Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Nama-nama Setan Beserta Tugasnya

Kompas.com, 6 November 2025, 21:22 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Setan berasal dari bahasa Arab syaithan yang artinya menjauh. Hal ini terkait dengan tugas utamanya yaitu menggoda manusia agar jauh dari jalan lurus yang telah digariskan Allah SWT.

Setan berasal dari golongan jin dan manusia yang membisikkan kepada manusia sifat was-was dan mengajak kepada kemaksiatan. Dalam pembahasan kali ini, pengertian setan dibatasi kepada jin yang menggoda manusia.

Baca juga: 5 Kiat Mematahkan Godaan setan Menurut Imam Al Ghazali

Tugas Setan Secara Umum

Adapun tugas setan secara umum dijelaskan dalam Al Quran surat An Nisa' ayat 119.

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلْأَنْعَٰمِ وَلَءَامُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيْطَٰنَ وَلِيًّا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِينًا

Artinya: "Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata."

Berdasarkan ayat di atas, tugas setan ada 4, yaitu:

1. Menyesatkan manusia

2. Membangkitkan angan-angan kosong

3. Memotong telinga hewan ternak menurut As Sa'di maknanya mengharamkan apa yang dihalalkan dan menghalalkan apa yang diharamkan.

4. Mengubah ciptaan Allah, seperti tato, mengikir gigi, mencabut alis, dll.

Baca juga: 8 Doa Terhindar dari Gangguan Jin dan Setan Lengkap dengan Terjemahannya

Nama dan Tugas Khusus Setan

Para ulama sudah memberitahukan dalam kitab-kitabnya tentang nama-nama setan beserta tugasnya. berikut ini daftar nama-nama setan beserta tugasnya. Nama-nama setan dan tugasnya ini diambil dari beberapa sumber, dua diantaranya kitab Nashoihul 'Ibad karya Imam Nawawi Al Bantani dan kitab Faidh Al Qadir karya Syekh Abdurrauf Al Manawi.

1. Zalitun atau Zalanbur: menggoda manusia di pasar untuk berbuat boros dalam belanja dan curang dalam berdagang.

2. Wathin atau Sabrum: menggoda manusia ketika ditimpa musibah dan bencana agar berputus asa, berburuk sangka, dan menjauh dari Allah SWT. 

3. A'wan: menggoda para penguasa, pemimpin, dan para pejabat untuk berbuat dzalim dan tidak amanah.

 4. Haffaf: menggoda manusia untuk bermaksiat dan bermabuk-mabukan atau minum minuman keras.

5. Murrah: menggoda manusia melalui musik dan nyanyian yang melalaikan.

6. Luqus atau Lakhus: menggoda manusia agar menyembah selain Allah SWT, misalnya menyembah api seperti kaum Majusi, menyembah matahari seperti oran-orang Mesir zaman dahulu, dan menyembah berhala.

7. Masuth atau Sauth: bertugas menyebar fitnah, gosip, dan menebar kebencian.

Baca juga: Apa Perbedaan Iblis, Setan, dan Jin? Begini Penjelasannya

8. Dasim: menyebabkan pertengkaran dalam rumah tangga yang dapat berakhir pada perceraian. Setan ini akan menggoda ketika seseorang masuk rumah tanpa membaca basmalah atau mengucapkan salam.

9. Walhan atau Khanzab: menggoda manusia agar malas dan ragu-ragu dalam beribadah, seperti wudhu dan shalat.

10. A'war: bertugas menggoda manusia agar melakukan tindakan asusila dan melakukan seksual secara bebas.

11. Abyadh: setan yang bertugas menggoda orang-orang shaleh, termasuk para Nabi dan Rasul.

Cara Terlepas dari Godaan Setan

Pengenalan terhadap nama-nama setan beserta tugasnya tidak menjadikan manusia kemudian menerka-nerka setan apa yang menggodanya. Pengenalan ini bermakna bahwa setan setantiasa menggoda manusia dengan berbagai hal yang dapat melenakannya.

Baca juga: Apakah Jin Bisa Mati? Simak Penjelasannya

Untuk itu, manusia harus berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan, minimal dengan mengucapkan kalimat ist'adzah atau ta'awudz, yaitu mengucapkan أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (a'uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim) yang artinya aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Selain berdoa, orang-orang senantiasa berusaha ikhlas dalam beribadah akan dijauhkan dari godaan setan karena mereka senantiasa berada dalam petunjuk dan perindungan Allah SWT.

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Artinya: “Iblis berkata, "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.” (Q.S. Al Hijr: 39-40).

Demikianlah nama-nama setan beserta tugasnya. Semoga bermanfaat. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar