Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surat At Tin: Bacaan, Terjemahan, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Kompas.com, 18 November 2025, 22:46 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Surat At Tin adalah surat ke-95 dalam Al Quran. Surat ini tergolong surat Makkiyah atau surat yang turun di Mekkah. Surat ini turun setelah surat Al Buruj. Surat At Tin terdiri dari 8 ayat.

Nama At Tin diambil dari ayat pertama dalam surat ini. Arti dari At Tin adalah buah tin, salah satu buah yang namanya diabadikan di dalam Al Quran. Untuk memahami surat At Tin, berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Surat Al Alaq 1-5: Bacaan, Arti, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Bacaan Surat At Tin

Berikut ini bacaan surat At Tin lengkap dengan teks latin dan terjemahannya.

Arab:

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ (١)

وَطُورِ سِينِينَ (٢)

وَهٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ (۳)

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (٤)

ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (٥)

إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ (٦)

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ (٧)

أَلَيْسَ اللّٰهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ (۸)

Baca juga: Surat Al Qariah: Bacaan, Arti, Asbabun Nuzul, dan Tafsir

Latin:

1. Wattiini waz zaituun.

2. Wa thuurisiiniin.

3. Wa haadzal baladil amiin.

4. Laqad khalaqnal ingsaana fii ahsani taqwiim.

5. Tsumma radadnaahu asfala saafiliin.

6. Illalladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati falahum ajrun ghairu mamnuun.

7. Famaa yukadzdzibuka ba’du biddiin.

8. Alaisallaahu bi ahkamil haakimiin.

Baca juga: Surat Al Zalzalah: Bacaan, Arti, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Artinya:

1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

2. Dan demi bukit Sinai,

3. Dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,

6. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Baca juga: Surat Al Adiyat: Bacaan, Arti, Asbabun Nuzul, dan Tafsir

Asbabun Nuzul Surat At Tin

Asbabun Nuzul surat At Tin tidak dijelaskan secara keseluruhan. Dalam kitab Asbabun Nuzul karya Imam As Suyuthi, dijelaskan mengenai asbabun nuzul ayat ke-5 surat At Tin. Surat ini menjelaskan bahwa yang dimaksud 'dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya terkait dengan sekelompok orang yang sudah berumur.

Orang tua berada ke umur paling rendah, yaitu menjadi pikun. Ketika sudah pikun dan akalnya tidak bisa dipakai lagi, Allah SWT memberikan udzur kepada mereka. Namun mereka tetap memiliki pahala atas amal-amal yang dikerjakan sebelum hilang akalnya.

Tafsir Surat At Tin

Tafsir ini didasarkan pada kitab tafsir Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan karya Imam Abdurrahman bin Nashir As Sa'di.

Tafsir ayat 1-3

'Demi (buah) tin' yaitu buah tin yang lazim dikenal dan juga '(buah) Zaitun'. Allah bersumpah dengan kedua pohon ini karena banyaknya manfaat pohon dan buahnya. Keduanya begitu dominan di negeri Syam tempat kenabian Nabi Isa putra Maryam. 'Dan demi bukit Sinai' yaitu bukit Thursina, tempat kenabian Musa.

'Dan demi kota ini yang aman' yaitu Makkah Al Mukarramah, tempat kenabian Nabi Muhammad SAW. Allah SWT bersumpah dengan tempat-tempat suci ini yang Dia pilih dan dari tempat-tempat itu Allah mengutus nabi-nabi paling mulia.

Baca juga: Surat Al Falaq Lengkap dengan Arti dan Tafsirnya

Tafsir Ayat 4

Yang disumpahkan adalah Firman-Nya, 'Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya' yaitu dalam bentuk ciptaan yang sempurna, bagian-bagian tubuh yang saling sesuai, tegak berdiri dan tidak kekurangan apa pun yang diperlukan secara lahir dan batin.

Tafsir Ayat 5-6

Tapi meski dikaruniai berbagai nikmat agung ini yang seharusnya disyukuri, kebanyakan manusia menyimpang, tidak mensyukuri Dzat yang memberi nikmat tersebut, justru sibuk dengan senda gurau dan bermain-main.

Mereka merelakan dirinya dengan hal-hal rendahan dan akhlak tercela, hingga Allah menghempaskan mereka 'ke tempat yang serendah-rendahnya' yaitu neraka paling bawah sebagai tempat para pendurhaka yang membangkang Rabb mereka, kecuali orang yang diberi anugerah keimanan dan amal shalih serta akhlak mulia lagi luhur oleh Allah.

'Maka bagi mereka' dengan posisi-posisi tinggi itu ada 'pahala yang tiada putus-putusnya' yaitu tidak berhenti bahkan kelezatan berlimpah, kebahagiaan terus menerus, dan nikmat yang amat banyak dalam keabadian yang tiada akhir, dan nikmat yang tidak berubah, buah dan naungannya kekal.

Baca juga: Surat Al Lahab Lengkap dengan terjemahan, Asbabun Nuzul, dan Tafsirnya

Tafsir Ayat 7-8

'Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?' yaitu apa yang membuatmu mendustakan adanya Hari Pembalasan amal perbuatan wahai manusia? Engkau telah melihat banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang membuatmu yakin dan berbagai nikmat-Nya yang mengharuskanmu agar tidak mengkufurinya sedikit pun.

'Bukankah Allah adalah Hakim yang paling adil?' lantas patutkah hikmah-Nya mengharuskan-Nya meninggalkan manusia sia-sia, tidak diperintah, dilarang, diberi pahala dan siksa? Ataukah Yang menciptakan manusia dalam berbagai tahap, memberi mereka berbagai nikmat, kebajikan, dan kebaikan yang tidak terkira, merawat mereka dengan baik pasti mengembalikan mereka ke negeri keabadian dan tujuan mereka yang mereka tuju dan ikuti?

Demikianlah pembahasan mengenai surat At Tin. Semoga bermanfaat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar