Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Shalawat Badar Arab, Latin, Arti, Sejarah, dan Keutamaannya

Kompas.com, 22 April 2026, 11:09 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah kehidupan spiritual umat Islam, shalawat menempati posisi istimewa sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dari sekian banyak shalawat yang dikenal luas, Shalawat Badar menjadi salah satu yang paling sering dilantunkan dalam berbagai majelis, pesantren, hingga acara keagamaan di Indonesia.

Lebih dari sekadar bacaan, Shalawat Badar menyimpan sejarah panjang, nilai spiritual, serta keyakinan akan keberkahan yang menyertainya.

Bacaan Shalawat Badar dan Maknanya

Shalawat Badar terdiri dari rangkaian pujian kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, serta tawassul kepada para pejuang Perang Badar.

Secara umum, isi shalawat ini memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan dengan perantara kemuliaan Ahli Badar.

Baca juga: Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki

Lirik dan Terjemahan Shalawat Badar

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ
تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ
وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلا ُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ
وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ
اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ
مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا
وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ
وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَالْعُـمْرِ وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ
وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ
فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ بِا َهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـقِ وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ
فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ
اَيـَا ذَاالْعِـزِّ وَالْهَـيـْبَةْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى
اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا بِـنَيـْلِ مـَطَا لِبٍ مِنَّا
وَ دَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ
وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ
وَالِ سَـادَةٍ غُــــرِّ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ

Shalaatullaah Salaamullaah 'Alaa Thaaha Rasuulillaah
Shalaatullaah Salaamullaah 'Alaa Yaa Siin Habiibillaah

Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah
Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah
Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii'a Adziyyatin Wahrif
Makaa idal 'idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahi Naffisil Kurbaa Minal'Ashiina Wal'Athbaa
Wakulli Baliyyatin Wawabaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Fakam Min Rahmatin Washalat Wakam Min Dzillatin Fashalat
Wakam Min Ni'matin Washalat Bi Ahlil Bailri Yaa Allaah

Wakam Aghnaita Dzal 'Umri Wakam Autaita D'Zal Faqri
Wakam'Aafaita Dzal Wizri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Laqad Dlaaqat'Alal Oalbi Jamii'ul Ardli Ma' Rahbi
Fa Anji Minal Balaas Sha'bi Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Atainaa Thaalibir Rifdi Wajullil Khairi Was Sa'di
Fawassi' Minhatal Aidii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Falaa Tardud Ma'al Khaibah Balij'Alnaa'Alath Thaibah
Ayaa Dzal 'lzzi Wal Haibah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Wain Tardud Faman Ya-Tii Binaili Jamii'i Haajaati
Ayaa jalail mulimmaati Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahighfir Wa Akrimnaa Binaili Mathaalibin Minnaa
Wadaf i Masaa-Atin 'Annaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahii Anta Dzuu Luthfin Wadzuu Fadl-Lin Wadzuu 'Athfin
Wakam Min Kurbatin Tanfii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Washalli 'Alan Nabil Barri Bilaa 'Addin Walaa Hashri
Wa Aali Saadatin Ghurri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Artinya:

"Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi utusan Allah.
Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah.

Kami berwasilah dengan berkah basmalah, dan dengan Nabi yang menunaikan lagi utusan Allah.
Dan seluruh orang yang berjuang karena Allah, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Ya Allah, semoga Engkau menyelamatkan ummat, dari bencana dan siksa.
Dan dari susah dan kesulitan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Ya Allah semoga Engkau selamatkan kami dari segala yang menyakitkan, dan semoga Engkau menjauhkan dari berbagai tipu daya musuh-musuh.

Dan semoga Engkau mengasihi kami, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Ya Allah semoga Engkau menjauhkan beberapa kesusahan, dari orang-orang yang bermaksiat dan membuat kerusakan.
Dan semoga Engkau menghilangkan semua bencana dan wabah penyakit, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Maka sudah banyak rahmat yang telah sampai, dan sudah banyak kenistaan yang dihilangkan.
Dan sudah banyak dari nikmat yang telah sampai, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Sudah berapa kali Engkau memberi harta orang yang makmur, dan berapa kali Engkau memberi nikmat kepada orang yang fakir.
Dan berapa kali Engkau mengampuni orang yang berdosa, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Sungguh hati manusia yang merasa sempit di atas tanah yang luas ini, karena banyaknya marabahaya yang menakutkan dan malapetaka yang menghancurkan.
Semoga Allah menyelamatkan kami dari bencana yang menakutkan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Kami datang dengan memohon pertolongan, dan memohon kebaikan dan keberkahan.
Semoga Allah meluaskan anugerah yang melimpah-limpah, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Maka janganlah Engkau menolak kami dari kerugian, bahkan jadikanlah diri kami dapat beramal baik dan selalu berbahagia.
Wahai Dzat yang punya kebesaran dan keagungan, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Ya Allah semoga Engkau mengampuni segala kesalahan kami dan memuliakan kami dengan beberapa permohonan.
Dan menolak kesalahan-kesalahan kami, karena berkahnya ahli badar ya Allah.

Ya Allah, Engkaulah yang mempunyai belas kasihan dan punya anugrah dan kasih sayang.
Sudah banyak kesusahan yang sirna dari sebab berkahnya sahabat ahli Badar ya Allah.

Dan semoga Engkau melimpahkan rahmat kepada Nabi yang senantiasa berbakti kepada-Mu dengan limpahan rahmat dan kesejahteraan yang tak terbilang dan tak terhitung.

Dan semoga tetap atas para keluarga Nabi dan para Sayyid yang bersinar cahayanya, karena berkahnya ahli badar ya Allah."

Bacaan ini menegaskan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul pilihan Allah yang membawa cahaya petunjuk bagi umat manusia.

Dalam kitab Dalail al-Khairat karya Imam Al-Jazuli, shalawat dijelaskan sebagai bentuk dzikir yang tidak hanya mendekatkan hamba kepada Rasulullah, tetapi juga menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT.

Baca juga: Sholawat Munjiyat: Bacaan Lengkap, Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Sejarah Lahirnya Shalawat Badar

Menurut buku Shalawat Populer: Esensi Shalawat bagi Umat Nabi Muhammad SAW karya KH. Suhaidi Ghazali dan Dr. Shabri Shaleh Anwar, Shalawat Badar digubah oleh Kiai Ali Mansur pada sekitar tahun 1960-an di Banyuwangi.

Saat itu, beliau menjabat sebagai pejabat Kementerian Agama sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama di daerahnya.

Latar belakang lahirnya shalawat ini tidak terlepas dari situasi sosial-politik yang penuh ketegangan.

Pada masa itu, tekanan terhadap para ulama cukup kuat, sementara kondisi umat Islam menghadapi tantangan besar.

Dalam kegelisahan tersebut, Kiai Ali Mansur menuliskan syair Arab yang kemudian dikenal sebagai Shalawat Badar.

Syair itu lahir setelah pengalaman spiritual berupa mimpi dan peristiwa yang oleh masyarakat sekitar dimaknai sebagai tanda keberkahan.

Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi keyakinan kolektif bahwa shalawat ini memiliki nilai spiritual yang kuat dan penuh keberkahan.

Dalam kajian sejarah Islam Nusantara yang ditulis oleh Azyumardi Azra dalam Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara, tradisi shalawat di Indonesia memang sering lahir dari perpaduan antara spiritualitas, budaya lokal, dan pengalaman religius para ulama.

Makna Simbolik Perang Badar dalam Shalawat

Nama “Badar” dalam shalawat ini merujuk pada Perang Badar, salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Perang ini bukan hanya pertempuran fisik, tetapi juga simbol kemenangan iman atas keterbatasan jumlah dan persenjataan.

Dalam buku Sirah Nabawiyah karya Ibnu Katsir, Perang Badar digambarkan sebagai momentum penting yang memperkuat posisi umat Islam di masa awal dakwah Nabi.

Karena itu, penyebutan “Ahli Badar” dalam shalawat dipahami sebagai bentuk tawassul kepada para sahabat yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT.

Baca juga: Sholawat Nariyah: Bacaan Lengkap, Arti, dan Keutamaannya

Keutamaan Mengamalkan Shalawat Badar

Shalawat Badar tidak hanya dikenal sebagai bacaan rutin, tetapi juga diyakini memiliki berbagai keutamaan spiritual.

Dalam beberapa literatur Islam seperti Fadhail A’mal karya Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi, shalawat secara umum memiliki keutamaan memperluas rahmat dan menghapus kesulitan hidup.

Adapun keutamaan Shalawat Badar yang banyak diyakini umat Islam antara lain:

Pertama, menjadi wasilah untuk memperoleh ampunan Allah SWT.

Kedua, menenangkan hati dari kegelisahan dan kesedihan.

Ketiga, diyakini sebagai doa perlindungan dari marabahaya dan gangguan.

Keempat, membuka jalan kemudahan rezeki dan keberkahan hidup.

Dalam tradisi pesantren di Indonesia, Shalawat Badar juga kerap dilantunkan saat menghadapi situasi sulit sebagai bentuk doa kolektif agar diberikan pertolongan Allah SWT.

Shalawat Badar dalam Tradisi Umat Islam Indonesia

Di Indonesia, Shalawat Badar telah menjadi bagian dari budaya religius yang hidup di tengah masyarakat.

Ia tidak hanya dibaca di masjid atau pesantren, tetapi juga dalam acara keagamaan, pengajian, hingga momen kebangsaan.

Menurut penelitian dalam jurnal Studia Islamika, tradisi shalawat di Indonesia berperan penting dalam membangun solidaritas sosial dan spiritual umat Islam.

Shalawat Badar menjadi salah satu contoh bagaimana teks religius dapat hidup dalam ruang budaya dan menjadi pengikat emosional umat.

Antara Spiritualitas dan Warisan Sejarah

Lebih dari sekadar rangkaian doa, Shalawat Badar adalah jejak spiritual yang menghubungkan sejarah Islam, perjuangan ulama, dan kehidupan umat di masa kini.

Dalam perspektif tasawuf yang dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, shalawat merupakan jalan untuk membersihkan hati dan memperkuat hubungan batin antara manusia dan Rasulullah SAW.

Karena itu, Shalawat Badar tidak hanya dibaca, tetapi juga dihayati sebagai doa yang hidup dalam keseharian.

Shalawat Badar tetap bertahan hingga hari ini bukan tanpa alasan. Di balik setiap lantunannya, tersimpan sejarah, doa, dan harapan akan perlindungan serta keberkahan hidup.

Bagi banyak umat Islam, shalawat ini bukan sekadar warisan, melainkan pengingat bahwa dalam setiap kesulitan, selalu ada jalan spiritual yang menghubungkan manusia dengan rahmat Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar