KOMPAS.com - Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu paling istimewa dalam kalender Islam.
Pada bulan inilah umat Islam menyambut ibadah haji, Hari Arafah, hingga Hari Raya Idul Adha yang penuh makna spiritual.
Tidak hanya identik dengan kurban dan puncak ibadah haji di Tanah Suci, sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga dikenal sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh.
Rasulullah SAW bahkan menyebut tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal selain hari-hari awal Dzulhijjah.
Karena itu, banyak muslim mulai memperbanyak puasa sunnah, doa, zikir, istighfar, dan shalawat sejak tanggal 1 Dzulhijjah.
Salah satu amalan yang paling banyak dicari menjelang Idul Adha adalah doa Dzulhijjah dan niat puasa Dzulhijjah lengkap dengan latin serta artinya.
Menariknya, para ulama menjelaskan bahwa kekuatan doa di bulan Dzulhijjah bukan hanya terletak pada lafaznya, tetapi juga pada kesungguhan hati ketika mengamalkannya.
Sebab, Dzulhijjah merupakan momentum memperbaiki hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.
Baca juga: Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Keutamaan awal Dzulhijjah dijelaskan dalam banyak hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadis paling populer diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.” (HR Bukhari)
Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keistimewaan karena di dalamnya berkumpul ibadah-ibadah utama, seperti salat, puasa, sedekah, zikir, haji, dan kurban.
Sementara itu, dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa memperbanyak ibadah sunnah pada awal Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dianjurkan.
Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak doa Dzulhijjah, puasa sunnah, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Puasa sunnah Dzulhijjah dilakukan sejak 1 hingga 9 Dzulhijjah, terutama menjelang Hari Arafah dan Idul Adha.
Dalam buku Buku Pintar Agama Islam susunan Abu Aunillah Al-Baijury dijelaskan bahwa niat puasa Dzulhijjah dapat dibaca sebagai berikut:
Niat Puasa Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
Para ulama menjelaskan bahwa niat sebenarnya cukup dihadirkan di dalam hati. Namun, melafalkan niat dianjurkan agar membantu seseorang lebih fokus dan mantap dalam menjalankan ibadah.
Dalam Islam, niat memiliki kedudukan sangat penting. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Karena itu, niat puasa Dzulhijjah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kesadaran spiritual bahwa puasa dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.
Baca juga: Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Zulhijah & Niatnya
Selain niat puasa, banyak umat Islam juga membaca doa khusus selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Salah satu doa yang banyak diamalkan berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أُقَدِّمُ إِلَيْكَ بَيْنَ يَدَيْ كُلِّ نَفَسٍ وَلَمْحَةٍ وَطَرْفَةٍ يَطْرِفُ بِهَا أَهْلُ السَّمَاوَاتِ وَأَهْلُ الْأَرْضِ، وَكُلِّ شَيْءٍ هُوَ فِي عِلْمِكَ كَائِنٌ أَوْ قَدْ كَانَ، أُقَدِّمُ إِلَيْكَ بَيْنَ يَدَيْ ذَلِكَ كُلِّهِ
Allahumma inni uqaddimu ilaika baina yadai kulli nafasin wa lamhatin wa tharfatin yathrifu biha ahlus samawati wal ardhi, wa kulli syai-in huwa fii ‘ilmika kaainun au qad kaana, uqaddimu ilaika baina yadai dzalika kullihi.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku persembahkan amalanku kepada-Mu di hadapan setiap napas, setiap kedipan mata seluruh penghuni langit dan bumi, dan segala sesuatu yang berada dalam pengetahuan-Mu, baik yang akan terjadi maupun yang telah terjadi. Aku persembahkan semuanya kepada-Mu.”
Doa tersebut banyak dibaca sebagai bentuk penghambaan dan penyerahan diri kepada Allah SWT selama bulan Dzulhijjah.
Setelah menjalankan puasa sunnah seharian, umat Islam juga dianjurkan membaca doa berbuka.
Rasulullah SAW mengajarkan doa berbuka sebagai berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.”
Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa waktu berbuka merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan memperbanyak doa saat berbuka puasa Dzulhijjah.
Baca juga: Jadwal Ibadah Sunnah Idul Adha 2026: Puasa, Larangan Potong Kuku dan Rambut, serta Hari Tasyrik
Selain puasa, ada sejumlah amalan lain yang dianjurkan selama awal Dzulhijjah.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan:
Allahu Akbar
Alhamdulillah
Laa ilaaha illallah
Dalam buku Zikir dan Doa Rasulullah karya Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa zikir menjadi amalan ringan namun memiliki pahala besar di sisi Allah SWT.
Membaca istighfar minimal 100 kali sehari menjadi salah satu amalan yang banyak dianjurkan ulama.
Bacaan yang umum diamalkan:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Astaghfirullahal adzim.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
Dalam buku La Tahzan karya Aidh Al-Qarni dijelaskan bahwa istighfar dapat membuka pintu ketenangan hati dan kemudahan rezeki.
Shalawat menjadi amalan penting selama Dzulhijjah.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad.
Artinya: “Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad.”
Menurut banyak ulama, shalawat menjadi sebab datangnya keberkahan dan pertolongan Allah SWT.
Doa yang banyak diamalkan:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Dalam tafsir Ibnu Katsir, sepuluh malam pertama Dzulhijjah disebut berkaitan dengan firman Allah dalam Surah Al-Fajr ayat 2 tentang “malam yang sepuluh”.
Para ulama menafsirkan bahwa hari-hari tersebut dipenuhi keberkahan dan menjadi waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, doa Dzulhijjah bukan sekadar bacaan rutin, tetapi juga sarana memperbaiki hati, memperkuat keimanan, dan memohon ampunan.
Di tengah kesibukan hidup modern, banyak muslim menjadikan awal Dzulhijjah sebagai momentum spiritual untuk kembali memperbanyak ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Dengan mengamalkan doa Dzulhijjah dan niat puasa Dzulhijjah secara rutin, umat Islam diharapkan tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga ketenangan hati, keberkahan hidup, serta kesempatan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta menjelang Hari Raya Idul Adha.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang