Penulis
KOMPAS.com-Momen ujian sekolah seringkali menjadi "ujian" yang lebih berat bagi para ibu daripada bagi sang anak sendiri.
Ada rasa cemas yang tak terlukiskan saat melihat buah hati duduk di depan lembar soal, berjuang dengan ingatan dan konsentrasinya.
Di titik inilah, ketika kata-kata semangat dirasa tak lagi cukup, seorang ibu hanya punya satu senjata pamungkas: doa.
Baca juga: 6 Doa Ibu untuk Anak yang Menghadapi Ujian TKA 2025, Agar Tenang dan Dimudahkan
Doa ibu bukan sekadar untaian kata, melainkan bentuk cinta paling tulus yang menembus langit. Melalui doa, seorang ibu tidak hanya meminta nilai yang bagus, tetapi juga menitipkan ketenangan hati, fokus, dan kepercayaan diri anaknya kepada Sang Pemilik Ilmu.
Bagi Anda yang saat ini sedang menemani buah hati berjuang, berikut adalah deretan doa dan amalan yang bisa dipanjatkan sebagai dukungan moral dari "jalur langit", dilansir dari berbagai sumber.
Saat melihat anak tampak tegang sebelum berangkat, bacalah doa ini untuk melapangkan jalannya:
اللهم لا سهل إلا ما جعلته سهلا، وأنت تجعل الحزن إذا شئت سهلا
Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla
Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau dapat menjadikan yang sulit menjadi mudah jika Engkau menghendaki."
Doa ini adalah pengingat bahwa serumit apa pun soal yang dihadapi, Allah punya kuasa untuk membuatnya terasa ringan di pikiran sang anak.
Agar anak tidak sekadar menghafal tapi benar-benar memahami, tuntunlah hatinya dengan kutipan dari QS. Taha ayat 114:
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Rabbi zidni ‘ilma
Artinya: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu."
Bacalah ini berulang kali sembari mendoakan agar pemahaman anak terbuka lebar saat membaca instruksi ujian.
Baca juga: Doa Ibu Menghadapi Anak yang Sedang Ujian, Memohon Kelancaran dan Ketenangan Hati
Ketakutan dan rasa blank seringkali menjadi musuh utama saat ujian. Ibu bisa membentengi anaknya dengan doa perlindungan setiap pagi:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’udzu bikalimaatillahi-tammaati min syarri maa khalaq
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya."
Doa ini membantu anak merasa "dijaga", sehingga ia bisa mengerjakan soal dengan mental yang lebih stabil dan percaya diri.
Hasil ujian memang penting, namun keberkahan jauh lebih utama. Anda bisa melangitkan permohonan yang lebih spesifik bagi masa depan mereka:
اللهم وفق أبنائي وبناتي في امتحاناتهم، وسهل لهم كل صعب، وبارك في علمهم وعملهم
Allahumma waffiq abna’i wa banati fi imtihanatihim, wa sahhil lahum kulla sha’b, wa barik fi ‘ilmihim wa ‘amalihim
Artinya: "Ya Allah, berilah keberhasilan kepada anak-anakku dalam ujian mereka, mudahkan segala kesulitannya, dan berkahilah ilmu serta amal mereka."
Baca juga: Peran Ibu dalam Keluarga Menurut Islam: Pilar Utama Pembentuk Peradaban
Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa doa ibu begitu ditekankan? Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa ada tiga doa yang mustajab tanpa keraguan, dan salah satunya adalah doa orang tua (HR. Tirmidzi).
Ketika seorang ibu menengadahkan tangan, ada getaran tulus yang tidak dimiliki oleh orang lain. Maka, di tengah riuhnya persiapan belajar, jangan lupakan satu hal: hasil terbaik seringkali datang dari ketukan pintu langit yang dilakukan oleh ibundanya di sepertiga malam atau di sela-sela waktu ujian berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang