Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa dan Dzikir Setelah Witir, Bacaan, Arti, dan Keutamaannya

Kompas.com, 18 Februari 2026, 14:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Malam Ramadhan selalu menghadirkan suasana batin yang berbeda. Setelah shalat Isya dan Tarawih, umat Islam menutup rangkaian qiyamul lail dengan witir.

Pada momen inilah, terdapat dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW dan terus diamalkan hingga kini, yaitu bacaan Subhanal Malikil Quddus.

Dzikir ini bukan sekadar lafaz pujian, melainkan pengakuan akan keagungan dan kesucian Allah SWT.

Keutamaannya bersandar pada dalil hadis serta praktik ibadah Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan para ulama hadis.

Baca juga: Doa Setelah Shalat Tarawih dan Dzikir Witir Lengkap dengan Artinya

Perintah Berdoa dalam Al-Qur’an

Anjuran memperbanyak doa ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an, salah satunya Surah Al-Baqarah ayat 186:

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ۝١٨٦:

Wa idzā sa’alaka ‘ibādī ‘annī fa innī qarīb, ujību da‘watad-dā‘i idzā da‘ān, falyastajībū lī walyu’minū bī la‘allahum yarsyudūn.

Artinya: “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ayat ini menjadi landasan teologis bahwa doa dan dzikir, termasuk setelah witir merupakan wujud kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya.

Dalam buku Doa dan Wirid Penolak Bala; 100+ Doa dan Bacaan Ruqyah dalam Al-Qur’an dan Hadis karya Sulthan Adam, SQ dijelaskan bahwa ayat ini menunjukkan Allah SWT membuka ruang komunikasi langsung dengan hamba-Nya tanpa perantara.

Baca juga: Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih serta Witir Lengkap dan Dalilnya

Dalil Hadis Bacaan Subhanal Malikil Quddus

Bacaan ini bersumber dari praktik Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunannya.

ورد في السنة العملية أنَّ الرسول الكريم كان (إذا سَلَّمَ فِيْ الوِترِ، قَالَ: سُبْحانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ) رواه أبو داود

Artinya: “Telah datang dalam sunnah amaliyah bahwa Rasulullah apabila selesai salam shalat witir beliau mengucapkan: Subhanal Malikil Quddus.” (HR. Abu Dawud)

Hadis ini menegaskan bahwa dzikir tersebut adalah bagian dari sunnah yang dicontohkan langsung oleh Muhammad setelah menunaikan witir.

Bacaan Subhanal Malikil Quddus Lengkap

Berikut teks lengkap dzikir yang umum diamalkan setelah witir:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (٣×)

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ

نَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا (٣×) يَا كَرِيْم

Subhānal malikil quddūs (3×)

Subbūhun quddūs, rabbunā wa rabbul malāikati warrūh.

Asyhadu allā ilāha illallāh, astaghfirullāh.

Nas-aluka ridhāka wal jannata wa na‘ūdzu bika min sakhathika wan nār.

Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annā (3×) yā karīm.

Artinya: “Maha Suci Raja Yang Maha Suci. Maha Suci Tuhan kami dan Tuhan para malaikat serta Jibril. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku memohon ampun kepada-Nya. Kami memohon keridaan dan surga-Mu serta berlindung dari murka dan neraka-Mu. Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah kami.”

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa memperbanyak tasbih setelah shalat malam merupakan bentuk pengagungan kepada Allah dan pengakuan atas kelemahan diri.

Baca juga: Doa Kamilin Tarawih, Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir

Doa Setelah Sholat Witir Lengkap

Setelah membaca dzikir di atas, umat Islam biasa melanjutkan dengan doa berikut:

أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allāhumma rabbanā taqabbal minnā ṣalātanā wa ṣiyāmanā wa qiyāmanā wa takhasysyu‘anā wa taḍarru‘anā wa ta‘abbudanā wa tammim taqṣīranā yā Allāh yā arhamar rāhimīn. Wa ṣallallāhu ‘alā khairi khalqihi sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa aṣḥābihi ajma‘īn walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.

Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, qiyam kami, kekhusyukan kami, kerendahan hati kami, dan ibadah kami. Sempurnakan kekurangan kami, wahai Allah Yang Maha Penyayang. Semoga rahmat tercurah kepada sebaik-baik makhluk-Mu, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Baca juga: Kapan Tarawih Pertama 2026? Cek Jadwal dan Niatnya

Makna dan Keutamaan Dzikir Ini

Secara makna, “Al-Malik” menegaskan kekuasaan mutlak Allah, sedangkan “Al-Quddus” menunjukkan kesucian-Nya dari segala kekurangan.

Kombinasi dua nama ini membangun kesadaran spiritual bahwa manusia adalah hamba yang lemah di hadapan Raja Yang Maha Sempurna.

Dalam buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa dzikir setelah witir menjadi penutup ibadah malam, memperkuat nilai tauhid dan harapan ampunan.

Mengamalkan Subhanal Malikil Quddus bukan hanya mengikuti sunnah, tetapi juga membangun ketenangan batin.

Di bulan Ramadhan, dzikir ini menjadi bagian penting dari rangkaian Shalat Tarawih dan Shalat Witir.

Dzikir Subhanal Malikil Quddus adalah warisan spiritual yang kaya makna. Ia bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengakuan atas kebesaran Allah, harapan akan ampunan, serta doa agar ibadah Ramadhan diterima.

Malam demi malam, ketika suara tasbih dilantunkan selepas witir, tersimpan harapan agar kita termasuk hamba yang diampuni dan dikumpulkan bersama orang-orang saleh dalam rahmat-Nya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar