Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masya Allah Arti, Hikmah, dan Ketika Sebaiknya Diucapkan

Kompas.com, 9 Desember 2025, 18:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Ungkapan Masya Allah sudah sangat akrab di telinga umat muslim. Kalimat ini sering terdengar dalam percakapan sehari-hari, terutama ketika seseorang melihat sesuatu yang indah, menakjubkan, atau membawa kebaikan.

Dilansir dari Antara, secara makna, Masya Allah merujuk pada pengakuan bahwa segala sesuatu terjadi semata-mata karena kehendak Allah SWT.

Kalimat ini menjadi bentuk pengagungan sekaligus pengakuan bahwa keindahan atau keajaiban yang terlihat bukan disebabkan oleh kemampuan manusia, melainkan karena Allah menghendakinya.

Baca juga: Masya Allah Artinya Lengkap: Makna dan Cara Penggunaannya

Makna tersebut ditegaskan dalam firman Allah pada Surat Al-Kahfi ayat 39:

وَلَوۡلَاۤ اِذۡ دَخَلۡتَ جَنَّتَكَ قُلۡتَ مَا شَآءَ اللّٰهُ ۙ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ‌ ۚ

Artinya:
“Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ‘Masyaallah, la quwwata illa billah’ (Sungguh, atas kehendak Allah semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (QS Al-Kahfi: 39)

Para ulama, termasuk Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam Tafsir Al-Quranul Karim Surat Al-Kahfi, menjelaskan bahwa frasa Masya Allah dapat dimaknai melalui dua pendekatan gramatikal bahasa Arab.

Makna pertama berasal dari struktur kalimat:
هذا ما شاء الله – hadzaa maa syaa Allah
Artinya: “Inilah yang dikehendaki oleh Allah.”

Adapun makna kedua merujuk pada bentuk:
ما شاء الله كان – maa syaa Allahu kaana
Artinya: “Apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi.”

Dua penjelasan ini menunjukkan bahwa kalimat Masya Allah mencakup makna pengakuan, penegasan, dan ketundukan terhadap kehendak Allah SWT.

Baca juga: Bacaan Masya Allah : Arab, Latin, Arti, dan Penggunaannya

Kapan Waktu yang Tepat Mengucapkan “Masya Allah”?

Ungkapan Masya Allah lazim diucapkan ketika seseorang melihat sesuatu yang baik, mengagumkan, atau membawa kebahagiaan.

Misalnya saat melihat kebun yang subur, rumah yang indah, pencapaian seseorang, atau berbagai bentuk nikmat lainnya.

Kalimat ini menunjukkan rasa syukur sekaligus menjaga diri dan orang lain dari sifat dengki. Penggunaan kalimat ini juga mengingatkan bahwa semua keindahan tersebut hadir karena izin Allah.

Perbedaan dengan Ungkapan Serupa: “Masya Allah” vs. “Subhanallah”

Meskipun keduanya sering diucapkan dalam konteks kekaguman, Masya Allah dan Subhanallah memiliki makna yang berbeda.

Masya Allah digunakan ketika melihat sesuatu yang baik atau menakjubkan dan mengakui bahwa semua terjadi atas kehendak Allah.

Subhanallah diucapkan ketika seseorang menyaksikan sesuatu yang luar biasa atau ketika ingin mensucikan Allah dari segala kekurangan.

Perbedaan makna ini membuat keduanya digunakan pada situasi yang tidak selalu sama.

Baca juga: Doa Tahajud dan Artinya: Doa Malam yang Penuh Keutamaan

Hikmah Mengucapkan “Masya Allah”

Mengucapkan Masya Allah membawa banyak hikmah dalam kehidupan seorang muslim. Kalimat ini menguatkan kesadaran bahwa segala sesuatu adalah bagian dari takdir Allah SWT.

Ungkapan ini juga menjadi bentuk adab saat memuji atau mengagumi nikmat Allah pada diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, kalimat ini mencerminkan rasa syukur dan menjaga hati dari sifat sombong karena menyadari bahwa setiap kebaikan tidak terlepas dari izin Allah.

Kesimpulan

Ungkapan Masya Allah menjadi kalimat penuh makna yang mencerminkan pengakuan atas kehendak Allah SWT. Kalimat ini layak diucapkan ketika melihat kebaikan atau keindahan, serta menjadi bentuk adab dan syukur.

Makna Masya Allah dapat dijelaskan melalui dua pendekatan: “inilah yang dikehendaki Allah” atau “apa yang dikehendaki Allah, maka itulah yang terjadi”. Keduanya menegaskan keyakinan seorang muslim bahwa segala sesuatu berjalan sesuai izin-Nya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar