukmu dengan setiap satu kali bacaan kalimat tersebut." (H.R. Ibnu Majah).

Baca juga: Bacaan Doa Qunut: Arab, Latin, dan Artinya

Diberikan Kebaikan dan Dihapuskan Kesalahan

"Sungguh Allah telah memilih empat perkataan, yaitu (1) subhaanallaah, (2) alhamdulillaah, (3) laa ilaaha illallaah, dan (4) allâhu akbar. Barang siapa mengucapkan subhaanallaah, maka akan ditulis baginya 20 kebaikan, dan dihapus darinya 20 kesalahan (dosa). Barang siapa mengucapkan allaahu akbar, maka Allah akan memberikan seperti itu juga. Barang siapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka Allah akan memberikan seperti itu juga. Dan barang siapa mengucapkan alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya, maka akan ditulis baginya 30 kebaikan dan dihapus darinya 30 kesalahan (dosa)." (H.R. Abu Hurairah).

Lebih Baik dari Dunia Seisinya

Seperti halnya keutamaan sholat fajar, membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil juga lebih baik dari dunia seisinya.

“Sesungguhnya membaca Subhaanallah, Walhamdulillah, Walaa Ilaaha Illallah, Wallahu Akbar, adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” (H.R. Muslim).

Al Munawi dalam Faidul Qadir menyatakan bahwa sesuatu yang terkena sinar matahari ini adalah ungkapan yang menggambarkan dunia dan seisinya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar