Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 27 Januari 2026, 14:03 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Dalam Islam, hubungan antara orang tua dan anak tidak akan pernah terputus, bahkan setelah kematian. Ikatan tersebut tetap terjaga melalui doa-doa yang dipanjatkan oleh anak untuk orang tuanya.

Bulan Sya'ban dianggap sebagai bulan untuk berziarah kubur. Ada tradisi Sadranan, Nyekar, atau Ruwahan yang dilakukan, khususnya di Jawa untuk mengirimkan doa bagi orang tua atau leluhur yang sudah meninggal dunia.

Doa seorang anak untuk orang tua yang telah meninggal dunia merupakan amalan istimewa yang pahalanya terus mengalir. Bagi anak, mendoakan orang tua adalah wujud bakti, cinta, dan penghormatan yang tidak lekang oleh waktu.

Baca juga: Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

Pentingnya Mendoakan Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

Mendoakan orang tua yang telah wafat memiliki kedudukan sangat mulia dalam Islam. Doa anak menjadi salah satu amalan yang tetap sampai kepada orang tua meskipun mereka telah berada di alam kubur.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya:
"Jika manusia meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya." (HR. Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan:

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ…

Artinya:
"Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba yang saleh di surga. Ia bertanya, ‘Wahai Rabbku, dari mana ini?’ Allah menjawab, ‘Dari istighfar anakmu untukmu.’" (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadits ini menegaskan bahwa doa anak mampu mengangkat derajat orang tua di akhirat.

Kumpulan Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

Berikut beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca bagi orang tua yang telah meninggal, lengkap dengan Arab, Latin, dan artinya.

1. Doa Nabi Ibrahim (QS. Ibrahim: 41)

Arab:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Latin:

Rabbanaghfir lī wa liwālidayya walil-mu’minīna yauma yaqūmul hisāb.

Artinya:

"Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan seluruh orang mukmin pada hari perhitungan."

Baca juga: Doa untuk Orang Tua Sakit agar Diberi Kesembuhan: Arab, Latin, dan Artinya

2. Doa Umum untuk Kedua Orang Tua

Arab:

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا

Latin:

Allāhumma-ghfir lī wa liwālidayya warhamhumā kamā rabbayānī ṣaghīrā.

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku ketika kecil."

3. Doa untuk Kaum Muslimin dan Orang Tua

Arab:

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَاوَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

Latin:

Allaahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wal mukminiina wal mukminaat, al ahyaa’i minhum wal amwaat, min masyaariqil ardhi ilaa maghaaribihaa, barrihaa wa bahrihaa, khushuushan ilaa aabaa’inaa, wa ummahaatinaa, wa ajdaadinaa, wa jaddaatinaa, wa asaatidzatinaa, wa mu’allimiinaa, wa li man ahsana ilainaa, wa li ashhaabil huquqi ‘alainaa.

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami."

Baca juga: 5 Doa untuk Orang Tua Lengkap dengan Terjemahannya

4. Doa Singkat untuk Orang yang Telah Wafat

Arab:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ

Latin:

Allāhumma-ghfir lahum warḥamhum wa ‘āfihim wa‘fu ‘anhum.

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, berikan kesehatan, dan maafkan kesalahan mereka."

Tips Agar Doa untuk Orang Tua Lebih Mustajab

Agar doa lebih khusyuk dan diharapkan dikabulkan Allah SWT, perhatikan beberapa adab berikut:

  • Berdoa dalam keadaan suci, menutup aurat, dan menghadap kiblat
  • Memperbanyak istighfar sebelum berdoa
  • Membaca hamdalah dan shalawat
  • Menjaga keikhlasan dan kebersihan hati
  • Memperbanyak amal saleh
  • Memilih waktu-waktu mustajab (sepertiga malam, setelah shalat, antara adzan dan iqamah)
  • Meminta doa dari orang-orang saleh.

Baca juga: Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia Lengkap dengan Terjemahannya

Penutup

Mendoakan orang tua yang sudah meninggal dunia adalah bentuk bakti yang tidak pernah terputus. Doa tersebut menjadi cahaya di alam kubur dan sebab diangkatnya derajat orang tua di sisi Allah SWT.

Oleh karena itu, setiap muslim sangat dianjurkan untuk senantiasa mendoakan kedua orang tuanya, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, sebagai bukti cinta dan ketaatan kepada Allah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Lobi 280 Hotel Haji di Arab Saudi Akan Disulap Jadi Gerai Kuliner Indonesia
Lobi 280 Hotel Haji di Arab Saudi Akan Disulap Jadi Gerai Kuliner Indonesia
Aktual
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Rukun Wudhu: Pengertian, Urutan, dan Dalil Lengkap dalam Al Quran
Rukun Wudhu: Pengertian, Urutan, dan Dalil Lengkap dalam Al Quran
Doa dan Niat
Doa Saat Gempa Bumi untuk Memohon Perlindungan
Doa Saat Gempa Bumi untuk Memohon Perlindungan
Doa dan Niat
Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Jangan Salah Bayar Fidyah
Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Jangan Salah Bayar Fidyah
Aktual
Berapa Hari Lagi Puasa 2026, Simak Jalan Menuju Takwa di Bulan Suci
Berapa Hari Lagi Puasa 2026, Simak Jalan Menuju Takwa di Bulan Suci
Aktual
Puasa Ramadhan, Kenali Hal yang Membuat Makruh agar Pahala Tak Hilang
Puasa Ramadhan, Kenali Hal yang Membuat Makruh agar Pahala Tak Hilang
Aktual
Puasa Ramadhan: Tidur Setelah Sahur, Bolehkah atau Makruh?
Puasa Ramadhan: Tidur Setelah Sahur, Bolehkah atau Makruh?
Aktual
MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Ini Menu Tahan Lama yang Disiapkan
MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Ini Menu Tahan Lama yang Disiapkan
Aktual
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan 1447 H
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perkiraan Awal Ramadhan 1447 H
Aktual
170.000 Jemaah Haji Indonesia Risiko Tinggi, Sebagian Penyakit Komorbid
170.000 Jemaah Haji Indonesia Risiko Tinggi, Sebagian Penyakit Komorbid
Aktual
Tarhib Ramadhan: Menyambut Bulan Suci dengan Hati yang Bersih dan Jiwa yang Siap
Tarhib Ramadhan: Menyambut Bulan Suci dengan Hati yang Bersih dan Jiwa yang Siap
Doa dan Niat
Niat Puasa Mengganti Puasa Ramadhan karena Haid: Bacaan Arab, Arti, dan Ketentuannya Menurut Fikih
Niat Puasa Mengganti Puasa Ramadhan karena Haid: Bacaan Arab, Arti, dan Ketentuannya Menurut Fikih
Doa dan Niat
Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Puasa Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Aktual
Inilah Cara Rasulullah Menghidupkan Ramadhan dengan Akhlak Mulia
Inilah Cara Rasulullah Menghidupkan Ramadhan dengan Akhlak Mulia
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com