Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Latar Belakang Isra Mi'raj: Rihlah Bagi Jiwa yang Dilanda Duka

Kompas.com, 12 Januari 2026, 13:12 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Isra Mi'raj merupakan sebuah perjalanan spiritual Rasulullah SAW. Peritiwa ini berlangsung dalam satu malam. Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina.

Tak berhenti sampai disitu, perjalanan dilanjutkan menuju langit ketujuh untuk menemui Allah SWT di Sidratul Muntaha. Sepanjang perjalanan, Rasulullah SAW mengalami berbagai peristiwa yang luar biasa, salah satunya berjumpa dengan para Nabi dan Rasul sebelumnya.

Perjumpaan dengan para Nabi dan Rasul sebelumnya ini tentunya memberikan kekuatan spiritual dan moral bahwa mereka telah terlebih dahulu mengalami perjuangan yang sama. Puncaknya adalah ketika Rasulullah SAW bertemu Allah SWT dan mendapat perintah untuk sholat wajib lima waktu.

Baca juga: Isra Mi’raj hingga Ash-Shiddiq: Kisah Iman Tanpa Keraguan Abu Bakar

Sholat merupakan puncak perjalanan spiritual manusia dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sholat juga sebagai sarana untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika semua harapan tak menemui jalan.

Latar Belakang Isra Mi'raj

Isra Mi'raj merupakan rihlah bagi Rasulullah SAW yang jiwanya sedang dilanda duka. Allah SWT memberikan 'hiburan' kepada Rasulullah SAW dengan perjalanan yang luar bisa dan penuh makna.

Setidaknya ada tiga peristiwa besar yang membuat Rasulullah SAW merasa kehilangan dan mendapati dakwah jauh dari harapan. Adapun tiga peristiwa itu adalah sebagai berikut:

1. Meninggalnya Abu Thalib

Abu Thalib adalah paman Nabi Muhammad SAW yang merawat Nabi Muhammad SAW sejak usia 8 tahun, tepatnya setelah sang kakek, Abdul Muthalib meninggal. Abu Thalib sangat menyayangi keponakannya tersebut sampai akhir hayatnya.

Meskipun tidak bersedia masuk Islam, Abu Thalib senantiasa melindungi Nabi Muhammad SAW ketika berdakwah dari serangan-serangan kaum musyrikin Mekkah.

Sayangnya, pada tahun ke-10 Kenabian, Abu Thalib menderita sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Saat sakit, Nabi Muhammad SAW berusaha untuk membujuk pamannya agar bersedia masuk Islam.

Baca juga: Kisah Isra Mi’raj 2026: 27 Rajab 1447 H Jatuh 16 Januari, Ini Makna dan Hikmahnya

“Wahai pamanku, ucapkan Laa Ilaaha Illallah, kalimat yang dapat aku gunakan untuk membelamu di sisi Allah,” pinta Nabi Muhammad SAW.

Namun Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah menimpalinya, “Wahai Abu Thalib, apakah engkau membenci agama Abdul Muthalib?”

Akhirnya Abu Thalib mengatakan, “Saya tetap berada di dalam agama Abdul Muthalib.”

Sampai akhir hayatnya, Abu Thalib tetap dalam kekafiran.

Ada dua kesedihan Nabi Muhammad SAW dari meninggalnya Abu Thalib. Pertama, Nabi Muhammad SAW kehilangan orang yang selama ini melindungi dakwahnya.

Kedua, Abu Thalib tidak bersedia masuk Islam sehingga Nabi Muhammad SAW tidak bisa memberikan syafaat kepadanya.

2. Meninggalnya Khadijah binti Khuwailid

Selang dua bulan setelah wafatnya Abu Thalib, menyusul Ummul Mukminin Khadijah meninggal dunia. Masih dalam tahun ke-10 Kenabian. Khadijah meninggal dalam usia 65 tahun.

Khadijah adalah sosok istri yang sangat luar biasa. Ia senantiasa mendukung, menguatkan, dan mengorbankan segala yang dimiliki untuk mendukung dakwah Nabi Muhammad SAW.

Sanjungan mengenai Khadijah ini diampaikan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya:

مَا أَبْدَلَنِى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْراً مِنْهَا قَدْ آمَنَتْ بِى إِذْ كَفَرَ بِى النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِى إِذْ كَذَّبَنِى النَّاسُ وَوَاسَتْنِى بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِى النَّاسُ وَرَزَقَنِى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِى أَوْلاَدَ النِّسَاءِ

Artinya: “Allah tidak menggantikannya dengan seorang wanita pun yang lebih baik darinya. Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku.

Ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (H.R. Ahmad).

Baca juga: Isra Miraj Menjadi Ujian Terbesar Bagi Keimanan Umat Islam

3. Dakwah yang Semakin Berat

Selain meninggalnya Abu Thalib dan Khadijah, dakwah kala itu terasa kian berat. Tentangan dari kaum kafir Quraisy tak pernah surut. Bahkan blokade dan pemboikotan ekonomi dilakukan. Ruang gerak dakwah semakin terhimpit dan sulit.

Dalam situasi tersebut, Rasulullah SAW mencoba untuk mencari celah lain dalam berdakwah. Beliau dan anak angkatnya, Zaid bin Haritsah, mencoba peruntungan dakwah di Thaif.

Namun bukan penerimaan yang diterima. Nabi justru dicaci maki, diusir, dan dilempari batu hingga giginya berdarah.

Peluang untuk mengembangkan dakwah di Mekkah semakin berat serasa tak ada harapan lagi. Semua pihak menolak sehingga dakwah semakin sulit berkembang.

Penutup

Banyaknya cobaan yang dialami sebelum peristiwa Isra Mi'raj menjadikan tahun tersebut disebut dengan amul huzni atau tahun duka cita. Semua jalan dan kekuatan seakan tak tersisa.

Maka perjalan Isra Mi'raj menjadi sarana rihlah atau perjalanan spiritual untuk pengobat jiwa yang dilanda duka, menguatkan iman, dan sumber harapan untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar