Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Adab Agar Doa Dikabulkan Allah

Kompas.com, 1 April 2026, 12:05 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara, Kemenag

KOMPAS.com - Waktu mustajab untuk berdoa menjadi momen penting bagi umat Islam dalam memanjatkan harapan kepada Allah SWT.

Doa merupakan bentuk ibadah yang mencerminkan ketergantungan manusia kepada Sang Pencipta.

Meski dapat dilakukan kapan saja, terdapat waktu-waktu tertentu yang diyakini memiliki keutamaan lebih besar untuk dikabulkan.

Baca juga: 10 Doa di Pagi Hari agar Dimudahkan Segala Urusan dan Rezeki Lancar

Selain waktu, adab dalam berdoa juga menjadi faktor penting agar doa lebih mudah diterima.

Dalam ajaran Islam, berbagai hadis shahih dan penjelasan ulama menyebutkan sejumlah waktu yang memiliki keistimewaan dalam berdoa.

Baca juga: 6 Hikmah Mengapa Doa Belum Dikabulkan, Ini Penjelasannya Menurut Ulama

10 Waktu Mustajab untuk Berdoa

Dilansir dari Antara, berikut 10 waktu mustajab untuk berdoa yang perlu diketahui:

1. Sepertiga Malam Terakhir

Sepertiga malam terakhir kerap disebut sebagai waktu paling istimewa dalam berdoa. Pada momen ini, umat Islam dianjurkan bangun untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan istighfar.

"Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; siapa yang meminta, akan Aku beri; siapa yang memohon ampunan, akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Antara Adzan dan Iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah menjadi kesempatan singkat yang sering terlewatkan. Padahal, momen ini termasuk waktu mustajab untuk menyampaikan doa kepada Allah.

Doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Tirmidzi.

3. Saat Turun Hujan

Turunnya hujan bukan hanya membawa kesejukan, tetapi juga menjadi tanda turunnya rahmat Allah. Karena itu, momen ini dianjurkan untuk dimanfaatkan dengan memperbanyak doa.

Turunnya hujan menjadi waktu penuh rahmat. Pada saat ini, doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

4. Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai malam penuh kemuliaan yang dinanti umat Islam. Pada malam ini, doa dan ibadah memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.

Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menjadi kesempatan istimewa untuk berdoa, terutama di bulan Ramadan.

5. Saat Berbuka Puasa

Waktu berbuka puasa menjadi momen penuh rasa syukur setelah menahan lapar dan dahaga. Pada saat ini, doa memiliki keutamaan khusus untuk dikabulkan.

Doa orang yang berpuasa saat berbuka termasuk yang tidak tertolak, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah.

6. Sebelum Salam dalam Shalat Wajib

Menjelang akhir shalat, seorang Muslim berada dalam kondisi paling dekat dengan Allah. Momen ini menjadi kesempatan penting untuk menyampaikan doa sebelum salam.

Waktu sebelum salam di akhir shalat wajib menjadi salah satu waktu terbaik untuk berdoa, sebagaimana dijelaskan para ulama.

7. Hari Arafah

Hari Arafah menjadi salah satu hari paling utama dalam Islam, terutama bagi jamaah haji. Namun, keutamaannya juga berlaku bagi seluruh umat Islam untuk memperbanyak doa.

Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah disebut sebagai waktu terbaik untuk berdoa, baik bagi jamaah haji maupun umat Islam secara umum.

8. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar

Ada waktu tertentu yang disebut dalam riwayat sahabat sebagai momen dikabulkannya doa. Salah satunya adalah hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar.

Waktu ini disebutkan dalam riwayat sahabat Jabir bin Abdillah, ketika Rasulullah SAW berdoa dan doanya dikabulkan.

9. Hari Jumat

Hari Jumat memiliki banyak keutamaan, termasuk adanya satu waktu mustajab untuk berdoa. Momen ini menjadi kesempatan yang dianjurkan untuk tidak dilewatkan.

Terdapat satu waktu mustajab di hari Jumat. Para ulama menyebutkan dua waktu yang paling kuat, yaitu saat khutbah hingga selesai shalat Jumat, dan setelah Ashar hingga Maghrib.

10. Saat Meminum Air Zamzam

Air zamzam dikenal sebagai air penuh keberkahan dalam Islam. Saat meminumnya, umat Muslim dianjurkan menyertakan doa dan niat baik.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ (1)) ، وَإِنِّيْ لَمَّا شَرِبتُ، سَأَلْتُ اللهَ عِلْماً نَافِعاً

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: bahwa khasiat air zam-zam itu sesuai dengan niat peminumnya, maka, saat meminumnya, aku memohon kepada Allah ilmu yang bermanfaat.” (Lihat Siyar A’lam an-Nubala 14/370)

10 Adab Berdoa agar Dikabulkan

Dalam berdoa, seorang Muslim dianjurkan memperhatikan adab-adab yang telah diajarkan agar permohonannya lebih berpeluang dikabulkan oleh Allah SWT.

Dilansir dari laman Kemenag, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin (Beirut, Daru Ibn Hazm: 2005), juz I halaman 361–364, menjelaskan terdapat 10 adab berdoa yang perlu diperhatikan.

1. Berdoa di Waktu Mulia

Berdoa pada waktu-waktu yang dimuliakan menjadi salah satu kunci terkabulnya doa. Momen seperti sepertiga malam terakhir menjadi waktu terbaik untuk mendekat kepada Allah.

يَنْزِلُ اللَّهُ تَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيرِ، فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: “Allah Swt turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Berdoa dalam Kondisi Istimewa

Selain waktu, kondisi tertentu juga menjadi momen yang tepat untuk berdoa. Misalnya saat hujan, puasa, atau di antara adzan dan iqamah.

الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ

Artinya: “Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.” (HR. at-Tirmidzi)

3. Menghadap Kiblat

Menghadap kiblat saat berdoa merupakan salah satu adab yang dianjurkan. Sikap ini menunjukkan kesungguhan dan penghormatan kepada Allah.

ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

4. Bersuara Lirih

Dalam berdoa, umat Islam dianjurkan menjaga kelembutan suara. Doa sebaiknya dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati, tidak berlebihan.

سَيَكُونُ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ

Artinya: “Akan ada kaum yang melampaui batas dalam berdoa.” (HR. Abu Dawud)

5. Menghindari Sajak Berlebihan

Berdoa tidak perlu dibuat-buat dengan susunan kata yang berlebihan. Kesederhanaan justru lebih mencerminkan ketulusan.

سَيَكُونُ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ

Artinya: “Akan ada kaum yang melampaui batas..." (HR. Abu Dawud)

6. Hati yang Khusyuk

Doa akan lebih bermakna jika disertai hati yang khusyuk. Sikap ini menunjukkan kerendahan diri di hadapan Allah.

إِذَا أَحَبَّ اللّٰهُ عَبْدًا ابْتَلَاهُ حَتَّى يَسْمَعَ تَضَرُّعَهُ

Artinya: “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya hingga Dia mendengar doa permohonannya dengan penuh kerendahan.” (HR. Ad-Dailami)

7. Yakin Doa Dikabulkan

Keyakinan menjadi bagian penting dalam berdoa. Seorang Muslim dianjurkan percaya bahwa Allah akan mengabulkan doanya.

ادْعُوا اللّٰهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ

Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. at-Tirmidzi)

8. Bersungguh-sungguh dan Tidak Tergesa

Doa perlu dipanjatkan dengan kesungguhan tanpa terburu-buru. Sikap sabar menjadi kunci agar tidak mudah putus asa.

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، فَيَقُولَ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي. فَإِذَا دَعَوْتَ فَاسْأَلِ اللّٰهَ كَثِيرًا، فَإِنَّكَ تَدْعُو كَرِيمًا

Artinya: "Doa seseorang akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: ‘Aku telah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.’ Maka apabila engkau berdoa, mintalah kepada Allah dengan banyak, karena sesungguhnya engkau memohon kepada Dzat Yang Maha Pemurah.” (HR. Bukhari Muslim)

9. Membaca Hamdalah dan Shalawat

Mengawali doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat menjadi adab yang dianjurkan. Hal ini menunjukkan penghormatan sebelum menyampaikan permohonan.

مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ ﷺ يَسْتَفْتِحُ الدُّعَاءَ إِلَّا اسْتَفْتَحَهُ بِقَوْلِ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى الْوَهَّابِ

Artinya: "Aku tidak pernah mendengar Rasulullah membuka doa kecuali beliau memulainya dengan ucapan: ‘Subhana rabbiyal ‘aliyyil a‘lal Wahhab (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi lagi Maha Pemberi)." (HR. Ahmad)

10. Tobat dan Ikhlas

Adab terakhir yang paling utama adalah membersihkan hati melalui taubat dan keikhlasan. Hal ini menjadi kunci utama agar doa lebih dekat untuk dikabulkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar