Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih serta Witir Lengkap dan Dalilnya

Kompas.com, 18 Februari 2026, 11:08 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Malam-malam di bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana berbeda. Usai Isya, masjid-masjid dipenuhi jamaah yang ingin menunaikan sholat tarawih.

Di rumah, tak sedikit pula yang menghidupkan malam dengan rakaat-rakaat sunah secara mandiri.

Sholat tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah bagian dari qiyam Ramadhan—menghidupkan malam dengan ibadah, tilawah, dan doa.

Lalu bagaimana niat dan tata cara sholat tarawih serta witir, baik sendiri maupun berjamaah? Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan dalil dan rujukan ulama.

Keutamaan Qiyam Ramadhan dalam Hadis

Anjuran menghidupkan malam Ramadhan ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda:

Man qaama Ramadhaana iimaanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzambih.

Artinya: “Barang siapa menunaikan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadis ini diriwayatkan dari sahabat Muhammad dan menjadi dasar utama keutamaan tarawih.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, dijelaskan bahwa qiyam Ramadhan mencakup seluruh ibadah malam di bulan suci, termasuk tarawih dan witir.

Karena itu, tarawih dipahami sebagai bentuk khusus sholat malam yang dikerjakan pada Ramadhan.

Baca juga: Doa Kamilin Tarawih, Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir

Dasar Hukum dan Praktik di Masa Sahabat

Secara historis, Rasulullah pernah melaksanakan tarawih berjamaah beberapa malam, kemudian menghentikannya karena khawatir diwajibkan atas umat.

Setelah wafatnya Nabi, praktik berjamaah kembali dihidupkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Dalam buku Al-Muwaththa’ karya Imam Malik disebutkan bahwa Umar mengumpulkan kaum Muslimin di bawah satu imam agar sholat malam lebih tertata. Sejak saat itu, tarawih berjamaah menjadi tradisi yang mengakar.

Berapa Rakaat Sholat Tarawih?

Jumlah rakaat tarawih menjadi ruang ijtihad para ulama.

Dalam hadis riwayat Aisyah RA disebutkan bahwa Nabi tidak pernah menambah lebih dari 11 rakaat (termasuk witir), baik di Ramadhan maupun di luar Ramadhan.

Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali menetapkan 20 rakaat, di luar witir.

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab, Imam Nawawi menjelaskan bahwa praktik 20 rakaat merujuk pada kebijakan Umar dan kesepakatan sahabat.

Sebagian ulama lain memilih 8 rakaat, dengan berdasar langsung pada hadis Aisyah. Sementara dalam tradisi Madinah, sebagaimana dicatat dalam literatur mazhab Maliki, pernah dipraktikkan 36 rakaat.

Perbedaan ini dipahami sebagai keluasan syariat. Yang utama adalah kekhusyukan dan kesinambungan ibadah.

Baca juga: Tarekat Naqsabandiyah Padang Tetapkan 1 Ramadhan pada 17 Februari 2026, Mulai Tarawih Lebih Awal

Niat Sholat Tarawih: Sendiri dan Berjamaah

Niat merupakan rukun sholat yang dilakukan dalam hati. Bacaan berikut membantu melafalkan maksud ibadah.

Sebagai makmum (2 rakaat):

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Sebagai imam (2 rakaat):

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Sendiri (munfarid):

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Tarawih

Secara teknis, tarawih sama seperti sholat sunnah lainnya. Dikerjakan dua rakaat dua rakaat dengan satu salam setiap dua rakaat.

Urutannya:

  1. Niat dalam hati.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Surah Al-Fatihah dan surah pilihan.
  5. Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.
  6. Rakaat kedua dengan urutan yang sama.
  7. Tasyahud akhir dan salam.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Muzzammil ayat 20:

Fa iqra’uu maa tayassara minal Qur’an.

Artinya: “Maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur’an.”

Ayat ini menjadi landasan bahwa bacaan dalam sholat malam tidak harus panjang jika memberatkan.

Baca juga: Kapan Tarawih Pertama 2026? Cek Jadwal dan Niatnya

Sholat Witir: Penutup Ibadah Malam

Witir berarti ganjil. Rasulullah menganjurkan agar witir menjadi sholat terakhir pada malam hari.

Jumlah rakaatnya minimal satu dan lazim dikerjakan tiga rakaat di Ramadhan.

Niat Witir 3 Rakaat:

Ushallii sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa witir adalah penyempurna qiyamul lail, sekaligus simbol ketundukan total seorang hamba di penghujung malam.

Niat Sholat Witir 1 Rakaat:

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak’atal mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa

Artinya: “Aku berniat sholat witir satu rakaat menghadap kiblat sebagai (makmum/imam) karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Witir 2 Rakaat (sebelum 1 rakaat penutup):

أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatam minal witri rak’ataini lillaahi ta’alaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat

Witir dapat dikerjakan dengan dua cara:

  • Tiga rakaat sekaligus dengan satu salam.
  • Dua rakaat salam, lalu satu rakaat penutup.

Pada rakaat terakhir dianjurkan membaca doa qunut. Setelah salam, disunnahkan membaca:

Subhaanal malikil qudduus (3 kali)

Kemudian doa panjang yang memohon iman, ilmu, kesehatan, dan penerimaan amal.

Tarawih Sendiri atau Berjamaah, Mana Lebih Utama?

Mayoritas ulama menilai tarawih berjamaah lebih utama karena mengikuti praktik para sahabat. Namun, melakukannya sendiri di rumah tetap sah dan berpahala.

Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif, Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebutkan bahwa inti qiyam Ramadhan adalah menghidupkan malam dengan keikhlasan, baik di masjid maupun di rumah.

Sholat tarawih dan witir adalah momen istimewa yang hanya hadir setahun sekali. Ia bukan hanya soal jumlah rakaat, tetapi tentang ketekunan dan pengharapan akan ampunan Allah.

Ramadhan mengajarkan bahwa malam tidak selalu identik dengan istirahat. Di dalamnya ada kesempatan emas untuk memperbaiki diri, menambah pahala, dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.

Maka ketika takbir Isya berkumandang, pertanyaannya bukan lagi berapa rakaat yang akan dikerjakan melainkan seberapa dalam hati ingin menghidupkan malam Ramadhan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar