Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Niat Puasa 1 Muharram Lengkap dengan Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya

Kompas.com, 15 Juni 2026, 21:02 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Memasuki Tahun Baru Islam, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan ibadah sebagai bentuk syukur dan upaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Salah satu amalan yang dianjurkan pada awal bulan Muharram adalah menjalankan puasa sunnah.

Puasa di bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam dan disebut sebagai salah satu puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadhan.

Baca juga: 7 Amalan Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, Dari Muhasabah hingga Puasa Muharram

Karena itu, umat Islam yang ingin melaksanakan puasa pada 1 Muharram perlu mengetahui bacaan niat serta berbagai keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Bacaan Niat Puasa 1 Muharram

Bagi umat Islam yang ingin menjalankan puasa sunnah pada 1 Muharram, berikut bacaan niat yang dikutip dari laman Baznas:

Baca juga: Kapan Tahun Baru Islam 2026? Catat Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 1448 Hijriah

نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnatan lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum matahari tergelincir atau zawal, selama seseorang belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak waktu Subuh.

Selain membaca niat, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan sahur sebelum menjalankan puasa sunnah.

Keutamaan Puasa di Bulan Muharram

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan memiliki banyak keutamaan.

Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan berpuasa di bulan Muharram dibandingkan bulan-bulan lainnya setelah Ramadhan.

1. Menghapus Dosa Setahun yang Telah Lalu

Salah satu keutamaan puasa di bulan Muharram terdapat pada tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa selama satu tahun sebelumnya.

"Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat." (HR Muslim, dari Abu Qatadah r.a.)

Untuk menyempurnakan amalan tersebut, umat Islam juga dianjurkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau Tasu'a serta tanggal 11 Muharram.

2. Rezeki Dilapangkan bagi yang Menafkahi Keluarga

Selain berpuasa, Hari Asyura juga identik dengan anjuran untuk memperbanyak kebaikan kepada keluarga.

Rasulullah menjanjikan bahwa siapa yang memberikan kelapangan kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.

3. Mengenang Peristiwa Agung Para Nabi

Bulan Muharram, khususnya Hari Asyura, juga diyakini menjadi momentum terjadinya berbagai peristiwa penting dalam sejarah para nabi.

Di antaranya adalah diterimanya taubat Nabi Adam AS.

Selain itu, Nabi Nuh AS diselamatkan dari banjir besar, sementara Nabi Ibrahim AS diselamatkan dari api Raja Namrud.

Hari Asyura juga dikaitkan dengan peristiwa Nabi Musa AS yang diselamatkan dari kejaran Fir'aun di Laut Merah.

Peristiwa penting lainnya adalah keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan besar, kesembuhan Nabi Ayyub AS dari penyakitnya, serta ampunan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Momentum Memperkuat Iman di Awal Tahun Hijriah

Bulan Muharram bukan hanya menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah.

Melalui puasa sunnah, memperbanyak amal saleh, serta meneladani kisah para nabi, umat Islam diharapkan dapat mengisi tahun baru Hijriah dengan semangat ketaatan dan rasa syukur.

Dengan menjadikan Muharram sebagai awal perubahan menuju kebaikan, umat Islam dapat menyambut Tahun Baru Hijriah dengan harapan dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar