Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Berlindung dari Hilangnya Nikmat Lengkap dengan Artinya

Kompas.com, 9 November 2025, 16:47 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Anugerah terbesar Allah SWT adakah berbagai nikmat yang diberikan kepada manusia. Nikmat adalah segala pemberian Allah SWT yang membawa kebahagiaan, kesenangan, dan ketenteraman hati kepada manusia.

Tanpa nikmat Allah SWT, manusia tidak bisa menjalani kehidupan dengan baik. Agar nikmat Allah SWT tetap terjaga, tentunya manusia harus mengupayakannya, salah satunya dengan doa. Berikut ini doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW agar tidak hilang nikmat dalam dirinya.

Baca juga: Kumpulan Doa Syukur Nikmat Lengkap dengan Terjemahannya

Perintah Bersyukur atas Segala Nikmat

Semua nikmat yang diberikan kepada Allah SWT harus disyukuri. Dengan bersyukur, Allah SWT akan menambah nikmat yang diberikan. Hal ini sebagaimana disampaikan Allah SWT dalam Al Quran surat Ibrahim ayat 7.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Artinya: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Berdasarkan ayat di atas, orang-orang yang mau bersyukur atas nikmat yang diberikan akan ditambah dengan nikmat yang semakin banyak. Nikmat yang diberikan akan semakin menambah iman dan takwa kepada Allah SWT.

Namun bagi orang-orang yang mengingkari nikmat Allah SWT, tidak mengakui nikmat datangnya dari Allah SWT dan selalu merasa kurang dengan nikmat yang diberikan, maka Allah akan menambah kesengsaraan dan mencabut nikmat yang diberikan.

Baca juga: Panduan Sujud Syukur: Doa dan Tata Caranya

Cara Mensyukuri Nikmat

Cara mensyukuri nikmat ada tiga langkah, yaitu:

1. Mensyukuri dengan lisan, yaitu dengan memuji Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan, yaitu minimal dengan mengucapkan hamdalah.

2. Mensyukuri nikmat dengan hati, yaitu pengakuan dalam hati bahwa semua nikmat yang diberikan adalah anugerah dari Allah SWT.

3. Mensyukuri nikmat dengan perbuatan, yaitu dengan menggunakan seluruh nikmat yang diberikan untuk semakin taat kepada Allah SWT.

Doa Agar Nikmat Tidak Hilang

Berikut ini doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW agar nikmat tidak hilang. Doa ini terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Baca juga: Tafsir Surat Ibrahim Ayat 7 dan Kandungan Pesannya

Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Latin:

Allaahumma inni a'uudzubika min zawaali ni'matika watahawwuli 'aaqibatik, wafujaa-ati niqmatik, wajamii'i sakhatik.

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.

Demikianlah doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk berlindung dari hilangnya nikmat. Semoga Bermanfaat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com