Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Lailatul Qadar yang Dianjurkan Rasulullah, Dibaca Saat 10 Malam Terakhir Ramadhan

Kompas.com, 6 Maret 2026, 16:04 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Lailatul Qadar merupakan malam paling mulia dalam bulan Ramadhan yang sangat dinantikan umat Islam.

Dilansir dari laman Muhammadiyah, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.

Petunjuk tersebut disampaikan Nabi melalui sejumlah hadis yang diriwayatkan para sahabat, termasuk ‘Aisyah ra dan Ibnu Abbas ra.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan doa pada periode tersebut karena Lailatul Qadar diyakini membawa keberkahan serta ampunan dari Allah SWT.

Baca juga: Dzikir di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kunci Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul Qadar dicari pada malam ganjil Ramadhan

Petunjuk mengenai waktu Lailatul Qadar disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan dari ‘Aisyah ra.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Intailah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menjadi dasar anjuran bagi umat Islam untuk menghidupkan malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Tanggal yang biasanya dimaksud antara lain malam ke-21, 23, atau 25 Ramadan, meskipun para ulama tetap menganjurkan memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir.

Baca juga: Ramadhan 1447 H: Ini Doa Mustajab Saat Sahur, Berbuka, dan Lailatul Qadar

Hadis Ibnu Abbas tentang waktu Lailatul Qadr

Petunjuk lain juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar dapat dicari pada hari-hari tertentu di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ: الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى، فِي سَابِعَةٍ تَبْقَى، فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi saw bersabda: Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, pada saat tersisa sembilan malam, tujuh malam, atau lima malam.” (HR. al-Bukhari).

Hadis tersebut sering dipahami sebagai malam ganjil dalam sepuluh malam terakhir Ramadan.

Ulama juga menekankan pentingnya menghidupkan seluruh malam pada periode tersebut agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan Lailatul Qadar.

Baca juga: Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwalnya

Doa yang dianjurkan dibaca saat Lailatul Qadar

Para sahabat Nabi tidak hanya bertanya tentang waktu Lailatul Qadar, tetapi juga mengenai doa yang sebaiknya dibaca pada malam tersebut.

Pertanyaan itu pernah diajukan oleh ‘Aisyah ra kepada Rasulullah saw.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadr, apa yang harus aku ucapkan pada malam itu?’ Rasulullah menjawab: ‘Ucapkanlah: Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul-‘afwa fa‘fu ‘anni.’” (HR. at-Tirmidzi, hadis hasan sahih).

Doa yang diajarkan Nabi tersebut berbunyi:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Makna doa Lailatul Qadr yang diajarkan Nabi

Doa tersebut tergolong singkat, tetapi memiliki makna yang sangat dalam.

Rasulullah saw tidak mengajarkan doa panjang atau permohonan duniawi yang banyak pada malam yang sangat mulia tersebut.

Permohonan yang diajarkan justru berfokus pada ampunan Allah SWT.

Hal itu menunjukkan bahwa ampunan Allah menjadi karunia terbesar yang dapat diraih pada malam Lailatul Qadar.

Rasulullah meningkatkan ibadah pada 10 malam terakhir Ramadan

Rasulullah saw juga dikenal sangat meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperbanyak ibadah, doa, serta menjalankan i’tikaf di masjid.

Langkah tersebut menjadi bentuk kesungguhan Nabi dalam mencari Lailatul Qadr yang diyakini membawa pahala dan keberkahan yang sangat besar bagi umat Islam.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar