Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat di Rumah Lengkap dengan Niat dan Doanya

Kompas.com, 21 Februari 2026, 22:00 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Shalat tarawih menjadi ibadah khas bulan Ramadhan yang sangat dinanti. Meski identik dilakukan berjamaah di masjid, tarawih juga bisa dikerjakan sendiri atau bersama keluarga di rumah.

Lalu bagaimana tata cara shalat tarawih 11 rakaat di rumah sesuai panduan fikih? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan Buku Panduan Ibadah Ramadhan karya Annisa Nurul Hasanah

Apa Itu Shalat Tarawih?

Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan setelah shalat Isya. Hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).

Baca juga: Niat Sholat Tarawih Bahasa Arab, Berapa Rakaat? Ini Panduan Lengkap Tarawih & Witir

Jumlah rakaat tarawih yang umum dipraktikkan ada dua pendapat:

  • 8 rakaat + 3 rakaat witir (total 11 rakaat)
  • 20 rakaat + 3 rakaat witir

Artikel ini fokus pada 11 rakaat, yang banyak diamalkan karena mengikuti riwayat Nabi Muhammad SAW.

Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat di Rumah

1. Niat Shalat Tarawih

Niat dilakukan di dalam hati. Boleh dilafalkan, namun yang terpenting adalah niat di hati.

Niat tarawih sendiri (munfarid):

 أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini lillahi ta‘ala.

Artinya:

"Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala."

Jika berjamaah sebagai imam atau makmum, tambahkan kata imaaman (sebagai imam) atau ma’muuman (sebagai makmum).

2. Pelaksanaan 8 Rakaat Tarawih

Tarawih 11 rakaat biasanya dilakukan dengan pola:

  • 2 rakaat salam
  • 2 rakaat salam
  • 2 rakaat salam
  • 2 rakaat salam

Total: 8 rakaat

Setiap 2 rakaat tata caranya sama seperti shalat sunnah biasa:

1. Niat
2. Takbiratul ihram
3. Baca Al-Fatihah
4. Baca surat pendek
5. Rukuk
6. I’tidal
7. Sujud
8. Duduk di antara dua sujud
9. Sujud kedua
10. Rakaat kedua hingga tasyahud akhir
11. Salam

Boleh membaca surat pendek apa saja. Tidak ada ketentuan khusus harus surat tertentu.

3. Istirahat (Tarawih Berarti “Istirahat”)

Secara bahasa, tarawih berarti istirahat. Biasanya setiap selesai 4 rakaat, dianjurkan duduk sejenak untuk berzikir atau membaca doa.

4. Shalat Witir 3 Rakaat

Setelah 8 rakaat tarawih, dilanjutkan dengan 3 rakaat witir.

Ada dua cara yang umum dilakukan:

Cara pertama (2 + 1):

  • 2 rakaat salam
  • 1 rakaat salam

Cara kedua (3 rakaat langsung):

  • 3 rakaat satu salam (tanpa tasyahud awal)

Niat witir:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri rak‘atan lillahi ta‘ala.

Apakah Tarawih di Rumah Sah?

Ya, sah. Tarawih boleh dilakukan:

  • Sendiri (munfarid)
  • Berjamaah bersama keluarga

Shalat di rumah tetap mendapatkan pahala. Bahkan bagi sebagian orang, lebih khusyuk dan tenang.

Keutamaan Shalat Tarawih

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (tarawih) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Karena itu, meski dilakukan di rumah, jangan tinggalkan keutamaannya.

Tips Agar Khusyuk Tarawih di Rumah

  • Pilih tempat yang tenang
  • Gunakan pakaian yang rapi dan sopan
  • Matikan notifikasi ponsel
  • Baca surat dengan tartil
  • Libatkan keluarga agar lebih semangat

Baca juga: Doa Kamilin Tarawih, Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir

Kesimpulan

Tata cara shalat tarawih 11 rakaat di rumah adalah:

  • 8 rakaat (2 rakaat salam)
  • 3 rakaat witir
  • Dilakukan setelah Isya
  • Boleh sendiri atau berjamaah
  • Niat di dalam hati

Yang terpenting bukan panjangnya bacaan, tetapi kekhusyukan dan keikhlasan dalam menjalankannya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar